Jajaran Kemenag Diminta Peka Situasi Yang Bisa Turunkan Kepercayaan Masyarakat

Sleman – Hari Jadi Kementrian Agama di Kabupaten Sleman diperingati dengan upacara bendera di lapangan Pemkab, Sabtu (3/1), dengan Inspektur Upacara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI. Hadir pula Sekda Sleman, Kajari Sleman, Ka Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Kemenag Sleman, Kepala KUD, Kepala MAN, MTS dan pejabat Kemenag Lainnya.

Peserta upacara dari Jajaran Kemenag, Kantor KUA se Kab Sleman, Guru-guru MAN dan MTSN se Kabupaten Sleman. Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya yang dibacakan Sri Purnomo mengatakan Kementerian Agama telah mengarungi perjalanan selama 69 tahun sejak didirikan pada 3 Januari 1946 dengan Menteri AgamaPertama almarhum Haji Mohammad Rasjidi.

Pemerintah membentuk Kementerian Agama sesuai usulan sejumlah tokoh ulama dalam sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang menghendaki dalam negara Indonesia yang merdeka urusan agama ditangani oleh kementerian tersendiri. Keberadaan Kementerian Agama merupakan bukti hadirnya fungsi negara dalam 2 membuat regulasi, memfasilitasi, melayani dan melindungi kehidupan beragama di atas prinsip hukum dan keadilan.

Selama Pemerintah Indonesia masih berdiri, seluruh umat beragama senantiasa membutuhkan peran Kementerian Agama. Peran dalam berbagai lingkup dan aspek kehidupan beragama yang membutuhkan keterlibatan negara. Agama merupakan unsur mutlak dalam pembangunan karakter dan bangsa (nation and character building). Sejalan dengan fungsi agama yang fundamental dalam kehidupan manusia, bangsa dan negara, maka Kementerian Agama menjalankan misi dan tugasnya dalam rangka memenuhi pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menag juga minta seluruh jajaran Kementerian Agama mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah harus peka terhadap berbagai hal yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan martabat kementerian ini. Dalam menjaga kepercayaan masyarakat, semangat
membimbing, memperbaiki dan mencegah terjadinya kesalahan, harus tetap didahulukan daripada semangat menghukum.

Seiring dengan dinamika persoalan umat beragama yang dihadapi, segenap pimpinan dan aparatur Kementerian Agama harus sering turun ke masyarakat. Kita harus banyak mendengar dan memahami masalah dan isu keagamaan yang muncul secara langsung dari masyarakat sehingga dapat direspon dengan cepat.

Dalam kaitan dengan pelaksanaan program dan anggaran, seluruh jajaran Kementerian Agama,  Menag minta melakukan penghematan keuangan negara, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, namun tetap memperhatikan efektivitas setiap program yang dilaksanakan.

Kepada para Penghulu KUA di seluruh Tanah Air, para penyuluh agama, para dosen Perguruan Tinggi Agama, para guru agama di sekolah dan para guru madrasah serta guru TPQ/TPA dan guru PAUD lainnya, yang tidak kenal lelah mendidik generasi bangsa, Menag menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Selain itu, peran Kementerian Agama dalam mendorong dan memfasilitasi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui penyempurnaan regulasi dan transformasi kelembagaan pengelola zakat, wakaf dan pengelolaan keuangan haji merupakan langkah besar yang memperkaya sejarah Kementerian Agama.

Dalam kesempatan ini juga diberikan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satrya bagi Karyawan Kementrian Agama Sleman oleh Kepala Kantor. Dan pada malam harinya  digelar pentas wayang kulit semalam suntuk.




Kejuaraan Grasstrack Wabup Cup dan Pesta Kembang Api

Sleman – Untuk menyemarakkan tahun baru 2015 dan memasyarakatkan dunia balap motor serta memasyarakatkan olahraga khususnya otomotif di wilayah DIY dan Jateng. Panitia pesta Rakyat Mororejo melaksanakan pesta kembang api dan kejuaraan terbuka Grasstreck Wakil Bupati Sleman Cup tahun 2014.

Kejuaraan berlangsung Rabu (31/12) mulai pukul WIB sampai selesai di Mororejo Circuit Park Karanggawang Mororejo Tempel Sleman. Demikian disampaikan Purwanto selaku ketua panita Grasstrack Wakil Bupati Sleman Cup disela sela persiapan kejuaraan. Lebih lanjut disampaikan bahwa  lintasan untuk kejuaraan Grasstrack tersebut sepanjang 850 meter dengan lebar lintasan 6 meter.

Setelah acara grasstrack selesai maka pada malam harinya pukul   WIB dilaksanakan pesta kembang api selama satu jam. Pada kejuaraan Grastrack tersebut bertujuan mengevaluasi  para pembalap motor di wilayah Jogja dan sekitarnya, juga untuk menggali potensi, minat dan bakat pembalap generasi muda Jogja agar mendapatkan penyaluran hobinya dengan positif.

Sedangkan sasaran untuk menjaring dan mencari bibit-bibit pembalap di wilayah Jogja, khususnya  Sleman untuk menjadi pembalaap yang handal tangguh dan membanggakaan masyarakaat Sleman dan sekitarnya, juga untuk memberikan hiburan bagi masyarakat Mororejo Tempel.

Kelas yang dilombakan dalam Grasstrack tersebut kelas Bebek standar pemula DIY, bebek standar pemula Jateng, bebek standar pemula Jateng dan DIY, bebek standar pemula pelajar, bebek standar pemula Open, bebek modif pemula, bebek modif Open, FFA Pemula, OMR KLX, Kelas Trapas non pembalap non SE non enduro, Veteran 35 tahun non pembalap non SE non enduro dan kelas Mini Moto.

Ditambahkan Purwanto bahwa kejuaraan Grasstrack Wakil Bupati Sleman Cup tersebut memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan total Rp 31,75 juta dan piala.




Bupati Resmikan Mushola Ar-Razzaaq Stadion

Sleman – Mushola Ar-Razzaq Stadion Maguwoharjo yang merupakan prakarsa dan inisiatif PT Bank BPD DIY secara resmi telah diresmikan oleh Bupati Sleman  Drs H Sri Purnomo MSI yang ditandai dengan pembukaan selubung papan nama, Rabu (31/12).

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Pimpinan Bank BPD Cabang Sleman Nur Ismantoro. Mushola yang berdiri di komplek stadion tersebut  akan menjadi tempat ibadah kaum muslim terutama yang beraktivitas di sekitar Stadion Maguwoharjo. Dengan berdirinya Mushola tersebut akan memudahkan masyarakat untuk menunaikan ibadahnya dan tidak harus pergi jauh dari stadion.

Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa mushola tersebut agar dirawat dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal dan meningkatkan sarana peribadatan tersebut. Oleh karena itu Sri Purnomo minta agar dibentuk pengelola mushola sehingga pembangunan mushola tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan Iman dilingkungan stadion Maguwoharjo.

Disamping itu pembangunan mushola tersebut diharapkan juga dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar serta mengkaji nilai-nilai luhur Islam yang benar dan sesuai dengan Al-Quran dan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Menurut Sri Purnomo, Islam yang berarti selamat merupakan agama yang mengedepankan keselamatan bagi umat, masyarakat serta lingkungan. Disampaikan pula bahwa dengan maraknya tindakan-tindakan anarkis seperti penganiayaan , pengrusakan hingga aksi teror yang mengatasnamakan Islam, justru merupakan tindakan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Selain itu yang tengah marak lagi akhir-akhir ini adalah korban minuman oplosan yang justru terjadi di pelosok-pelosok pedesaan. Hal tersebut menuntut perhatian dan tindakan yang nyata dari semua pihak.

Sri Purnomo mengajak seluruh warga masyarakaat untuk semakin peduli dengan lingkungannya daengan mendampingi anak-anak. Generaasi muda dalam bersosialisasi dan berperilaku di masyarakat. Bukan dengan mengekang kegiatannya namun lebih kepada mengarahkan aktivitasnya sesuai dengan minal dan bakat yang dimiliki. Disamping itu Sri Purnomo minta untuk menggiatkan kembali satgas-satgas anti napza yang ada dilingkungan masyarakat untuk bersinergi menanggulangi masalah tersebut.

Harapan juga disampaikan kepada seluruh masyarakat RT, RW dan dukuh harus benar-benar ngaruhke  warganya dalam rangka menjaga keamanan dan ketentraman di wilayah, sehingga situasi yang kondusif tetap terjaga di Kabupaten Sleman.