Akhir Tahun 2015 SMA N I Sleman Terima Sertifikat ISO

ISO 1 SlemanSleman – Mengakhiri tahun 2015 dunia pendidikan Sleman mendapat kado istimewa dengan diterimanya sertifikat ISO Bagi SMAN I Sleman. Sertifikat ISO diserahkan dari PT TUV Indonesia yang diserahkan oleh Direktur PT TUV Perwakilan DIY DR Sapto kepada Penjabat Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman Arif Haryono SH selanjutnya diserahkan kepada Kepala SMA N I Sleman  Dra Hermintarsih, Rabu (23/12).

Dalam sambutannya Arif Haryono mengatakan diterimanya  sertifikat  ISO oleh SMAN I Sleman ini, maka jumlah sekolah yang telah meraih ISO menjadi 21 sekolah, terdiri dari 17 SMK dan 4 SMA. Untuk tahun 2016 akan disusul SMAN I Godean, SMAN I Pakem, SMAN 1 & 2 Ngaglik, SMAN Mlati dan SMAN Ngemplak dan target tahun 2016 ada sekitar 10 SMA/SMK Negeri yang akan menerima sertifikat ISO.

Prestasi yang telah diraih SMAN I Sleman ini, dapat menjadi pendorong  bagi sekolah-sekolah yang lain untuk segara meningkatkan kualitasnya. Diterimanya sertifikat ISO bagi SMAN 1 Sleman  ini, harus menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan kualitas yang lebih baik.

Sertifikat ISO ini merupakan buktipenga­kuan atas kualitas SMAN I Sleman. Namun demikian, meski telah meraih sertifikat ISO, diharapkan agar seluruh keluarga besar SMAN I Sleman  untuk tetap berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.

Hal ini dikarenakan tantangan yang dihadapi kedepan oleh dunia pendidikan justru semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kualitas proses kegiatan belajar mengajar (KBM) saja tetapi juga pada kualitas lulusannya. Dengan sertifikasi ISO, SMA harus dapat membuktikan bahwa lulusannya merupakan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lainnya untuk meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan musikalisasi puisi siswa klas 12 yang telah merah juara II tingkat nasional dengan materi Sleman Sembada serta tari burung punglor. Kepala SMAN I Sleman Dra Hermintarsih juga mengakui pekerjaan berat dalam meraih ISO telah terlampaui namun pekerjaan berat berikutnya dengan penerapan standar ISO disekolah untuk benar-benar dalam direalisasikan sehingga lebih meningkatkan mutu sekolah.

Sekolahnya saat ini berjumlah 20 klas untuk kelas 10 ada 7 kelas, 11 ada 7 kelas dan 12 ada 6 kelas pembelajaran dengan jumlah murid 680 siswa diasuh oleh 35 guru PNS dan 8 guru non PNS.




Stand Up Comedy Meriahkan Malam Tahun Baru di Kaliurang

IMG_20151213_123509Sleman – Destinasi wisata Sleman diprediksi akan meriah pada libur natal dan tahun baru 2016, khususnya di Kawasan Gardu Pandang Kaliurang. Sejak kawasan tersebut telah disulap menjadi taman lampion dikemas dengan konsep “Festival of Lights” bertema “Jurrasic & Romantic Garden Lantern”.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM menyatakan dengan menawarkan kemeriahan yang bernuansakan budaya, Sleman akan menjadi wisata nostalgia bagi sebagian wisatawan. Dan saat libur Natal dan Tahun Baru 2016 ini merupakan saat yang tepat untuk berkunjung ke Sleman untuk mengenang masa sekolah, masa kuliah dan masa mudanya saat di Yogyakarta, tambahnya, Senin (21/12).

Pada saat malam pergantian tahun pada tanggal 31 Desember 2015 besok, kawasan Kaliurang akan dimeriahkan dengan atraksi pesta kembang api dan kirab budaya setidaknya dari 10 komunitas budaya di lereng Merapi.

Bahkan yang dipastikan akan dapat menyedot wisatawan khususnya kawula muda adalah diagendakannya Stand Up Comedy komunitas Anang Batas yang dipadukan dengan pagelaran musik Sound Cloud Yogyakarta dan Indonesian Finger Style Guitar Community (IFGC) dengan MC Yusril Fahriza dan Gigih Adiguna.

Sedangkan festival penjor dan festival lampion akan diikuti oleh masyarakat Kaliurang disepanjang jalur jalan di kawasan Kaliurang mulai 20 Desember 2015 hingga malam tahun baru 2016.

Terkait dengan aspek keamanan dan arus lalu lintas, pihak pemerintah daerah bekerjasama dengan aparat kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat setempat. Diharapkan malam tahun baru di wilayah Sleman dapat berlangsung dengan tertib dan aman, sehingga akan menciptakan kesan yang mendalam bagi wisatawan yang berkunjung ke Sleman.

Sedangkan kepada para wisatawan dihimbau untuk menjaga ketertiban dilokasi obyek wisata maupun ketertiban dijalan raya untuk menghindari terjadinya kemacetan.




Pemkab Lakukan Pemantauan Harga dan Stok Bahan Pokok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016

Pemantauan Harga Pokok dan StokSleman – Tim Pemantauan harga dan stok bahan pokok Pemkab Sleman bersama Tim Pemantauan DIY melakukan pantauan hraga sembilan bahan pokok dan stok menjelang natal dan tahun baru 2016 di Pasar Tradisional Prambanan, Pelemsari, Bokoharjo, Prambanan, Senin (21/12).

Menurut Kepala bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman, Ir Ambarwati MM, maksud diadakannya pantauan harga adalah salah suatu kegiatan rutin yang di selenggarakan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan puasa, Natal dan tahun Baru.

“Hal ini mengapa kita adakan atau kita selenggarakan monitoring harga pasar karena memang biasanya siklusnya di Sleman/ DIY di saat-saat seperti itu harga-harga pada mengalami kenaikan, dan dengan monitoring ini kita juga ingin tahu secara persis bagai mana harga-harga menjelang kedua hari besar tersebut ,” kata Ambarwati.

Dari hasil pantauan di pasar tersebut 9 bahan pokok antara minggu sebelumnya sampai pelaksanaan monitoring perubahannya hanya sedikit, ada yang mengalami kenaikan maupun penurunan.

Sembilan bahan pokok tersebut antara lain beras medium harga minggu lalu Rp  saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp , gula pasir dari  Rp naik menjadi Rp , bawang merah dari Rp naik menjadi Rp , bawang putih masih sama Rp , bawang putih cincau dari Rp naik menjadi Rp .

Sedangkan, cabe merah keriting dari Rp naik menjadi Rp , cabe rawit merah dari Rp turun menjadi Rp , cabe rawit hijau  dari Rp naik menjadi Rp , minyak goreng curah dari Rp turun menjadi Rp , tepung terigu segitiga dari Rp naik menjadi Rp . Sementaraa daging ayam masih sama yaitu Rp , telur ayam dari Rp naik menjadi Rp .

Dikatakan Ambarwati untuk stok sembilan bahan pokok aman dan terkendali. Yang jelas antara pedagang yang satu dengan yang lain ada perbedaan meskipun perbedaannya hanya sedikit.

Selain itu, tim dari gabungan Perindakop Kabupaten Sleman di tempat yang sama di pasar Prambanan masih juga menjumpai makanan yang menggunakan pengawet boraks dan pewarna  rodomin. Dari 13 makanan yang diambil sempelnya 3 diantaranya menggunakan pengawet borak dan zat pewarna rodamin. Ketiga jenis makanan tersebut cendol merah, krupuk merah/klanting dan teri.

Yang jelas barang yang mengandung zat pewarna mupun zat pengawt tersebut sudah ditarik , termasuk pedagangnya telah dilakukan pembinaan ditempat untuk tidak menjual barang semacam yang mengandung zat pengawet maupun para pedagang barang yang dijual tersebut kebanyakan berasal dari luar sleman. Dan kedepan akan terus dilakukan pemantauan, hal tersebut dilakukan semata mata untuk melindungi konsumen dan pedagang itu sendiri.




Pasangan Sri Purnomo – Sri Muslimatun Resmi Sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman

Sleman – Pasangan Drs H Sri Purnomo MKes dengan Dra Sri Muslimatun MKes telah resmi ditetapkan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2016-2021 karena memenangkan Pilkada Sleman 2015. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman secara resmi menetapkan keduanya untuk memimpin Kabupaten Sleman 5 tahun mendatang dalam pleno terbuka penetapan paslon terpilih di aula Monumen Jogja Kembali, Senin (21/12).

Dikatakan Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi, kemenangan pasangan nomor dua itu dicatat dalam berita acara KPU Nomor 588/BA./XII/2015 tentang penetapan paslon Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Kemenangan pasangan Sri Purnomo-Sri Muslimatun juga didasarkan dari perolehan suara pemungutan suara 9 Desember 2015 lalu.

Dari hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara tersebut, pasangan nomor satu Yuni Satia Rahayu dan Danang Wicaksana Sulistya memperoleh suara, sementara pasangan Sri Purnomo-Sri Muslimatun mendapatkan suara. Dengan hasil tersebut, Sri Purnomo-Sri Muslimatun unggul 23,42 persen dari pasangan lawannya.

Menurut  Ahmad Shidqi penetapan keduanya sebagai pasangan terpilih setelah tidak adanya gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK) pasca penetapan hasil rekapitulasi pada 16 Desember 2015 lalu. “Dengan demikian, sesuai dengan jadwal yang disusun oleh KPU, kemenangan keduanya dikukuhkan,” kata Ahmad Shidqi.

Setelah menunggu 3×24 jam dari penetapan rekapitulasi, MK menyampaikan tidak ada gugatan atas hasil repitulasi yang dilayangnya.

“Untuk itu, kami sampaikan kepada publik, bahwa pasangan Sri Purnomo-Sri Muslimatun resmi menjadi paslon terpilih,” tambahnya.

Selanjutnya, KPU menyerahkan SK penetapan kepada Pimpinan DPRD Sleman dan salinannya kepada paslon terpilih. Rencananya pelantikan keduanya sebagai orang nomor satu dan dua di Kabupaten Sleman akan dilakukan pada April 2016 mendatang.

Sementara Sri Purnomo menyampaikan  siap memimpin Sleman untuk periode 2016-2021. Ia juga meyakinkan kepada publik bahwa visi dan misi yang disampaikan saat masa kampanye akan direalisasikan dalam kepemimpinannya mendatang.

“Terima kasih kepada masyarakat Sleman yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami. Untuk itu, apa yang sudah kami janjikan saat kampanye dulu akan direalisasikan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang di kepemimpinan kami,” kata Sri Purnomo kepada wartawan.

Sementara itu, dalam acara tersebut tidak tampak hadir paslon nomor satu, Yuni-Danang. Begitu juga dari partai pengusung maupun pendukung yaitu PDIP, Gerindra, dan PKS tidak hadir.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPC PDIP Sleman sekaligus ketua tim pemenangan Yuni-Danang, Koeswanto mengatakan ia sudah mendelegasikan kepada pengurus DPC untuk hadir dalam acara itu.

“Saya tidak bisa hadir karena ada kegiatan Bintek. Undangan sudah saya serahkan kesekretariat untuk menghadiri acara,” katanya.

Tak jauh berbeda, Calon Bupati Yuni Satia Rahayu juga mengaku tidak bisa menghadiri acara penetapan lantaran sedang berada di luar Sleman. Begitu juga dengan pasangan duetnya, Danang Wicaksana Sulistya.

“Kebetulan saya dan Mas Danang tidak berada di Sleman, sehingga tidak bisa hadir. Undangan dari KPU sudah saya terima, namun berhalangan untuk menghadiri,” kata Yuni.




Pragmatisme Harus Ditangkal dengan Revolusi Mental‬

Sleman – Ketua Seknas Jokowi, Muhammad Yamin mengatakan bangsa Indonesia dewasa ini semakin terjebak pada sikap pragmatisme, salah satunya dalam bidang ekonomi semenjak terjadi perubahan alam politik dari orde lama ke orde baru.‬

‪Situasi itu, menurut Yamin, cenderung mengabaikan revolusi mental di bawah panji-panji Trisaksi sesuai ajaran Bung Karno yang justru lebih membangun karakter bangsa, karena mencakup konsep berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, serta berkepribadian secara budaya.‬

‪”Nah, itu yang kemudian kita tuai pada hari ini, misalkan kohesifitas atau rasa persatuan kita sebagai bangsa mudah sekali dicabik-cabik, misalkan oleh isu SARA,” ungkapnya dalam agenda Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kabupaten Sleman, Sabtu (19/12).‬

‪Yamin, yang juga anggota Tim Pokja Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu melanjutkan, bentuk pragmatisme lain berupa kecenderungan individu yang mudah tersulut emosi, seperti terjadinya tawuran antar pelajar. Hal itu disebabkan, tidak ada keteladanan dari para pemimpin.‬

‪Di samping itu, praktek korupsi yang melanda bangsa ini juga termasuk bentuk pragmatisme, karena ingin memiliki kekayaaan materi secara instan. Hal itu makin diperparah adanya dukungan dari lingkungan sekitar yang melakukan pembiaran.‬

‪Pembicara lainnya, Sosiolog UGM Ari Sujito mengatakan, hingga kini reformasi 1998 belum membawa hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat, meski pada waktu itu ada upaya dari bangsa ini yang ingin bangkit keluar dari kungkungan rezim otoriter waktu itu.‬

‪”Karena yang kita ubah baru instrumennya yaitu secara kelembagaan, sehingga terjadi liberalisasi politik dan kebebasan media, tetapi pada akhirnya hanya terjadi pembajakan disana-sini,” terangnya.‬

‪Sehingga menurutnya, yang dahulu bersikap anti demokrasi tiba-tiba sekarang mengibarkan bendera pro demokrasi, dan yang dahulu berperilaku sangat korup di era orde baru, tiba-tiba sekarang merasa sebagai penegak demokrasi. Situasi itu pada akhirnya menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat.‬

‪”Ini sesungguhnya bagian dari praktek sinetron politik, yang nampak itu sesuatu yang sesungguhnya tidak memberi pembelajaran bagi masyarakat,” ujarnya.