Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

Sleman – Hari raya  Natal 2015 tinggal beberapa hari lagi.  Menjelang perayaan Natal tersebut, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman mulai merangkak naik. Data yang dihimpun Disperindagkop menyebutkan, setidaknya ada tiga komoditi yang harganya cenderung naik dalam kurun sepekan terakhir yakni cabe, bawang merah, dan daging sapi. Sementara komoditi lainnya tercatat relatif stabil.

Kabid Perdagangan Disperindagkop Sleman, Slamet Riyadi mengatakan, kenaikan harga paling tinggi terpantau pada komoditi bawang merah lokal. Peningkatannya mencapai Rp per kilogram dari Rp menjadi Rp . Sementara bawang merah lokal, kenaikannya sekitar 15 persen dari Rp menjadi Rp

“Untuk cabe merah, kenaikan harganya di kisaran Rp Sedangkan daging sapi naik tipis dari Rp menjadi Rp ,” kata Slamet, Minggu (20/12).

Sebaliknya, beberapa komoditi mengalami penurunan harga meski hanya selisih sedikit. Diantaranya beras dari harga semula Rp menjadi Rp , dan telur ayam ras dari menjadi Rp

“Kendati harga cenderung naik menjelang Natal dan  masa liburan akhir tahun ini, masyarakat diminta tidak perlu panik,” tutur Slamet.




Peringatan HUT Korpri Sleman ke 44 Berlangsung Meriah

IMG_3034Sleman – Peringatan HUT Korpri Sleman ke 44  pada tahun 2015 dengan melibatkan 1000 anggota Korpri di Desa Wisata Pentingsari Cangkringan Sleman, Minggu (20/12). Acara berlangsung sangat meriah dengan nuansa pedesaan dan penuh kekeluargaan. HUT Korpri yang dikemas dengan Family Gathering tersebut juga menghadirkan MC/komedian Sugeng Iwak Bandeng dan Anang Batas hingga suasana lebih semarak dan penuh ger-geran (tawa).

HUT Korpri yang mengambil tema ”Dengan memperkokoh netralitas dan profesionalitas, Korpri siap menyukseskan program nawa cita melalui gerakan ayo kerja menuju terwujudnya kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

”Dari tema tersebut ada dua hal yang sangat penting yaitu secara internal Korpri diharapkan menjaga netralitas dalam perspektif politik, dan bagaimana mewujudkan kualitas pelayanan publik bagi kesejahteraan masyarakat, sehingga masyarakat merasakan eksistensi Korpri Kabupaten Sleman.

Pada acara tersebut semua peserta juga mengikuti senam massal hingga tempat yang tersedia meluber sampai keluar lapangan, bahkan sampai di jalan-jalan. Hadir pada acara tersebut antaraa lain Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi beserta Isteri, Penjabat Sekretraris Drs Iswoyo Hadiwarno.

Pada acara tersebut juga dilakukan bhakti sosial berupa donor darah dan pasar murah yang diperuntukkan 150 warga Pentingsari dan sekitarnya, dengan  menjual sembako dengan nilai Rp dijual hanya dengan harga Rp ,-. Sembako tersebut berupa Beras 1 Kg, Minyak Goreng 1 liter, Gula Pasir 1 kg, Teh 1 pak, Kecap 1 , dan Indomie 5 bungkus.

Dalam pasar murah tersebut secara simbolis diserahkan oleh Gatot didampingi Sekda, juga ketua panitia HUT Korpri Drs Pustopo yang juga Kepala Dinas Perindakop.
Dalam sambutannya Gatot menyampaikan bahwa sebagai kekuatan negara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, anggota Korpri, harus memiliki kebersamaan dan kekompakkan didalam penyelenggaraan negara. Terlebih, tantangan Korpri kedepan, semakin tinggi.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan family gathering ini. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan rasa kekeluargaan diantara anggota Korpri,” kata Gatot.

Disamping itu, melalui kegiatan tersebut Gatot  berharap dapat memberikan motivasi sehingga anggota Korpri dapat bertindak lebih profesional, transparan dan akuntabel ke depannya.

Yang jelas  kegiatan Pasar Murah dan berbagai kegiatan budaya ini memberikan dua manfaat sekaligus yaitu memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus mengenalkan potensi desa Desa Wisata Pentingsari kepada para anggota Korpri.

Menurut Gatot ditengah-tengah tuntutan peningkatan profesionalitas, Korpri juga harus mampu mengembangkan program-program yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan anggota. Dengan meningkatnya kesejahteraan, diharapkan anggota Korpri dapat lebih terpacu serta konsen untuk mengembangkan diri, meningkatkan kinerja serta profesionalitasnya

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah berupa Piala, piagam dan uang pembinaan berbagai kegiatan lomba dan pertandingan dalam rangka HUT Korpri, yaitu Lomba masak nasi Goreng kehormatan juara I Ir Gatot Saptadi, Juara I Lomba masak Nasi Goreng Sukarno SH. Sedang  untuk pertandingan  tenis meja putra juara I Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Pertandingan Tenis Meja Putri juara I OD.

Sedangkan, Bank Sleman, pertandingan Tenis Lapangan juara I UPT. Yandik Kalasan A, Pertandingan fulsal putra juara I Dinas Hubkominfo, pertandingan futsal putri juara I DPKAD. Cabang bulutangkis juara I UPT. Yandik Depok, Catur juara I Sumaryono (SMKN I Seyegan), lomba pengucap Panca Prasetya juara I UPT. Yandik Gamping, Voli Putra juara I UPT, Yandik Depok, paduan suara juara I UPT.

Dan, Yandik Kalasan, lomba menyanyi tunggal juara I Drs.  Sudirman (UPT Yandik Tempel), pertandingan Gobak sodor juara I UPT. Yandik Moyudan, pertandingan Bakiak juara I BNN B, pertandingan Sepak Takrow juara I UPT. Yandik Gamping, pertandingan Egrang juara I Basuni (UPT Cangkringan).




Pelantikan Pembimbing dan Pengurus Kwarcab Sleman

IMG_2726Sleman – Pengukuhan Majelis Pembimbing Cabang Sleman dan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sleman Masa Bakti 2015 – 2020 di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Sabtu (19/12). Pengukuhan dilakukan oleh GKR Mangkubumi selaku Ketua Kwartir Daerah Pramuka DIY.

Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwarcab Sleman, Ir Gatot Saptadi menyampaikan dalam pramuka bukan isi pelajaran yang terpenting melainkan untuk melahirkan dan menanamkan kebiasaan – kebiasaan yang benar. Hal ini terwujud dalam regu/pasukan penggalang mereka dibimbing untuk kerjasama dalam kelompok untuk mencapai suatu tujuan, tambahnya

 Adapun Majelis Pembimbing Kwartir Cabang Sleman yang telah dilantik meliputi  Pejabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sleman. Dengan anggota dari Kwartir Ranting, Camat, Orari, PMI, dan Dinas se-Kabupaten Sleman.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Arif Haryono, SH dilantik menjadi Ketua Kwartir Cabang Sleman masa bakti 2015 – 2020 yang sebelumnya dijabat oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Drs. Agoes Soesilo Endiarto,.

Dalam kesempatan tersebut, Kwarda DIY, GKR Mangkubumi menyampaikan sesuai Satya Pramuka ke dua menolong sesama hidup dan turut serta mebangun masyarakat. untuk membentuk kepribadian beriman bertaqwa berakhlak mulia taat hukum dan disiplin menjadi modal spirit utuk terus berkarya dan berbakti.

GKR Mangkubumi juga berharap lima tahun kedepan gerakan pramuka didominasi oleh kaum muda, sedangkan senior diharapkan mampu membimbing generasi muda agar tidak melenceng dari tujuan utamanya.

Selain itu, Acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan paduan suara dari SMP N 4 Pakem dan ketrampilan tari dari SLB N 1 Sleman.***




Jelang Natal dan Tahun Baru 2016 Stok Kebutuhan Pangan Di Sleman Cukup

Sleman – Menjelang Natal dan tahun baru 2016, masyarakat di Kabupaten Sleman tidak perlu cemas akan kekurangan kebutuhan pangan. Hal ini karena berdasarkan survei dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman stok kebutuhan bahan pangan di Kabupaten Sleman cukup menjelang Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Demikian antara lain disampaikan Pj Sekda Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno kepada wartawan di Sleman, Jumat (18/12).

Dikatakan Iswoyo, ketersediaan kebutuhan pokok seperti beras hasil produksi sampai dengan November 2015 sebanyak ton dan kebutuhan beras sebanyak ton berarti ada surplus ton GKG.

Sedang untuk daging ayam hasil produksi ton dan kebutuhan sebanyak ton sehingga surplus ton. Daging sapi hasil produksi ton dan kebutuhan sebanyak ton, ada surplus 293 ton. Untuk telur ketersediaan dan kebutuhan sebanyak ton, surplus ton.

“Untuk kebutuhan kedelai Sleman tidak dapat mencukupi karena bukan daerah produsen kedelai namun masih bisa dicukupi dari daerah lain,” kata Iswoyo.

Sementara untuk mendukung ketersediaan beras bagi rumah tangga miskin dikatakan Iswoyo, sampai tanggal 15 Desember 2015 telah dilakukan distribusi raskin 14 kali sebesar kg bagi rumah tangga sasaran (RTS) di 86 desa dengan alokasi 15 kg/RTS.

Dijelaskan pula oleh Iswoyo, untuk jumlah alokasi harian LPG tahun 2015 sejumlah tabung, penambahan fakultatif sebesar 8 % perbulan untuk persediaan sampai Desember 2015 masih mencukupi. Sedang  harga rata-rata pokok bulan Desember 2015 minggu pertama dibandingkan minggu kedua relatif stabil.

Untuk komodite yang cenderung mengalami kenaikan antara lain Cabe merah keriting naik sebesar Rp (12,59%) dari harga Rp menjadi Rp . Cabe merah biasa naik dari Rp menjadi Rp , bawang merah import baik naik dari harga Rp menjadi Rp , bawang merah lokal naik dari harga Rp naik menjadi Rp ,- Daging sapi naik dari Rp naik menjadi Rp. .

Sedangkan harga beras cenderung turun dari harga turun menjadi dan telur ayam turun dari harga Rp menjadi Rp “Yang jelas harga tersebut berdasarkan pantauan harga yang dilakukan oleh Dinas Perindakop,” tutur Iswoyo.

Ditambahkan Iswoyo bahwa  untuk melindungi konsumen dan mengantisipasi beredarnya makanan kadaluwarsa dan penggunaan zak kimia yang membahayakan maka Pemkab Sleman akan melakukan monitosing di pasar -pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sleman. Sedang untuk stok baik kebutuhan bahan pokok maupun gaas LPG sampai dengan akhir tahun masih mencukupi, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir.

Menurut Iswoyo, untuk tingkat inflasi Kabupaten Sleman bulan November 2015 ini sebesaar 0,14 %, dan penyumbang inflasi terbesar ada di bahan makanan 0,41 %, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,34 %, transpot, komunikasi %, pendidikan, rekreasi 0,06 %, kesehatan 0,01 %.




Ancaman Banjir Lahar Dingin, Penambang Pasir Merapi Dilarang Beraktifitas‬

Sleman – Tingginya intensitas curah hujan belakangan ini dapat menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin di beberapa sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi dan dapat mengancam jiwa para penambang pasir.

Terkait dengan ancaman banjir lahar dingin tersebut, Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi membuat larangan seluruh aktivitas penambangan pada sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi.‬

‪”Sedimen di puncak merapi masih ada 40 juta meter kubik yang sewaktu-waktu kalau turun hujan dipuncak Merapi dengan intensitas hujan cukup tinggi bisa meluncur ke sungai. Saya ingin penambang saat ini tidak beraktifitas,” tegas Gatot Saptadi, Jumat (18/12). ‬

‪Sejumlah sungai yang berpotensi teraliri lahar di Sleman seperti sungai Gendhol, Opak serta Boyong saat ini dalam kondisi normal, meski demikian jika luncuran banjir material Merapi dalam volume besar tetap membahayakan masyarakat dikawasan bantaran sungai.‬

‪”Pemkab Sleman telah mengerahkan seluruh potensi penanggulangan bencana, sehingga dapat melakukan aksi tanggap secara cepat jika terjadi peristiwa bencana,” kata Gatot.