350 Ribu Wisatawan Ditargetkan Berlibur di Sleman pada Musim Libur Natal – Tahun Baru

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman menargetkan kunjungan 350 ribu wisatawan dalam libur akhir tahun ini. Target tersebut terhitung selama liburan akhir tahun mulai 20 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016. Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan hal tersebut, Minggu (27/12).

Menurut Ayu target itu ditetapkan berdasarkan capaian kunjungan wisatawan dalam periode yang sama mencapai 398 ribu wisatawan. Capaian tersebut melebihi target di tahun 2014 sebesar 325 ribu wisatawan.

“Meski di tahun sebelumnya kunjungan wisatawan 122,64 persen dari target, di tahun ini kami tidak mau muluk-muluk dengan target kunjungan,” kata Ayu.

Wisawatan yang berlibur di Sleman dikatakan Ayu  tersebar di sejumlah destinasi. Dari jumlah tersebut, kunjungan terbanyak di Candi Prambanan, kemudian di destinasi lain seperti Kaliurang, Volcano Tour Cangkringan, dan Situs Ratu Boko 12 ribu.

“Selain itu, di Sleman juga banyak wisatawan yang berlibur di desa wisata. Pada liburan akhir tahun lalu, kunjungan mencapai wisatawan,” tambah Ayu.

Pada liburan akhir tahun ini, Ayu memprediksi Candi Prambanan, Kaliurang dan Volcano Tour Merapi masih menjadi destinasi unggulan.

Selain itu, destinasi wisata edukasi seperti Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan Museum Gunungapi Merapi (MGM) diprediksi juga akan kebanjiran wisatawan mengingat libur akhir tahun bertepatan dengan libur semester sekolah.

“Sejumlah event telah kami persiapan guna menjelang libur akhir tahun. Di Kawasan Kaliurang telah kita siapkan kirab budaya Lereng Merapi, festival lampion, festival penjor hingga pesta kembang api di tiga titik,” tutur Ayu.***




Ribuan Botol Minuman Keras Dimusnahkan

IMG_3349Sleman  – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai jenis. Pemusnahan dilakukan dengan cara menggilas botol-botol miras di Lapangan Pemkab Sleman, Selasa (22/12). Miras tersebut merupakan hasil operasi selama 6 bulan atau semester kedua tahun 2015 di berbagai daerah.

Menurut Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi, pemusnahan barang bukti miras tersebut merupakan upaya Pemkab Sleman dalam menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif di tengah-tengah masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah mengadakan operasi miras. Namun demikian, Penanganan miras jangan hanya mengandalkan jajaran kepolisian atau aparat Pol PP dan Tibmas saja yang keberadaannya sangat terbatas.

Akan tetapi agar pemberantasan minuman keras tersebut dapat dilakukan secara lebih efektif, perlu dibantu oleh semua  stakeholder, semua  lapisan masyarakat  untuk bersama-sama mewaspadai maraknya berbagai penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, judi, peredaran miras ilegal dan sebagainya disekitar lingkungan tempat tinggal.

“Kegiatan pemusnahan barang bukti hasil operasi penyakit masyarakat, hendaknya dilakukan secara transparan dan terbuka. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dengan pasti berapa jumlah barang bukti hasil minuman keras yang berhasil disita dan berapa yang dimusnahkan. Jangan sampai barang bukti yang berhasil disita, justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata Gatot.

Dikatakan pula oleh Gatot kegiatan pemusnahan barang bukti hasil operasi yang dilakukan Satpol PP ini hendaknya ditindak lanjuti dengan kegiatan operasi yang lebih giat lagi. Jangan sampai operasi miras ini hanya hangat-hangat tahi ayam atau dilakukan sekedarnya saja. Laksanakanlah operasi miras dengan lebih efektif lagi sehingga peredaran miras tidak berkembang lebih luas di wilayah Sleman.

Barang bukti miras yang dimusnahkan ini merupakan hasil operasi selama 6 bulan terakhir. Ditambahkan Gatot, barang bukti yang dimusnahkan ini hanyalah merupakan sedikit bukti yang ada. Tidak berlebihan jika barang bukti tersebut hanyalah sebuah titik puncak gunung es yang secara kebetulan terlihat mata. Sedangkan kasus konsumsi minuman keras yang sebenarnya merupakan sebuah gunung sangat besar ukurannya.

Sebab banyak sekali kasus kejahatan yang diakibatkan konsumsi miras menimpa masyarakat baik yang diberitakan media massa ataupun tidak melapor polisi serta tidak dimuat di media massa. Dan, jika dicermati secara seksama maka konsumsi miras semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Berkenaan dengan hal tersebut, Gatot sangat mengharapkan peran masyarakat, terutama pemuda dalam mengantisipasi menjalarnya peredaran narkoba, miras dan bentuk kejahatan lain di tengah masyarakat. Tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat dalam upaya pemberantasan miras, maka pihak keamanan tidak akan berhasil dalam menuntaskan masalah-masalah kejahatan yang sering terjadi.

“Sejak dini harus dilakukan langkah-langkah antisipasi, agar peredaran narkoba, miras, perjudian dan sejenisnya bisa diredam. Terlebih ini menjelang Natal dan tahun baru, kita semua harus berupaya mewujudkan suanana yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Sleman,” tegas Gatot.




Kantor Arsip Daerah Menjadi OPD Terbaik Sleman Tahun 2014

Sleman – Disaksikan oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi dan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwinarno sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sleman menerima apresiasi atas keberhasilannya dalam memberikan kinerja terbaik tahun 2014 yang lalu. 

Hasil penilaian kinerja OPD 2014 ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 80.3/ tentang Hasil penilaian Kinerja Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun 2014 dan menetapkan 3  terbaik. Pengumuman pemenang dilakukan pada Rapat Koordinasi Pimpinan yang diselenggarakan pada Rabu (23/12) di Aula Lantai III sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

“Berdasarkan SK Bupati tersebut ditetapkan tiga OPD terbaik. Peringkat pertama diraih oleh Kantor Arsip Daerah di bawah kepemimpinan Retno Susiati SH MM,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti di Sleman, Minggu (27/12).

Sementara menurut Sri Winarti,  peringkat kedua diraih oleh Badan Kepegawaian Daerah yang dikepalai oleh Drs Iswoyo Hadiwinarno yang saat ini juga  menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman. Sedangkan peringkat terbaik ketiga diraih oleh Satuan Polisi Pamong Praja dibawah kepemimpinan Drs Joko Supriyanto MSi.

“OPD yang meraih terbaik I, II dan III mendapatkan penghargaan berupa throphy, piagam dan notebook,” katanya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengumuman hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan kecamatan berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 96/ tentang hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan Tahun 2015.

Peringkat pertama diraih oleh Kecamatan Berbah dengan nilai , peringkat kedua diraih oleh Kecamatan Sleman dengan nilai 497,438 sedangkat Peringkat Ketiga diraih oleh Kecamatan Minggir dengan total nilai 497,075. Ketiga kecamatan tersebut memperoleh throphy bergilir, piagam penghargaan dan barang penunjang pelayanan.




Stand Up Comedy Ramaikan Malam Tahun Baru di Kaliurang

Sleman – Pada liburan Natal dan Tahun Baru 2016 ini, destinasi wisata Sleman sungguh bakal sangat meriah. Selain keberadaan gemerlap hutan lampion di kawasan Gardu Pandang Kaliurang dalam konsep “Festival of Lights” bertema “Jurrasic & Romantic Garden Lantern”, juga diselenggarakan pesta kembang api, kirab budaya, festival penjor dan festival lampion. Bahkan stand up comedy pun akan digelar.

Berbagai daya tarik tersebut diyakini bakal menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan khususnya dari luar daerah yang berlibur di Jogja. Dengan menawarkan kemeriahan yang bernuansakan budaya, Sleman akan menjadi wisata nostalgia bagi sebagian wisatawan. Dan saat libur Natal dan Tahun Baru 2016 ini merupakan saat yang tepat untuk berkunjung ke Sleman untuk mengenang masa sekolah, masa kuliah dan masa mudanya saat di Jogja.

Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Rabu (23/12) saat melakukan monitoring kesiapan destinasi wisata di kawasan obyek wisata Kaliurang.

Menurut Ayu, pada saat malam pergantian tahun pada tanggal 31 Desember 2015 besok, kawasan Kaliurang akan dimeriahkan dengan atraksi pesta kembang api dan kirab budaya setidaknya dari 10 komunitas budaya di lereng Merapi.

Bahkan yang dipastikan akan dapat menyedot wisatawan khususnya kawula muda adalah diagendakannya Stand Up Comedy komunitas Anang Batas yang dipadukan dengan pagelaran musik Sound Cloud Jogja dan Indonesian Finger Style Guitar Community (IFGC) dengan MC Yusril Fahriza dan Gigih Adiguna.

Sedangkan festival penjor dan festival lampion akan diikuti oleh masyarakat Kaliurang disepanjang jalur jalan di kawasan Kaliurang mulai 20 Desember 2015 hingga malam tahun baru 2016. Terkait dengan aspek keamanan dan arus lalu lintas, dijelaskan Ayu, pihak pemerintah daerah bekerjasama dengan aparat kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat setempat.

“Diharapkan malam tahun baru di wilayah Sleman dapat berlangsung dengan tertib dan aman, sehingga akan menciptakan kesan yang mendalam bagi wisatawan yang berkunjung ke Sleman,” kata Ayu.

Sedangkan kepada para wisatawan dihimbau untuk menjaga ketertiban dilokasi obyek wisata maupun ketertiban dijalan raya untuk menghindari terjadinya kemacetan.




Perempuan Miliki Kesempatan Jadi Pejabat Struktural

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam kebijakan manajemen pemerintahan, memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki berkarier dalam jabatan struktural.

“Kompetensi pegawai menjadi dasar dalam seleksi pegawai untuk menduduki jabatan struktural tersebut,” kata Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi pada Saresehan Hari Ibu di Sleman, Rabu (23/12).

Menurut Gatot, untuk sektor swasta, kebijakan yang diterapkan Pemkab Sleman yaitu setiap perusahaan atau unit usaha swasta yang berinvestasi di Sleman juga dihimbau agar berwawasan gender.

Misalnya dalam kesempatan memperoleh pekerjaan, agar tidak ada diskriminasi pada saat penerimaan tenaga kerja maupun pada saat pemberhentian kerja. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua karyawan baik laki-laki mupun perempuan untuk mengikuti pelatihan dan menduduki jabatan.

Gatot mengatakan,”Termasuk dalam hal pengupahan, tidak ada pembedaan antara tenaga kerja pria dan wanita. Semua tenaga kerja diharapkan diikutsertakan dalam program jaminan tanpa terkecuali. Tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan alasan hamil, melahirkan, gugur kandungan atau menyusui”.

“Pemberian hak cuti haid, cuti hamil dan melahirkan. Menyediakan fasilitas pojok laktasi bagi tenaga kerja wanita yang ingin menyusui bayinya serta tersedianya fasilitas kamar mandi dan ruang ganti baju antara tenaga kerja wanita dan laki-laki secara terpisah,” tambah Gatot.

Gatot juga menambahkan, tugas utama laki-laki dan perempuan sebagai orangtua dalam keluarga adalah bersama-sama bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup keluarga dalam segala aspek.

“Jangan hanya terfokus pada aspek ekonomi saja tetapi juga dalam hal pendidikan anak-anak, sosial kemasyarakatan dan juga pekerjaan-pekerjaan domestik rumah tangga, diharapkan agar peran laki-laki dan perempuan juga setara dan saling mendukung,” tambahnya.

Gatot mengungkapkan, pekerjaan tidak memiliki jenis kelamin, sehingga baik dijalankan oleh laki-laki ataupun perempuan sama saja. Harus ada saling pengertian, saling mendukung dan saling mengisi serta mengutamakan keluarga.

“Diharapkan setiap kepala keluarga tidak semata-mata menyerahkan tanggung jawab pengasuhan anak kepada kaum ibu saja, melainkan bekerjasama dalam mendidik anak-anak,” katanya.

Ketua panitia sarasehan Hari Ibu ke 87 Erna Iswoyo Hadiwarno mengatakan tujuan sarasehan tersebut untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakaat, berbangsa dan bernegara menuju pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. Sarasehan diikuti 500 orang terdiri dari BPPM, SKPD, GOW, Dharma Wanita, PKK Kecamatan, PKK Desa, Forans dan masyarakat, kelompok KB pria dan wanita.

Ia mengatakan, rangkaian kegiatan Hari Ibu antara lain pemeriksaan Papsmaer 25 orang dan donor darah 80 orang.

“Selain itu juga penyerahan bantuan berupa pot di Desa Balecatur dan air bersih di Prambanan, peresmian kebun anggrek dan lainnya,” katanya.