15 TPK Terima TPK Awad 2014

1901 SLEMAN TPK AWARD e (1024 x 654)Sleman – Sebanyak 15 Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kecamatan, Desa dan  Padukuhan menerima TPK Award tahun 2014 usai upacara 17 an di lapangan Pemda, Senin (19/1) 2015. Ke 15 TPK yang menerimaa TPK award 2014 tersebut  TPK Kecamatan Berbah sebagai terbaik I mendapat piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 8 juta, TPK Kecamtan Depok terbaik II mendapat piala tetap  dan uang pembinaan sebesar Rp 6,5 juta, TPK Kecamatan  Kalasan  sebagai terbaik III mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 5 juta, TPK Kecamatan Sleman terbaik IV mendapat piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 3 juta dan TPK Kecamatan Tempel terbaik V mendapat piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta.

Sedangkan TPK award tingkat Desa juara I TPK Desa Merdikorejo Tempel sebagai terbaik I mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 9 juta, juara II TPK Desa Sendangtirto Berbah mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 7,5 juta, juara III TPK Desa Trimulyo Sleman mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 6 juta, juara IV TPK Desa Caturtunggal Depok mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 3 juta dan TPK desa Wukirharjo Prambanan mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 2,5 juta.

Sementara untuk TPK Award tingkat Padukuhan sebagai juara I TPK Padukuhan Gowok Caturtunggal Depok mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 6 juta, juara II TPK Padukuhan Sokomartani Merdikorejo Tempal mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 5,5 juta, juara III TPK padukuhan Klelen Trimulyo Sleman mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 4 juta, juara IV padukuhan Karanggeneng  Purwobinangun Pakem mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 3 juta, juara V padukuhan Kemasan Sendangtirto Berbah mendapat piala tetap dan uang pembinaan Rp 2,5 juta.

Piala dan uang pembinaan diserahkan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan didampingi Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Kepala Badan KBPMPP dr Nurulhayah MKes.

Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tahun 2015 ini merupakan akhir dari pencapaian target RPJMD, oleh karena itu Sri Purnomo kembali mengingatkan agar setiap instansi mempunyai langkah strategis dalam mencapai kinerja yang ditetapkan.

“Kunci keberhasilan dalam mewujutkan tata kelola pemerintahan yang baik untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, salah satunya adalah melaksanakan kegiatan dengan proses tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, secara tepat waktu,” kata Sri Purnomo.

Karena itu Sri Purnomo berharap bulan Januari ini dapat memulai melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan untuk mengoptimalkan output dari kinerja yang telah ditetapkan. Disampaikan pula oleh Sri Purnomo bahwa tahun 2014 yang lalu Pemkab Sleman berhasil meraih sejumlah penghargaan dan sejumlah apresiasi lain tingkat nasional. Prestasi tersebut harus dijadikan motivasi untuk terus berinovasi yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman.

Sebagai salah satu bentuk inovasi dilihat melalui pembentukan OPD baru yakni Badan Perizinan Terpadu dan Badan Lingkungan Hidup. Upaya tersebut tentunya harus diikuti dengan perubahan pola pikir dan culture set dari seluruh birokrasi sebagai subyek untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik lagi.




SMA N I Depok Terima Sertifikat ISO

ISO SMA N  I Depok e (1024 x 713)Sleman – SMAN I Depok merupakan SMA Negeri ke II yang mendapatkan ISO  versi  9001-2008 dari PT TUV Indonesia setelah sebelumnya SMA N Kalasan. Namun sebelumnya juga telah ada 15 sekolam SMK swasta yang telah mendapatkan sertifikat  ISO 9001-2008 dari PT TUV, sehingga saat ini ada 17 SMK dan SMA yang telah menerima  Sertifikat  ISO 9001-2008.

Sertifikat  ISO 9001-2008 dari PT TUV diserahkan perwakilan PT TUV Cornelius Tono Invantrianto dan diterima Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, selanjutnya sertifikat tersebut diserahkan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri I Depok Drs Maskur. Penyerahan sertifikat ISO ini bertepatan dengan ulang tahun ke 38 SMAN I Depok, Sabtu (17/1).

Sementara Sri Purnomo menyampaikan bahwa dengan diterimanya sertifikat ISO oleh SMA N I Depok ini, maka jumlah sekolah yang telah meraih ISO menjadi 17 sekolah. Sri Purnomo berharap, prestasi yang telah diraih SMA N I Depok ini, dapat menjadi pendorong bagi sekolah-sekolah yang lain untuk segara meningkatkan kualitasnya.

Disampaikan pula bahwa diterimanya sertifikat ISO bagi SMA N I Depok  ini, harus menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan kualitas yang lebih baik. Sertifikat ISO ini merupakan bukti penga­kuan atas kualitas SMA N I Depok. Namun demikian, meski telah meraih sertifikat ISO, Sri Purnomo  juga  mengharapkan agar seluruh keluarga besar SMA N I Depok  untuk tetap berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.

Hal ini dikarenakan tantangan yang dihadapi kedepan oleh dunia pendidikan justru semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kualitas proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saja tetapi juga pada kualitas lulusannya.

Dengan sertifikasi ISO, SMA harus dapat membuktikan bahwa lulusannya merupakan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lainnya untuk meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Ditambahkan pula bahwa penyerahan sertifikat ISO ini juga memiliki konsekuensi kepada SMA N I Depok yaitu terus mempertahankan konsistensi kualitasnya, baik di dalam sistem dan proses pembelajarannya maupun tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah. Baik guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan grade kualitasnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah harus berusaha mendidik siswa sehingga memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya. Selain itu yang lebih penting adalah para lulusan SMA N I Depok ini hendaknya juga memiliki visi ke depan sebagai generasi yang inovatif dan berdaya juang tinggi. Generasi yang baik bukan hanya cerdas dan kreatif namun juga santun dan memiliki etika kepribadian yang mampu berjuang dalam meraih masa depan.




Rusunawa untuk Bripda M Taufiq Hidayat

DSC_0341 e (1024 x 781)Sleman – Tekad Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI untuk memberikan fasilitas hunian yang layak pada warganya salah satunya dibuktikan dengan diberikannya fasilitas hunian layak huni kepada keluarga Bripda Muhammad Taufiq Hidayat yang kesehariannya tinggal di kandang sapi beserta keluarganya ( bapak dan dua adiknya). Sementara ibunya sudah cerai dengan orangtuanya, dan saat ini M Taufiq Hidayat tinggal bersama bapaknya Triyanto dan tiga adiknya yang masih kecil yang masih duduk di Sekolah Dasar.

Penyerahan bantuan satu unit di Rusunawa ( Rumah Susun Sederhana) lengkap dengan isinya, antara lain tempat tidur, selimut, handuk, dan perlengkapan dapur di Rusunawa Jongke Sleman tersebut dilaksanakan Sabtu (17/1), yang ditandai dengan penyerahan kunci oleh Bupati Sleman dan diterima  Triyanto  (orangtua Bripda M Taufiq). Hadir pada kesempatan tersebut  Direktur Sabara Polda DIY Zulaeman SIK mewakili Kapolda DIY.

Penyerahan bantuan satu Rusunawa tersebut juga dihadiri Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen SIK,  Assekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPd, Kepala Dinas PUP Ir Nurbandi , Camat Mlati Drs Sujudi MM dan Kades Sendangadi.

Sri Purnomo pada kesempatan tersebut berharap dengan tempat tinggal yang baru yang lebih layak tersebut agar kehidupan kesehariannya lebih tentram, tidak lagi kehujanan seperti sebelumnya. Menurut Sri Purnomo pemberian bantuan tersebut sebagai salah satu upaya Pemkab Sleman dalam mengentaskan kemiskinan.

Semantara itu Drs Yulza Zulaeman SIK yang mewakili Kapolda DIY mengatakan, bangga pada Bripda M Taufiq Hidayat meskipun dengan segala keterbatasan ekonomi tetapi punya tekad yang tinggi untuk menjadi anggota polisi, dengan hanya modal tekad, kemauan, dan kemampuan baik intelektual maupun phisik ternyata mampu menjadi anggota polisi.

Lebih lanjut disampaikan Yulza bahwa untuk menjadi seorang prajurit/polisi tidak harus kaya dengan keterbatan ekonomipun ternyata bisa menjadi seorang polisi seperti Taufiq. Tekad dan kemauan seperti Taufiq tersebut bisa menjadi contoh bagi generasi muda untuk mengabdi pada negara.

Karena Bripda M Taufiq Hidayat telah dikenal masyarakat sekitar Sendangadi dan diharapkan menjadi teladan dan motivasi bagi generasi muda disekitarnya makan Yulza akan merekomendasikan kepada Kapolda untuk menempatkan Bripda M Taufiq Hidayat di Jajaran Polres Sleman Polsek Mlati dan melaksanakan tugas di Babinsa Desa Sendangadi Mlati.

Usai penyerahan kunci Rusunawa  baik Bupati Sleman, Direktur Sabara Polda DIY, Kapolres Sleman, Triyanto dan M Taufiq membuka kunci kamar dan melakukan peninjauan. Dan mulai saat itulah keluarga Bripda M Taufiq Hidayat dan orangtua dan adik-adiknya bisa mulai menempati rusunawa Jongke.




Bupati Resmikan Kegiatan PNPM Cangkringan

DSC_0229 e (1024 x 658)Sleman – Berbagai hasil kegiatan dan pembangunan di wilayah Kecamatan Cangkringan telah diresmikan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Assekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPd,  Sabtu (17/1). Hasil pembangunan yang diresmikan Suyamsih berupa  gedung PAUD di Plosokerep Desa Umbulharjo Cangkringan peresmiannya ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan peninjauan bangunan.

Selanjutnya Suyamsih juga meresmikan pembangunan irigasi di dusun Dawung Wukirsari Cangkringan yang ditandai dengan pemecahan Kendi, dan dilanjutkan dengan peninjauan bangunan.

Sedang di pedukuhan Kebur Lor Argomulyo Cangkringan  Bupati Sleman, Sri Purnomo  menyusul dengan meresmikan pembuatan talud Jalan  yang menghubungkan padukuhan Kebur Lor dengan Tawangrenggo yang ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan dengan melintasi jalan tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Argomulyo Cangkringan, Darjono  melaporkan bahwa  talud jalan yang baru diresmikan tersebut  sepanjang 600 meter kiri kanan jalan hingga taludnya mencapai 1200 meter. Lebar jalan yang semula hanya 1,5 – 3 meter diperlebar menjadi 4 meter dengan menggunaakan tanah warga.

“Atas kesadarannya warga yang terkena pelebaran jalan tidak minta ganti rugi maupun ganti untung, ” kata  Darjono.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa biaya untuk pembangunan talud tersebut sebesar Rp 212,208 juta yang terdiri dari dana PNPM Mandiri Perdesaan Rp 190,883 juta dan swadaya masyarakat Kebur Rp 21,325 juta.

Untuk  bangunan gedung Serbaguna di Glagaharjo yang telah disempurnakan, diresmikan Sri Purnomo  ditandai dengan pengguntingan pita. Tidak ketinggalan di Dusun Batur Kepuharjo Cangkringan, Sri Purnomo juga menyempatkan diri meresmikan gedung Serbaguna yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Bangunan yang dibangun cukup megah tersebut menjadikan padukuhan Batur semakin  representatif dibanding dengan padukuhan yang lain. Untuk peresmian berbagai hasil kegiatan di Cangkringan tersebut secara seremonial juga ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Sri Purnomo.

Usai meresmikan berbagai hasil kegiatan pembangunan di wilayah Kecamatan Cangkringan, Sri Purnomo   menyampaikan bahwa dengan diresmikannya berbagai hasil kegiatan masyarakat tersebut bukan berarti telah selesai, tetapi justru makin berat karena harus merawat dan meningkatkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa wilayah Cangkringan yang potensi untuk pariwisata tersebut perlu ditingkatkan, karena dengan meningkatnya potensi pariwisata maka akses jalan sebagai jalur perekonomian akan lebih baik.

Sedangkan Camat Cangkringan, Edi Harmana SH MHum melaporkan bahwa semua hasil pembangunan di kecamatan Cangkringan  baik dari dana PNPM Mandiri Perdesaan maupun dari swadaya masyarakat telah dilaksanakan dengan baik, bahkan hasilnya melebihi 100 % dari target.




Mentan: Produksi Padi Belum Optimal Karena Banyak Saluran Irigasi Rusak

Sleman – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman Kamis (15/1) sore meninjau sejumlah saluran  irigasi di wilayah desa Sumbersari Kecamatan Moyudan Sleman. Pada acara tersebut Andi Amran Sulaiman mengatakan belum optimalnya produksi padi di Indonesia karena masih  banyak saluran air yang rusak dan tidak berfungsi normal serta berkurangnya  jumlah petani yang mencapai 500 ribu rumah tangga tani per tahun.

Kehadiran Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman  di persawahan wilayah desa Sumbersari Kecamatan Moyudan Sleman ini diterima oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI didampangi sejumlah pejabat dinas terkait Pemda DIY dan Pemkab Sleman. Amran Sulaiman juga meninjau sejumlah saluran irigasi dan mengetahui ada saluran irigasi yang tanggulnya belum dibangun permanen oleh karena itu   ia berjanji akan segera membangun tanggul irigasi tersebut.

Menurut Amran Sulaiman belum optimalnya produksi padi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya  banyak saluran irigasi yang rusak serta sering terjadinya kelangkaan pupuk dan benih/ Oleh karena itu dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini Kementerian Pertanian akan fokus melakukan perbaikan saluran irigasi yang rusak serta mempermudah petani dalam mendapatkan pupuk maupun  benih padi berkualitas.

Selain itu belum optimalnya produksi padi di Indonesia karena  10 tahun terakhir ini jumlah petani  di Indonesia berkurang sekitar 500 ribu rumah tangga tani per tahun karena pindah menekuni pekerjaan lain. Untuk menggantikan tenaga penggarap tersebut maka pemerintah pusat akan menggantikan dengan alat-alat mesin pertanian yang akan dibantukan kepada petanidan dengan perbaikan saluran air serta penyaluran bibit maupun pupuk yang tepat waktu.

Dengan pemberian bantuan aneka sarana pertanian tersebut diharapkan produksi padi di Indonesia bisa meningkat  20 persen. Sementara Sri Purnomo kepada Menteri Pertanian menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan produksi padi sebanyak 20 persen dari produksi padi di Sleman yang kini  mencapai 6,1 ton per hektar, dengan cara mengatur pola tanam dan pemberantasan hama akan lebih dievektifkan. Sementara itu kepada petani Menteri menargetkan peningkatan 40 % dengan akan segera direalisasikan bantuan dari Kementrian pertanian untuk mendukung dalam pelaksanaannya.

Meski sekarang ini harga beras mahal namun  Andi Amran Sulaiman menjamin persediaan beras di Indonesia dapat mencukupi kebutuhan bahkan  Amran memastikan  mahalnya harga beras sekarang ini akan segera turunkarena pada bulan Januari hingga Februari 2015 mendatang. Beberapa wilayah di Jawa Tengah akan panen raya padi yang hasilnya mencapai sekitar 50 juta ton  sehingga Amran Sulaiman optimis mahalnya harga beras belakangan ini akan segara turun.

Amran Sulaiman menambahkan agar harga beras stabil maka produksi padi di Indonesia harus ditingkatkan oleh karena itu di era pemerintahan Joko Widodo ini pemerintah pusat berupaya keras dapat meningkatkan produksi beras hingga 20 persen sehingga ke depan Indonesia bisa mengekspor beras ke berbagai negara lain dan hal itu diyakini akan segera terwujud.

Kunjungan ini sekaligus dimanfaatkan oleh petani diwilayah ini untuk berdialog dan menyampaikan permasalahan, harapan dan beberapa permohonan bantuan sarana pertanian yang ditanggapi positif oleh Amran Sulaiman dengan kosekwensi para petani dapat bekerja giat untuk dapat meningkatkan produksi pertanian.