Cuci Tangan Untuk Bentuk Perilaku Hidup Sehat

Cuci TanganSleman – Dalam rangka Peringatan Hari Cuci Tangan  Sedunia ( Global Handwashing Day /GHD ) Tahun 2015, dilaksanakan kegiatan cuci tangan di  depan Gedung Instalasi Rawat Jalan  RSUP Dr Sarjito Sleman, Kamis (15/10). 

Hadir  pada acara tersebut Wagub DIY Sri Paduka Paku Alam IX, Penjabat Bupati Sleman, Wali Kota Jogja, Pimpinan PT Unilever Indonesia Tbk,  perwakilan, RSU Pemerintah/Swasta, Siswa SD, Ketua Tim Penggerak PKK dan Organisasi Profesi serta Sekolah Tinggi Kesehatan yang ada di DIY. Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia  dihadiri ribuan peserta dari PT Unlilever Indonesia Brand Lifebuoy.

Dirut RSUP Dr Sarjito, dr Mochamad Syafak Hanung Sp.A MPH pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa tujuan acara kegiatan cuci tangan sedunia adalah untuk membetuk perilaku hidup sehat meliputi kebersihan perorangan khususnya cuci tangan pakai sabun.

Adapun  5 saat penting bagi dokter, tenaga medis, cuci tangan sebelum menyentuh pasien, cuci tangan setelah melakukan tindakan medis, cuci tangan setelah terkena cairan tubuh pasien, cuci tangan setelah menyentuh pasien dan cuci tangan setelah menyentuh lokasi perawatan,  sehingga petugas rumah sakit dan masyarakat terhindar dari penularan kuman-kuman penyakit seperti Diare, Ispa, cacingan, Hepatitis A/Penyakit Kuning, dan infeksi terkait pelayanan kesehatan.

Dengan kebiasaan cuci tangan  dengan benar pakai sabun petugas/anak/siswa/ masyarakat sebelum dan setelah  makan, bersentuhan dengan binatang, dari toilet, akan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh jamur,virus, bakteri penyebab, diare, flu burung, babi, hepatitis A, serta penyakit kulit dan infeksi pelayanan kesehatan.




Jumlah Persediaan Darah PMI Sleman Meningkat

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman sudah mampu melakukan pemisahan komponen darah sejak dua tahun terakhir. Mulai tahun lalu, PMI juga membuka pelayanan darah selama 24 jam. 

Mengetahui informasi tersebut, sejumlah rumah sakit kini banyak yang menjalin kerja sama dengan PMI. Jumlah persediaan darah juga meningkat. Jika sebelumnya setiap bulan rata-rata hanya ada stok 300 kantung, sekarang mencapai 700-800 kantung darah.

“Stok darah tidak hanya berasal dari kami tapi juga instansi lain. Jika ada lembaga yang merayakan ulang tahun biasanya melakukan kegiatan donor darah,” kata Ketua PMI Sleman, dr  Sunartono Mkes di Sleman, Kamis (15/10).

Ditambahkan, PMI Sleman mempunyai “momongan” Gunung Merapi yang sering mengalami erupsi. Untuk keperluan itu PMI Ranting Pakem diperkuat untuk berjaga. Di sana juga ada relawan yang siaga setiap hari.

Selain melakukan pelayanan bencana Merapi, PMI Sleman juga memiliki pengalaman penanganan sejumlah bencana. Di antaranya gempa bumi, kekeringan, angin ribut, dan tanah longsor.

“Banjir lahar, kecelakaan lalu lintas, dan pendaki gunung yang tersesat juga sering terjadi,” kata Sunartono.

Sementara itu hasil bulan dana PMI Sleman tahun ini sebesar Rp 750 juta. Diakui, jumlah itu cukup banyak dan menggiurkan. Pengurus diingatkan agar berhati-hati dalam pengelolaannya agar tidak berurusan dengan hukum. ”Harus hati-hati. Target bulan dana tercapai tetapi kita harus selamat dari hukum,” tutur Sunartono.




Kirab Budaya Padepokan Sendang Kamulyan Cangkringan Meriah

Kirab Sendang KamulyanSleman – Untuk pelestarian budaya Jawa di Kabupaten Sleman Padepokan Sendang Kamulyan Karanglo Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan mengadakan Kirab Budaya dan Sedekah Bumi berlangsung meriah, Rabu (14/10). Kirab dengan menempuh perjalanan hampir 2 Km tersebut disambut antusian masyarakat Cangkringan.

Kirab budaya dimulai dari Padepokan Sendang Kamulyan Karanglo menuju Makam Kyai Bodriyo di Jaranan Argomulyo Cangkringan. Dalam kirab budaya tersebut beberapa Bregodo mengiringi kirab.

Urutan dalam kirab tersebut bendera Sendang Kamulyan, Marching band SMK Muhammadiyah Cangkringan, prajurit berkuda, prajurit punokawan, berikutnya Pusaaka Sendaang Kamulyan, Sesaji dan Alim Ulama, Abdi dalem Surakarta, gunungan puluwetu paertanian, gunungan buah-buahan, gunungaan Uang, prajurit Sendang Kamulyan, jatilan Bambung Saputra, jatilan Gondang Pusung, jatilan Turi, jatilan pria wanita dan prajurit tombak Sendang Kamulyan.

Yang sangat menarik gunungan puluwetu (hasil bumi), gunungan buah-buahan dan gunungan uang tersebut usai dikirab  diperebutkan pada pengunjung. Sebagai Sesepuh Padepokan Sendang Kamulyan, Handaru Rasuna Said  yang memimpin langsung Kirab Budaya dan merti Dusun tersebut  menyampaikan bahwa Kirab budaya tersebut sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa pada umatnya, disamping itu sebagai upaya pelestarian budaya yang adiluhung.

Menurut Handaru  bahwa rangkaian Kirab Budaya dan Merti Dusun tersebut sebelumnya telah dilangsungkan pagelaran wayang ulit semalam suntuk dengan dalang Ki Cermo Sugeng Handoko  dengan lakon Petruk Ratu siangnya Rabu (14/10)  dilakukan kirab Budaya dan diakhiri dengan pentas kesenian Jathilan dari Kharisma Jati dari padukuhan Jaranan.

Disamping itu, hari berikutnya akan ditampilkan pula beberapa kesenian yaitu kesenian jatilan Bambung Saputro dari Klaten tanggal 16 Oktober 2015, tanggal 17 Oktober 2015 Dangdut/Campursari Putra Vega dari Klaten, tanggal 18 Pkober 2015 ditampilkan jatilan dari kecamatan Turi, tanggal 19 Oktober 2015 Wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Sendang Banyu Rasa oleh dalang Ki Hariyata dari Klaten, dan pada tanggal 31 Oktober 2015 dipentaskan jatilan dari Gondang Pusung.

Dikatakan  Handaru, yang jelas kedepan acara serupa akan digelar lebih meriah lagi dengan melibatkan beberapa eleman dan kesenian yang ada di sekitar Cangkringan, disamping itu akan dikemas lebih apik, karena acara Kirab Budaya sudah menjadi agenda tahunan/rutin.

“Direncanakan sebelum kirab berlangsung akan diadakan pasar malam selama seminggu, dengan panggung terbuka yang akan diisi berbagai kesenian yang ada di Kabupaten Sleman. Dengan panggung terbuka tersebut diharapkan sebagai sarana pelestarian budaya dan unjuk kebolehan masing-masing kesenian,” tambah Handaru.



Dana Desa Sudah Terserap 60 Persen

panen sayuranSleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan saat ini Kabupaten Sleman telah menyerap dana desa sebesar 60 persen dari total dana mencapai Rp 28,048 miliar.

“Pada tahap I telah dicairkan Rp 11,210 miliar dan untuk tahap II sampai Oktober telah cair Rp 5,846 miliar untuk 45 desa, sehingga total dana yang telah terserap Rp 17,066 miliar,” kata Gatot Saptadi, Selasa (13/10).

Menurut Gatot, prosedur pencairan dana desa mudah asal APBDes telah disahkan bisa segera diusulkan untuk pencairannya.

“Perangkat desa juga tidak perlu takut untuk mencairkan dan mengelola dana desa. Asalkan semua sesuai dengan aturan yang ada maka tidak akan menimbulkan masalah hukum,” kata Gatot.

Sebelumnya Pencairan dana desa di Kabupaten Sleman menjadi perhatian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar untuk segera direalisasikan. Hal ini disampaikan saat Menteri berdialog dengan para Kepala Desa untuk percepatan penyerapan dana desa, Senin (12/10) di Balai Besar Latihan Masyarakat di Sleman.

Marwan menginstruksikan Pemda diharapkan ikut mendorong desa agar segera mencairkan dana desa ini dengan mempermudah prosedur pencairan. Prioritas penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur desa dengan mendayagunakan tenaga lokal dengan sistem padat karya/tidak diborongkan kepada pihak ketiga.

Menteri juga meminta pemerintah desa tidak perlu takut dalam memanfaatkan dana desa asal persyaratan lengkap, penggunaan benar dan bisa dipertanggungjawabkan, baik secara administrasi maupun pemanfaatanya untuk kesejahteraan rakyat.




Petani Cangkringan Panen Raya Padi Ciherang

Sleman – Kelompok Tani Taruno Mulyo Dusun Panggung Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan  Sleman  sukses menanam padi  jenis Sygenta/Ciherang dan hari Senin (12/10) melakukan panen raya. Selama proses penanaman yaitu mulai dari  tanam sampai panen tidak terkena hama, baik hama tikus maupun burung emprit.

Panen raya tersebut dilakukan di hamparan bulak Panggung seluas 78 hektare  oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Ir Edy Harmanta MM, Camat Cangkringan Edy Harmana SH, Kepala Desa Argomulyo Darjono. Hadir pula Dandim 0732 Sleman Letkol Inf. Bambang Yudi Kustiwa, Kapolsek Cangkringan, Danramil Cangkringan dan perwakilan dari PT Pusri.

Dari hasil ubinan yang dilakukan  terhadap sample empat petak pada lahan 1 hektare yaitu : Petak A dengan pupuk Urea 500 kg menghasilkan Gabah Kering Panen 11,2 Ton/ha atau Gabah Kering Giling 7,072 ton/ha. Petak B dengan pupuk Organik 500 kg, NPK 248 kg dan Urea 248 kg mernghasilkan Gabah Kering panen 12,8 ton/ha atau 8,7 ton/ha.

Dan, Petak C dengan pupuk organik 500 kg, NPK 300 kg dan Urea 200 kg menghasilkan Gabah Kering Panen 10,4 ton/ha atau 7,072 ton/ha. Dan petak D dengan pupuk organik 500 kg, NPK 300 kg Urea + Za 200 kg menghasilkan Gabah Kering Panen 11,2 ton/ha atau 7,616 ton/ha.

Pada kesempatan tersebut  Edy Harmanta  menyampaikan bahwa para petani di Cangkringan untuk mendapatkan saprodi maupun benih, pupuk maupun obat-obatan sangat mudah karena penyalur resminya dari pupuk Pusri sudah ada yaitu di Kios Pertanian milik Sadikin di Bronggang Cangkringan.

“Yang jelas untuk mendapatkan semua perlengkapan pertanian sangat mudah, disamping diberikan informasi tentang perawatan dan pengelolaan pertanian yang benar. Juga disampaikan bahwa dengan pola tanam yang benar maka hasil yang dicapai akan lebih baik,” kata Edy Harmanta.