Grup “Melati Tegalrejo” Asal Kalasan Juarai Festival Jathilan

DSC_2398bernasSleman – Grup kesenian tradisional jathilan ““Melati Tegalrejo” asal Kecamatan Kalasan berhasil meraih sebagai Juara I pada Festival Jathilan Kabupaten Sleman 2015 yang diselenggarakan Sabtu – Minggu, (9 – 10/5) di kawasan Lapangan Denggung Beran Tridadi Sleman. Grup ini mampu menyisihkan 29 grup lainnya yang berasal dari semua kecamatan se Kabupaten Sleman. 

Penyerahan kejuaraan disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Dra Endah Sri Widiastuti MPA, Minggu (10/5) malam di halaman Gedung Kesenian Sleman.  Diselenggarakannya Festival Jathilan Sleman tersebut disamping untuk memberikan hiburan kepada masyarakat juga untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian jathilan serta untuk meningkatkan kualitas seni pertunjukan ini agar bisa meningkatkan kunjungan dan menambah lama tinggal wisatawan di Jogja pada umumnya dan Kabupaten Sleman pada khususnya.

Adapun urutan kejuaraan Festival Jathilan Sleman tersebut adalah sebagai Juara 1 group “Melati Tegalrejo” dari Kecamatan Kalasan mendapat uang pembinaan Rp 7,5 juta dan tropy, Juara 2 group “Sadar Budoyo” dari Kecamatan Minggir mendapat Rp 6 juta dan tropy, Juara 3 group “Turonggo Mudo Budoyo” dari Kecamatan Sleman mendapat Rp 5,5 juta dan tropy.

Sedangkan nominasi 1 group “Ngesti Turonggo Budoyo” dari Kecamatan Mlati mendapat Rp 3 juta, nominasi 2 group “Turonggo Panco Waseso” dari Kecamatan Godean mendapat Rp 3 juta. Terkait dengan penyelenggaraan festival ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengungkapkan bahwa pihak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengharapkan agar group jathilan di Kabupaten Sleman bisa termotivasi untuk selalu meningkatkan kualitas sehingga bisa menjadi magnet untuk mengundang wisatawan datang di wilayah Sleman.

Dikatakan bahwa seni jathilan memiliki penggemar dan komunitas yang cukup luas di kalangan masyarakat. Sehingga dengan adanya festival ini juga menjadi ajang pembinaan dan regenerasi bagi seniman- seniman muda menyalurkan bakatnya, yang menurut rencana akan secara rutin diselenggarakan di Kabupaten Sleman.




Lomba Panahan Diikuti Ratusan Peserta dari Luar Daerah

DSC_0119bernas (1)Sleman – Lomba panahan jemparingan Gaya Mataraman Bupati Cup ke 99 yang berlangsung di Lapangan Denggung Sleman, Minggu (10/5)  sekaligus peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 99 diikuti 100 peserta dari berbagai daerah, seperti Kalimantan Timur, Klaten, Jepara dan Karanganyar. Lomba dibuka oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI yang ditandai dengan memanah Balon berhadiah.

Yang menarik dalam lomba panahan tersebut peserta usia dini juga banyak baik laki-laki maupun perempuan. Itu sangat mengembirakan ternyata olah raga panahan yang sementara orang mengatakan tidak populer ternyata generasinya jugaa banyak.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo menyampaikan bahwa maraknya masyarakat yang mencintai panahan merupakan upaya melestarikan dan mengembangkan kegiatan panahan gaya Mataraman. Jemparingan gaya Mataraman  melatih ketahanan, kesabaran dan konsentrasi individu, yang sangat strategis untuk menempa pembentukan kharakter masyarakat DIY.

Kedepan Sri Purnomo berharap atlit panahan tersebut semakin banyak sebagai keder atlit panahan dimasa depan. Lebih lanjut disampaikan bahwa manfaat yang diperoleh dalam lomba ini, selain adu ketrampilan juga menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi para peserta yang berasal dari berbagai wilayah.

Sri Purnomo  mengharapkan dalam lomba tersebut, bukan kemenangan yang menjadi tujuan akhir, tetapi lebih pada bagaimana para peserta memperlihatkan semangat dan sportifitasnya. Sementara itu pertandingan GateBall yang berlangsung di Stadion Tridadi Sleman diikuti oleh 11 Provinsi di Indonesia dan dibuka langsung oleh Ketua Hari Jadi Kabupaten Sleman yang juga Kepala Bagian Umum Sukarno, SH.

Sebelumnya pada malam harinya Bupati Sleman menjamu para atlet GateBall dengan acara Gala Dinner yang berlngsung di Pendopo Parasamya Sleman dengan sajian kuliner khas Sleman.




Wabup Pimpin Sepeda Bungah Tilik Sendangagung

Sepeda BungahSleman – Wakil Bupati (Wabup) Sleman, DR Yuni Satiya Rahayu memimpin acara sepeda bungah Tilik Sendangagung. Acara berlangsung Minggu (10/5) startdan finish di Balai Desa Sendangagung Minggir. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 warga dengan rute Balai Desa Sendangagung – panorama Dusun Jambon, Panorama Dusun Kisik, Hunian Tetap -Sendang Kreo – hortikultura Dusun Kliran Dusun Brajan dan finish kembali di Balai Desa Sendangagung.

Peserta selain sehat juga bisa menikmati panorama pedusunan dengan hamparan sawah dengan padi yang mulai menguning dan lahan mendong yang menghijau. Selain itu peserta juga disuguhi makanan khas Sendangagung.  Acara ini diprakarsai atas inisiatif tim inti perencanaan partisipasi dan pemasaran desa Sendangagung  yang diketuai oleh Supardi.

Menurut Supardi desa Sendangagung merupakan desa yang berada di pinggir aliran Sungai Progo dan berada di sisi terluar bagian Barat Kabupaten Sleman. Pertanian dan sektor agraris lainnya telah menjadi jiwa dan kehidupan masyarakatnya. Sektor agraris merupakan tulang punggung pengembangan desa Sendangagung di masa yang akan datang. Kecukupan lahan dan suber daya air dari Sungai Progo dioptimalkan.

Pendekatan Integrated Farming yang menggabungkan pertanian lahan basah, lahan kering, perkebuan, peternakan, perikanan serta segala aktifitas kebudayaan dan pariwisata sektor agraris tersebut menjadi peluang pengembangan desaSendangagung.

Sementara Yuni mengatakan kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan selain untuk kesehatan, refreshing juga untuk  mengenalkan potensi lokal baik alam, budaya kerajinan dan wisatanya. Peserta juga dapat melihat budaya gotong-royong warga yang masih dijunjung tinggi masyarakat pedesaan.




Masa Jabatan Bupati Sleman Tinggal Tiga Bulan

Sleman – DPRD Sleman secara resmi mengumumkan berakhirnya masa jabatan bupati dan wakil bupati Sleman periode 2010-2015. Bupati dan Wakil Bupati akan melepas jabatannya pada 10 Agustus 2015 atau tiga bulan mendatang. Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharto mengatakan pengumuman tersebut disampaikan berdasarkan UU Nomor 23/2014 tentang pemerintah daerah.

Pengumuman ini akan diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mendapatkan penetapan pemberhentian.

“Usulan sendiri melalui pemerintah daerah (pemda) DIY. Untuk itu, kami segera akan mengirimkan surat pengumumam pemberhentian tersebut ke Pemda DIY. Pemberitahuan ini juga sudah kami sampaikan ke bupati dan wakil bupati,” kata Haris, Minggu (10/5).

Menurut Haris surat pemberitahuan berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati ini juga bisa menjadi acuan Pemda DIY dalam menentukan pejabat pelaksana (Plt) Bupati Sleman.

Apalagi dalam waktu bersamaan jabatan sekretaris daerah (Sekda) dan asisten Sekda (Assekda) Bidang Pemerintahan juga sudah memasuki purna tugas.

“Sehingga sesuai dengan ketentuan untuk Plt akan diambilkan dari pejabat eselon II. Surat pemberitahuan ini, juga akan dikirimkan ke KPU Sleman. Selain itu juga akan dijadikan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Pilkada di Sleman tahun 2015,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Sleman, Sri Winarti mengatakan surat resmi pemberitahuan berakhirnya masa jabatan bupati dan wakil bupati belum sampai kepada Pemkab Sleman.




Bupati Sleman Minta Masyarakat Evaluasi Pembagunan

Sleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo SMI meminta masyarakat untuk bersama-sama mengevaluasi pembangunan yang selama ini telah dilakukan pemerintah daerah setempat.

“Tahun 2015 ini merupakan tahun terakhir penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dari rangkaian rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) tahun 2010-2015,” kata Sri Purnomo , Minggu (10/5).

Menurut dia, berkenaan dengan hal tersebut, seluruh warga masyarakat Sleman diharapkan secara bersama-sama mengevaluasi pembangunan di Sleman agar lebih makmur dan sejahtera.

“Meskipun di bidang kesehatan, pendidikan, perekonomian, pertanian, sosial dan lainnya telah membaik namun tetap harus memberi perhatian pada pembangunan masyarakat Sleman,” katanya.

Dikatakan Sri Purnomo, Pemkab Sleman telah berupaya melakukan penanganan masalah kemiskinan secara terintegrasi dan terpadu. Secara umum apabila dilihat dari persentase KK miskin, grafik angka kemiskinan memperlihatkan penurunan.

“Angka kemiskinan pada 2014 menjadi 11,85 persen dengan jumlah KK miskin sebanyak KK dari total KK yang terdiri dari jiwa miskin dan jiwa rentan miskin,” katanya.

Sri Purnomo mengatakan, jumlah tersebut mengindikasikan bahwa masih banyak yang harus dikerjakan untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahera lahir dan batin.

“Kami mengucapkan terima kasih pada masyarakat Sleman yang telah berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sleman,” katanya.