Atlet Porda Peraih Medali Dapat Bonus

Penyerahan Bonus Pada AtletSleman – Atlet Kontingen Sleman peraih medali pada Porda XIII di Kulonprogo mendapat bonus sebesar Rp 8 juta bagi peraih medali emas, dengan total uang yang sediakan untuk bonus mencapai Rp 3,338 miliar yang akan dibayarkan dua tahap yakni untuk tahap I sebesar Rp 2 miliar dan sisanya akan dibayarkan awal tahun 2016.

Demikian disampaikan Ketua Koni Sleman, Ir Pramono dalam acara Pembubaran dan Pemberian tali asih kontingen Porda XIII Kabupaten  Sleman, Rabu (18/11) di GOR Pangukan Sleman. Pramono menyampaikan Kontingen Sleman Sleman berkekuatan 667 atlet serta 196 Oficial mengikuti 402 nomor dari 407 nomor yang dipertandingkan dari 35 cabang olah raga. Sementara medali yang diperoleh 125 emas, 105 perak dan 129 perunggu terpaut 1 medali emas dari juara umum Kabupaten Bantul yang meraih 126 emas.

“Selisih 1 medali emas ini sungguh menyakitkan bagi kontingen Sleman, namun kenyataan itu akan menjadi pembelajaran dalam mengikuti Porda yang akan datang untuk bisa meraih juara umum,” kata Pramono.

Sementara  Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi  menyampaikan terimakasih kepada para atlet, pelatih serta para official atas peran sertanya mewakili Kabupaten Sleman pada Porda XIII DIY 2015. Walaupun pada tahun ini belum memperoleh trophy juara umum, namun  patut berbangga hati atas perolehan mendali yang diperoleh yang hanya terpaut sedikit dari perolehan mendali juara umum.

“Hasil yang diperoleh ini merupakan representasi dari kerja keras, dedikasi, usaha, para atlet serta pelatih dan official dalam keikutsertaan Porda XIII DIY,” kata Gatot.

Selanjutnya Gatot berharap kekalahan pada Porda 2015 ini tidak menjadi pematah semangat para atlet, mengingat tujuan  dalam keikutsertaan pada Porda tersebut bukan hanya masalah menang atau kalah namun bagaimana berjuang secara sportif. Kemenangan bukanlah semata  tujuan akhir dari sebuah kompetisi namun lebih kepada suatu proses  untuk memaknai arti kemenangan dan prestasi.

“Kita tidak perlu saling menyalahkan baik diantara sesama atlet, pelatih maupun official. Juga tidak perlu menuding kontingen lain sebagai penyebab kekalahan, ambil sisi positif dari kekalahan tersebut. Mungkin kedepan harus lebih sering mengikutsertakan para atlet dalam berbagai kompetisi sebagai ajang latihan agar mental dan teknik bertanding para atlet semakin baik,” tutur Gatot.

Tali asih secara simbolis diserahkan Penjabat Bupati Sleman kepada para atlet dan oficial didampingi Ketua KONI Sleman dan Pj Sekda Sleman. Selanjutnya juga dilakukan pelepasan atribut kontingen topi dan jaket sebagai pertanda pembubaran kontingen Sleman.




Atribut Kampanye Ilegal Pilkada Sleman Ditertibkan

Sleman – Sebanyak 500 buah atribut kampanye ilegal pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada Sleman, berhasil ditertibkan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman. ‪Upaya penertiban atribut Pilkada tersebut merata di 17 kecamatan.

Sementara atribut yang digolongkan pelanggaran  antara lain pelanggaran cara pemasangan yang mayoritas terdapat pada pepohonan, baik itu berbentuk rontek, banner, juga poster, sedangkan spanduk dan baliho ilegal jumlahnya hanya beberapa buah.

‪”Penertiban kami lakukan sejak seminggu yang lalu berkoordinasi dengan Panwascam, pelanggaran terbanyak ditemukan di beberapa kecamatan, diantaranya  wilayah Kecamatan Mlati, Gamping dan Ngaglik,” kata Kepala Seksi Operasional Satpol PP Sleman, Sri Madu Rakyanto di Sleman, Rabu (18/11).

‪Menrutu Sri Madu, berdasarkan hasil koordinasi dengan jajaran Panwaslu Kabupaten, masing-masing tim sukses pasangan calon (paslon) tidak boleh mengambil atribut kampanye yang disita, karena pengambilan baru bisa dilakukan setelah seluruh tahapan Pilkada selesai dilaksanakan.

‪”Yang perlu diperhatikan untuk  pengambilan atribut di kantor Satpol PP harus menggunakan surat rekomendasi dari Panwas,”  tambah Sri Madu.

‪Disamping itu Satpol PP Sleman lanjut Sri Madu juga berencana akan  melakukan penertiban atribut kampanye ilegal secara besar-besaran di 17 kecamatan mendekati hari tenang masa kampanye, atau sebelum berlangsungnya pencoblosan tanggal 9 Desember 2015.

”Nanti kami juga akan melibatkan jajaran Panwaslu Kabupaten Sleman,”  kata Sri Madu.***




50 Karya Foto Dipamerkan Dalam Pameran Foto Potensi UKM 2015

1811slemanpameranSleman – Dalam rangka mengenalkan Komuditas Usaha Kecil Menengah (UKM) dan obyek wisata, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Humas Sekretariat Daerah bekerjasama dengan Jogja Shutter Camp (JSC) menyelengarakan Pameran Fotografi dengan mengangkat tema “Potensi UKM dan Pariwisata Lereng Merapi 2015” di Hall B Lantai II Plaza Ambarukmo, Selasa (17/11).

Penyelenggaraan Pameran disupport oleh PD BPR Bank Sleman dan Plaza Ambarrukmo Management sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tumbuh kembangnya berbagai produk UKM di Kabupaten Sleman serta Pengenalan Obyek-obyek Wisata Sleman kepada masyarakat luas melalui media foto. Pameran foto tersebut berlangsung pada tanggal 17 hingga 21 November 2015 di Hall B Lantai II Plaza Ambarrukmo.

Pembukaan pameran  dihadiri oleh Penjabat Bupati Sleman, GM Plaza Ambarrukmo, Direktur PD BPR Bank Sleman, Pj. Sekda Kabupaten Sleman, Staf Ahli serta tamu undangan dari SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Pameran foto dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi. Yang dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pameran foto ini menjadi media publikasi dan dukungan konkrit Pemerintah terhadap upaya tumbuhkembangnya berbagai produk UKM dan pengenalan secara luas obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Sleman.

Diharapkan melalui kegiatan ini potensi-potensi yang ada di Sleman baik dalam bidang UKM maupun Pariwisata dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, investor, maupun wisatawan. Serta kegiatanini juga menjadi media eksistensi dari fotografer baik profesional maupun amatir untuk memperkenalkan karya-karyanya pada masyarakat luas.

Sebanyak 50 foto dipamerkan dalam acara tersebut, yakni 20 foto pemenang dari 4 kategori lomba dan 30 foto nominator lomba. Empat kategori tersebut adalah kategori Cagar Budaya dan Bangunan Haritage, kategori Proses Produksi UKM, Kategori Ragam Pesona Wisata Sleman, dan kategori On The Spot Obyek Wisata Lereng Merapi.

Dalam acara pembukaan tersebut pengunjung juga disajikan tester salah satu komuditas unggulan khas Kabupaten Sleman yaitu Kopi Merapi. Pengunjung terlihat antusias atas pembukaan pameran foto tersebut, terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke area pameran untuk melihat-lihat foto sembari menikmati Kopi Merapi.




Pemkab Launching Kawasan Non Tunai

lounching kawasan non tunaiSleman – Tingkat transaksi non tunai di Indonesia masih tergolong rendah, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), saat ini pembayaran tunai di seluruh Indonesia masih di kisaran 90 persen. Artinya hanya sekitar 10 persen dari seluruh transaksi dilakukan secara non tunai. Hal tersebut disampaikan Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi saat melounching kawasan non tunai di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Selasa (17/11).

Disampaikan Gatot  bahwa dengan Launching Kawasan Non Tunai di Kabupaten Sleman ini diharapkan mampu mendorong meningkatnya tingkat transaksi non tunai oleh masyarakat karena hal ini akan menunjuang pergerakan sektor perekonomian. Transaksi non tunai terbukti mempercepat perputaran ekonomi di suatu negara, karena transaksi ini sifatnya nyaman dan aman.

“Hal ini sejalajan dengan semangat pemerintah dalam memerangi korupsi, Launching Kawasan Non Tunai tersebut jauh lebih transparan dan akuntabel karena bisa selalu tercatat dan terlacak,” kata Gatot.

Gatot mengatakan bahwa desain biodegester sangat unik, kecil dan fleksibel dan tidak menimbulkan bau (ramah lingkungan) sehingga lebih cocok diterapkan di rumah tinggal, perkatoran, dan tempat-tempat yang hanya memiliki lahan terbatas. Sedang saat ini di Kabupaten Sleman sudah terdapat 172 kelompok sampah mandiri yang telah melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.

“Dan ini terus kita dorong melalui program-program yang ada di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, dengan bantuan komposter, dan program pendampingan pada pelaku,” tutur Gatot.

Selain itu lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman juga melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah dan pondok pesantren untuk menjadi sekolah dan pondok pesantren yang berwawasan lingkungan. Gatot juga berharap seluruh komponen Pondok Pesantren Sunan Pandanaran secara serius dan sepenuh hati dalam melaksanakan proram Program Pengembangan Kewirausahaan Santri (santripreneur) ini.

Dengan program ini nantinya para santri yang akan dapat mengabdikan keilmuannya didalam masyarakat, dan juga memiliki bekal dalam hal berwirausaha, sehingga nantinya dapat membuka banyak lapangan kerja yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi nyata dalam membangun ekonomi bangsa melalui aspek kewirausahaan yang Islami.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kepala Perwakilan BI Jogja Arief Budi Santoso, Kepala Kanwil kemenag DIY  . Nizaar Ali, Dekan fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Sunan Kalijaga  Dr Ibnu Qisam, dan pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran KH. Mu’tashim Billah.

Pada kesempatan tersebut ada tiga moment yaang penting bagi Ponpes Sunan Pandanaran, yaitu penyetahan bantuan sosial Bank Indonesia untuk Ponpes Sunan Pandanaran, penyerahan Brizzi dari BRI dan kewirausahaan bagi santriwan/santriwati Sunan Pandanaran.

Sementara itu Jono Karyono dari BRI menyampaikan bahwa tahun 2016 nanti BRI akan meluncurkan satelit , dan satu satuanya Bank yang mempunyai satelit. Sampai saat ini jumlah kantor secara ada yang taerhubung real time online baik dalam maupun luar negeri, jumlah ATM ada , dan lainnya. Sedang untuk Jogja jumlah kantor ada 923,ATM , jumlah EDC , jumlah CDm 27, jumlah E   Buzz 4 jumlah agen Brilink   dan jumlah Teras keliling 33.




Korpri Sleman Gelar Lomba Paduan Suara

IMG_9703 (1024 x 683)Sleman – Korpri Kabupaten Sleman menggelar lomba paduan suara dalam rangka peringatan hari jadi ke – 44 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (17/11). Lomba paduan suara diikuti oleh 18 peserta dari SKPD, Sub unit Korpri SKPD, dan UPT Kabupaten Sleman.

Dasar penyelenggaraan Surat keputusan ketua dewan pengurus Korpri Kabupaten Sleman Nomor 32/DP Kab. Slm/IV/2015 tanggal 29 September 2015 Panitia Ulang Tahun Korpri hasil rapat pleno dan technical meeting 13 oktober 2015.

Sekretaris Dewan Pengurus Korpri, Endang Kusmawati, menyampaikan lomba paduan suara dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi bagi peserta terhadap musik, meningkatkan persaudaraan antar anggota korpri, dan menumbuhkan rasa kegotongroyongan dalam paduan suara.

Sedangkan Ketua panitia Drs. Pustopo mengatakan paduan suara sebagai salah satu kegiatan untuk memeriahkan HUT Korpri. Dewan Juri lomba paduan suara khusus didatangkan dari luar Sleman untuk penilaian yang optimal.

Adapun juri lomba paduan suara ialah Dra. Yonana Lilik S, Drs. Langgeng Sumuyut, Retno Pujiwati, yang didatangkan dari Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Dan untuk juara lomba paduan suara akan mendapatkan penghargaan untuk tampil dalam acara Dialog Sembada di TVRI pada 27 November 2015 dan mengisi grand opening Mars Korpri.