Perayaan Natal Dikemas dalam Nuansa Keistimewaan DIY

Penyalaan LilinSleman  – Perayaan Natal Umat Kristiani Kabupaten Sleman untuk tahun 2015 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini perayaan Natal dikemas dalam nuansa keistimewaan DIY, mulai dari sambutan  panitia, doa safaat, sambutan Bupati maupun hikmah Natal yang disampaikan oleh Romo Vikep Harto Subono, PR. Acara juga diisi dengan kolaborasi wayang purwo oleh dhalang Jasminto dan wayang orang yang menceriterakan tentang kelahiran Yesus.

Perayaan Natal diawali dengan penyalaan lilin oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi, Ketua Panitia Natal, Pendeta Agus Haryanto STH, Romo Vikep Harto Subono PR. Dilanjutkan doa safaat oleh  Pendeta Agus Haryanto, STH penyerahan hadiah lomba dalam rangka perayaan natal 2015 serta  bantuan anak sekolah (SLTA) untuk 6 anak masing-masing sebesar Rp 500 ribu.

Gatot dalam sambutanya menyampaikan sejalan dengan tema perayaan Natal tahun ini “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah”, dimana makna keluarga disini seyogyanya merefleksikan suasana damai dan penuh kerukunan dalam jalinan cinta kasih yang dalam sebagai satu kesatuan.

Hal inilah yang sesungguhnya menjadi cita-cita yang ingin dicapai sebuah bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, yakni menciptakan tatanan dunia yang damai, harmonis dan berdampingan. Upaya mewujudkan kerukunan dan kedamaian antar sesama menuntut kemampuan setiap individu untuk mengaktualisasikan diri dalam pesan damai.

Untuk itu semoga perayaan Natal ini dapat menjadi momentum dalam memaknai kembali nilai atau pesan yang terkandung di dalamnya, sehingga momen ini tidak berlalu hanya sebagai sebuah perayaan yang dimeriahkan setiap tahunnya namun dapat memberi arti lebih dalam, sebagai momentum refleksi, perenungan dan evaluasi atas pesan yang sesungguhnya yang ingin disampaikan bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan.

Ketika makna damai dan rukun telah dipahami secara mendalam, maka, pengaplikasiannya dalam tiap sendi kehidupan bermasyarakat tentu saja akan berdampak pada keharmonisan dalam keberagaman itu sendiri.

Sejalan dengan ini, pada beberapa waktu yang lalu, baru saja melewati  momentum penting dalam sejarah kepemerintahan Kabupaten Sleman, dimana masyarakat Kabupaten Sleman baru saja ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi pada Pemilihan Kepala Daerah serentak. Tentu saja dalam proses pelaksanaannya penuh dengan keberagaman aspirasi dari setiap unsur di dalamnya.

Oleh karena itu, Gatot berharap momentum perayaan Natal bersama ini mampu dimaknai sebagai sebuah momen pemersatu langkah dan kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat Sleman dalam membangun Kabupaten Sleman kedepan.




Jaguar HPI DIY Blusukan ke Sleman

AgrowisataSleman – Komunitas Jaguar (Jogja Touris Guide Rider) HPI DIY yang merupakan sekumpulan guide penyuka touring sepeda motor blusukan ke beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sleman.

Diantara destinasi wisata tersebut adalah kawasan bekas erupsi Merapi di Sabodam Bronggang Argomulyo Cangkringan, Desa Wisata Pentingsari, Agrowisata Bhumi Merapi, Museum Gempa Prof Sarwidi dan kawasan Taman Lampion di Gardu Pandang Kaliurang. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan hari Senin (28/12) lalu. Demikian antara lain disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Rabu (30/12).

Dikatakan Ayu  bahwa komunitas HPI merupakan salah satu komunitas strategis yang turut memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dan pengembangan sektor pariwisata. Pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif komunitas HPI untuk menggali dan mengeksplorasi destinasi wisata. Ini merupakan bukti nyata sinergitas yang dilakukan oleh komunitas HPI dalam mengembangkan pariwisata.

Oleh karenanya diharapkan dengan kegiatan tersebut potensi destinasi wisata yang baru akan dengan cepat dikenal secara luas sekaligus ditawarkan kepada wisatawan. Terlebih dari itu diharapkan pula komunitas HPI juga memberikan sumbang saran untuk perbaikan kualitas destinasi. Hal tersebut dikarenakan pramuwisata lah yang mengetahui secara tepat keinginan wisatawan.

“Masukan dan saran komunitas pramuwisata akan sangat bermanfaat dalam rangka penguatan destinasi dan peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh para pengelola destinasi wisata,” kata Ayu.

Sementara Presiden Jaguar HPI DIY Dwi Aji Warsono kegiatan  ini memang sengaja dikemas secara rutin untuk turut berpartisipasi aktif dalam upaya mengenal lebih dekat dan menggali potensi destinasi baru. Setelah itu pihaknya kemudian akan menawarkan kepada calon wisatawan.

Ternyata di Sleman terdapat potensi destinasi baru yang rekomended untuk dijual kepada wisatawan. Hal ini untuk memberikan variasi pilihan kepada wisatawan sekaligus memperkaya paket-paket wisata. Wisatawan tentu membutuhkan alternatif dalam memilih destinasi yang akan dikunjungi. Oleh karenanya kegiatan seperti ini sangat diperlukan bagi komunitas guide yang senantiasa berada digarda depan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.




Hari Sukarelawan PMI Diwarnai Pemberian Penghargaan

Serahkan Penghargaan Sukarelawan PMISleman – Hari Sukarelawan PMI  yang jatuh pada tanggal 26 Desember secara sederhana diperingati di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (29/12) malam. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi, ketua PMI Cabang Sleman dr Sunartono MKes, Pimpinan Bank BPD Cabang Sleman Nur Iswantoro, dr Endang Puji Astuti mewakili ketua PMI DIY.

Dalam acara tersebut diserahkan beberapa kategori penghargaan, yaitu penghargaan kepada Bank BPD yang telah memberi bantuan berupa Mobil Ambulance, penghaargaan diserahkan oleh Penjabat Bupati Sleman. Penghargaan yang lain diberikan kepada Kantor Pelayanan Pajak Daerah atas partisipasinya dalam penggalangan dana PMI.

Sementara  dr Heri Setyanto mendapat penghargaan atas pengabdiannya dan bantuannya dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan. Sebagai mantan pengurus PMI Sleman Warsimin juga mendapat penghargaan, sedangkan penghargaan sebagai relawan diberikan kepada Suranto PS Dr dr Rochmah Laksmi, Sarjur dan Sujarno Hadi Saputro Spd.

Pendonor darah 25 kali diberikan kepada Agus SE, Mekkel Wijaya, Achmad Rizal, Kartinah, Asep Nia Kurnaia, Deni Dwi Nugroho. Sementara penghargaan pelaksana donor darah rutin diberikan kepada  RM Pringsewu, RS Hermina, Korp Sukarelawan UNY, dan Yayasan Majelis Tafsir Al Quran.

Gatot dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai kategori penghargaan PMI, menjadi wujud apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para relawan PMI maupun pendonor, yang atas nama kemanusiaan telah ikut mensukseskan program  kegiatan PMI Kabupaten Sleman dalam upaya mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera lahir dan batin.

Disampaikan pula bahwa sebagai daerah yang memiliki potensi bencana, Kabupaten Sleman sangat membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana yang terkonsentrasi pada pencegahan dan pengurangan risiko bencana, karena Pemerintah tanpa dukungan berbagai pihak tentu tidak dapat optimal dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ditambahkan Gatot  bahwa kondisi tersebut menyadarkan semua pihak, betapa pentingnya rasa kesetiakawanan, empati dan semangat untuk saling menolong sesama.

“Demikian juga yang telah ditunjukan oleh PMI beserta seluruh relawannya, yang telah bahu-membahu membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang terkena musibah,” kata Gatot.

PMI beserta jajaran dan relawan tentu saja menjadi bagian tak terpisahkan dalam menentukan keberhasilan dari suatu operasi penyelamatan (search and rescue), pengerahan bantuan penanganan serta penanggulangan terhadap kejadian musibah atau bencana di Kabupaten Sleman.

Diharapkan penghargaan tersebut tidak hanya menjadi wujud apresiasi, namun sekaligus dapat menjadi pemantik semangat dan motivasi dalam membang­kitkan dan meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dan sosial ke­masya­rakatan secara menyeluruh dalam setiap elemen masyarakat di Kabupaten Sleman.

Sementara itu Ketua PMI cabang Sleman, Sunartono menyampaikan bahwa untuk menopang kegiatan PMI Cabang Sleman akan dibentuk wartawan unit PMI dan untuk sementara yang sudah daftar 15 orang.

Dengan dibentuknya wartawan unit PMI tersebut kegiatan yang selama ini sudah berjalan akan lebih baik lagi, hal tersebut semata-mata tugas kemanusiaan untuk masyarakat. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan PMI adalah tugas mulia untuk kemanusiaan, dan kejadiannya yang tidak disukai masyarakat, misalnya droping air, itu karena kekeringan, kecelakaan, tetapi apa yang dilakukan insan PMI adalah mulia.

Jelasnya tambah Sunartono, bahwa peristiwa-peristiwa yang ditangani PMI adalah peristiwa yang tidak disukai masyarakat.




Berbagai Kegiatan Warnai Peringatan Hari Amal Bhakti ke 70 Kemenag Sleman

Penjelasan LudfiSleman – Berbagai kegiatan mewarnai peringatan Hari Amal Bhakti ke 70 Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman. Kegiatan diawali dengan semaan Al-Quran 30 juz yang telah dilaksanakan dua hari tanggal 17-18 Desember 2015 di kantor Kemanag Sleman.

“Semaan diikuti siswa siswi Madrasah dan Pondok Pesantren. Sunatan masal juga sudah dilaksanakan tanggal 29 Desember lalu yang diikuti 70 anak SD dan MI kurang mampu,” kata Kepala Kemenag Sleman, Ludfi Hamid kepada wartawan di Sleman, Rabu (30/12).

Selain kegiatan yang sudah dilaksanakan ada kegiatan lain yang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 2 Januari 2016 mendatang yaitu kegiatan senam nusantara dan jalan sehat serta donor darah.

Menurut Ludfi Hamid, senam nusantara ini akan menjadi kegiatan senam pertama karena peserta bebas tanpa atribut apapun. Artinya para peserta tidak harus berpakaian olahraga, tetapi bebas memakai pakaian apapun termasuk pakaian adat dan lainnya.

“Kami sengaja mengadakan senam nusantara karena Kemenag ingin mewujudkan kerukunan antar agama atau elemen bangsa. Apalagi setelah Pilkada selesai rekonsiliasi harus dilakukan untuk menjaga Sleman tetap aman dan kondusif,” kata Ludfi Hamid.

Selain itu tujuan lain senam nusantara untuk menyebarkan misi menjunjung tinggi nilai budaya dengan diiringi musik tradisional berupa gamelan, angklung dan hadroh. Melalui olahraga lanjut Lutfi Hamid, bisa dilaksanakan semua elemen dan memberikan gambaran bahwa Kemenag tidak hanya memberi indikasi agama saja tetapi juga bawa misi keselarasan, harmonisasi dan dinamisasi masyarakat.

Ditambahkan Ludfi Hamid, puncak acara akan dilakukan hari Minggu tanggal 3 Januari 2016 berupa upacara bendera dilapangan Pemkab Sleman, kemudian akan dilanjutkan tasyukuran. Pada tanggal 5-6 Januari 2016 juga akan dilakukan silaturahmi ke rumah mantar pejabat Kemenag Sleman.