DPT Pilkada Sleman Bertambah 604

Sleman – Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Sleman bertambah sebanyak 604 orang, dari jumlah sebelumnya yang hanya orang pemilih. Dengan masuknya pemilih tambahan ini, total DPT Pilkada Sleman sebanyak .

Anggota KPU Sleman Devisi Hukum, Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga, Imanda Yulianto mengatakan, kondisi itu disebabkan tingginya mobilitas penduduk, sehingga sulit ditemui sewaktu berlangsung pendataan pemilih. Saat ini, tambahan jumlah pemilih yang tersebar pada 61 desa dan 17 kecamatan, telah dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tambahan.

“Jumlah terbanyak berada di wilayah Kecamatan Gamping dan Kecamatan Tempel, masing-masing 84 orang, sementara yang paling sedikit di Kecamatan Tempel karena hanya berjumlah lima orang pemilih”, kata Imanda, Minggu (1/11).

Ditambahkan Imanda, pasca ditetapkannya pemilih tambahan, maka KPU Sleman tidak akan melakukan proses pendataan kembali karena sudah final. Tetapi jika masih ada masyarakat yang belum terdata, mereka bisa menggunakan hak suara pada satu jam terakhir sebelum proses pemungutan suara di TPS selesai dilakukan, dengan menunjukkan kartu identitas kependudukan.

‪”Jadi antara jam 12 sampai jam satu siang, dengan melihat ketersediaan surat suara cadangan di satu TPS, jika habis maka pemilih bisa dialihkan ke TPS lain yang masih punya cadangan surat suara,” imbuhnya.‬




Pererat Silaturahmi dengan Kirab Seni Budaya

IMG_3777Sleman – Sebanyak 510 peserta memeriahkan gelaran kirab seni dan budaya di Desa Tirtomartani, Sabtu (31/10). Kirab tersebut merupakan salah satu rangkain acara gelaran seni dan budaya yang digagas oleh Desa Tirtomartani.

Dukuh Kalibening, Sumaryanto mengatakan kirab seni dan budaya tahun 2015 ini untuk mempererat tali silaturahmi antar warga padukuhan,  menghidupkan kembali kebudayaan yang mulai hilang dan mengenalkan seni dan budaya kepada anak – anak muda generasi penerus di Desa Tirtomartani.

Adapun peserta kirab berasal dari padukuhan se Desa Tirtomartani meliputi Dhuri, Karang Kalasan, Ngajeg, Kalibening, Bendan, Kringinan, Pundung, Kedulan, Jarakan, Krajan, Tegalsari, Kalimati, Jetis, Karangnongko, Brintikan, dan Sembur.

Selain kirab seni budaya, acara di Desa Tirtomartani yang sudah dilaksanakan sejak 6 Oktober 2015 meliputi aneka perlombaan olahraga, senam aerobik, bazar, pementasan ketoprak, wayang kulit dan pada puncaknya akan digelar kesenian jatilan dari 7 padukuhan. Kesenian jatilan pada 1 november 2015 akan dimulai dari jam sampai menjelang waktu shalat maghrib.




KPU Sleman Pastikan Penyandang Disabilitas Bisa Mencoblos

AswinoSleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menjamin para penyandang disabilitas bisa menggunakan hak suara mereka dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang. 

Anggota KPU Sleman, Aswino Wardhana mengatakan, sejak awal tahapan Pilkada pihaknya telah memberikan bimbingan teknis kepada badan adhoc yang ada, seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) terkait dengan pemilih penyandang disabiltas.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar para petugas tersebut mengetahui cara memperlakukan para penyandang disabilitas ketika berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga mereka bisa menggunakan hak pilihnya.

Bahkan, kata Aswino, pada formulir C1 untuk merekap hasil penghitungan suara, sudah dimasukkan kolom khusus untuk mendata jumlah pemilih difabel di masing-masing TPS. Dari orang pemilih tetap di Kabupaten Sleman, sekitar 2% merupakan pemilih penyandang disabilitas.

“Sejak awal kami sudah memberikan bimbingan teknis kepada badan adhoc, PPK, PPS dan KPPS bagaimana mereka itu nantinya memperlakukan para penyandang disabilitas dalam Pilkada,” kata  Aswino di kantornya, Kamis (29/10).

Sementara untuk memberi kemudahan bagi para penyandang Tuna Netra, KPU Sleman, lanjut  Aswino, telah melakukan pengadaan template atau alat bantu pencoblosan yang jumlahnya mencapai 600-an buah atau separuh dari jumlah total TPS yang mencapai 1969 buah.

Para pemilih penyandang disabiltas juga diperbolehkan memakai pendamping ketika melakukan pencoblosan, bisa dari petugas KPPS atau dari pihak keluarga dan nantinya KPU akan memfasilitasi formulir C3 untuk mengisi identitas pendamping.




Pemkab Sleman Bangun Karakter Pemuda

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai merintis dilakukannya pembangunan karakter generasi muda Jogja yang istimewa untuk Indonesia. Hal itu dilakukan karena terus terjadinya disorientasi karakter dan kepemimpinan generasi muda. 

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono MKes  pembangunan karakter generasi muda tersebut kini sudah dimulai pada proses belajar mengajar di sekolah dengan memasukkan ajaran budaya Jawa.

Karena itu  lanjut Sunartono dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2015 ini diharapkan program tersebut dapat lebih diaktualisasikan, sehingga ke depan dari Kabupaten Sleman dapat dimunculkan figur generasi muda yang tangguh dengan disertai  budi pekerti Jawa yang adiluhung.

”Mulai kita lakukan untuk membangun karakter itu dari tingkat sekolah yang bermuatan lokal yang benar-benar lokal ada di wilayah kita dan kita terapkan adalah budaya Jawa. Tetapi bukan Jawaisme, tetapi di sana terkandung makna budi pekerti yang sangat adiluhung”, kata Sunartono, Kamis (29/10).

Langkah yang ditempuh Pemkab Sleman tersebut, dijelaskan Sunartono, bukan merupakan program Jawanisasi, namun justru dengan basis budaya Jawa,  Jogja siap diperuntukkan bagi perekat kesatuan dan persatuan bangsa.

Program ini meski diyakini Sunartono belum akan terlihat dalam waktu dekat, akan tetapi harus dilakukan. Apalagi jika melihat kondisi generasi muda saat ini banyak yang tidak lagi peduli dengan karakter dan identitas bangsa sendiri.



50 Orang Ikut Donor Darah Hari Jadi PDAM Sleman

Donor DarahSleman – Menyongsong hari jadi PDAM Kabupaten Sleman ke 23 tahun 2015 di halaman kantor PDAM Sleman diadakan donor darah, Kamis (29/10). Kegiatan ini selain diikuti karyawan PDAM beserta keluarga juga diikuti PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman serta masyarakat umum.

Sekda Sleman dr Sunartono MKes yang juga Ketua PMI Sleman juga turut menyumbangkan darahnya dalam kegiatan ini. Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 75 orang dan berhasil diambil darahnya sebanyak 50 orang.

Kegiatan ini menurut Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat dalam bentuk donor darah dan memberikan kesempatan pada karyawannya maupun masyarakat umum untuk ikut dalam aksi donor darah yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat lain.