KPU Tetapkan Santun Peroleh Suara Terbanyak Pilkada Sleman

IMG_2702Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman telah menetapkan pasangan Sri Purnomo – Sri Muslimatun (Santun) memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar 9 Desember 2015 lalu. Penetapan tersebut  berdasarkan hasil rekapitulasi suara tingkat kabupaten, yang dilaksanakan KPU Sleman di Aula Bappeda Sleman, Rabu (16/12).

“Setelah KPU menetapkan perolehan suara pada Rabu (16/12). Kemudian  untuk penetapan calon akan dilakukan 22 Desember mendatang,” kata Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi, kemarin.

Pasangan yang disingkat Santun menang dengan perolehan suara mencakup 17 kecamatan, berhasil mengalahkan pesaingnya yaitu Pasangan Yuni Satia Rahayu dan Danang Wicaksana Sulistya dengan perolehan suara.

Menurut  Ahmad Shidqi setelah hasil penghitungan suara diketahui, pihaknya segera membuat Surat Keputusan (SK) tentang penetapan perolehan suara pada tanggal 16 Desember. Jika tidak ada gugatan terhadap hasil rekapitulasi, maka penetapan pasangan Kepala Daerah terpilih akan dilakukan pada tanggal 22 Desember mendatang.

Ahmad Shidqi  menambahkan, dari total orang pemilih baik laki-laki maupun perempuan, terdiri dari pemilih tetap, pemilih tambahan, pemilih pindahan serta pemilih difabel, yang menggunakan hak pilih dalam pelaksanaan pilkada hanya sekitar orang.

“Sedangkan jumlah surat suara tidak sah dalam proses rekapitulasi, diketahui mencapai lembar,” katanya.




Pemkab Gelar Sarasehan Penguatan Ketahanan Keluarga

Sleman – Sarasehan penguatan ketahanan keluarga untuk perlindungan perempuan dan anak yang berlangsung di pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (16/12). Sarasehan kali ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman dalam memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. Melalui sarasehan ini diharapkan mampu menggugah wawasan tentang pentingnya keluarga sebagai landasan pertama membangun generasi muda dengan mental yang baik. 

“Tidak dapat dielakkan bahwa keberhasilan pendidikan anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana orangtua khususnya ibu dalam memberikan pengaruh positif kepada anak-anaknya, Saya menghimbau kepada seluruh ibu untuk tetap menomorsatukan peran domestiknya sebagai “madrasah” pertama dan utama bagi anak,” kata  Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatn dan SDM, Dra Sri Murni Rahayu mewakili Bupati Sleman pada sarasehan  penguatan ketahanan keluarga untuk perlindungan perempuan dan anak .

Disampaikan Sri Murni bahwa keberadaan perempuan menjadi sangat penting sebagai soko guru pendidikan. Seorang ibu merupakan teladan bagi anak-anaknya. Anak yang lahir dari perempuan yang cerdas dan  mampu mendidik dengan bijaksana akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab dan berprestasi.

Upaya pembentukan keluarga yang mawadah warahmah tidak luput dari upaya pembentukan mental perempuan yang berdaya. Tidak bisa dipungkiri saat ini keberadaan perempuan telah sejajar dengan laki-laki. Isu kesetaraan gender yang berarti pemberdayaan perempuan memiliki urgensi yang tak kalah dari isu-isu pembangunan yang lain. Jika perempuan diberdayakan dan diperhatikan kebutuhannya, maka akan memiliki signifikansi dalam produktivitas.

Pada tataran yang lebih luas pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan ini memiliki signifikansi pada kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Bahkan tingginya angka perempuan bekerja saat ini akan memberikan pengaruh pada pembentukan generasi di masa mendatang. Perempuan berdaya yang mampu berperan di berbagai bidang merupakan pembentuk keluarga, tidak hanya dari sisi pendidik namun memberikan kontribusi bagi ekonomi keluarga.

Sedangkan Kepala Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan dr Nurulhayah MKes menyampaikan bahwa  maksud dan tujuan sarasehan tersebut dalam rangka menguatkan ketahanan keluarga untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak serta mengajak masyarakat untuk turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitasnya dalam upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.




Masyarakat Seyegan Sleman Berhasil Kembangkan Mina Padi

Sleman – Masyarakat di Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman berhasil mengembangkan budi daya ikan air tawar di lahan sawah pertanian padi atau mina padi. Panen perdana budidaya mina padi di Dusun Kandangan, Desa Margodadi, Seyegan, Sleman dilakukan oleh Perwakilan FAO Indonesia Mark Smulder, Dirjen Perikanan Budi Daya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto, Kepala Badan Ketahanan Pangan Garjito Budi, Rabu (16/12).

Menurut konsultan mina padi, Dr Fajar Basuki dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang, keuntungan total bersih mina padi mencapai Rp 2,4 juta per meter persegi atau Rp24 juta per hektare. Sementara kalau padi saja hanya Rp1 juta per meter persegi atau Rp10 juta per hektare.

Dikatakan Fajar, kelebihan mina padi tidak perlu “matun” atau penyiangan gulma, serangan hama dan penyakit berkurang.

“Ini karena telur hama sebelum menetas sudah dimakan ikan, sehingga tidak sempat berkembang,” katanya.

Menurut Fajar, hama tikus juga tidak masuk ke lahan padi karena ada genangan air. Kemudian mina padi juga tidak mengurangi jumlah rumpun padi, produk padi bisa mencapai delapan ton per hektare, sedangkan kalau padi saja kurang dari enam ton per hektare.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan pihaknya mengembangkan dua dusun di Kecamatan Seyegan sebagai sentra mina padi.

“Metode mina padi ini dikembangkan di Dusun Kandangan, Desa Margodadi dan Desa Cibuk Kidul, Desa Margoluwih. Saat ini sudah ada sekitar 25 hektare sawah yang dikelola sebagai mina padi,” kata Widi.

Menurut Widi dalam metode ini petani dianjurkan menggunakan padi varietas Ciherang dan ikan yang dibudidayakan jenis ikan nila.

“Ada kemungkinan ke depan ikan yang dibudidayakan jenis lainnya, seperti gurami,” katanya.

Widi menambahkan, dalam mengembangkan metode mina padi tersebut pihaknya bekerja sama dengan badan dunia FAO dan masyarakat.

“Anggaran untuk `pilot project` mina padi ini berasal dari APBD Sleman senilai Rp1,3 miliar dan bantuan melalui FAO senilai RP975 juta lebih serta dana swadaya masyarakat Rp345 juta,” katanya.

Sedangkan perwakilan dari FAO Indonesia, Mark Smulder yang dalam kesempatan tersebut mengajak perwakilan dari 15 negara menyatakan bahwa metode mina padi yang dikembangkan di Seyegan Sleman ini sangat “excellent”.

“Ini dapat menjadi percontohan budi daya mina padi di daerah-daerah dan negara lainnya,” katanya.




Data Statistik Miliki Peran Penting

Sleman – Dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah, data statistik mempunyai peranan yang sangat penting terkait dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan pembangunan baik di bidang sosial maupun ekonomi.

Sebagai salah satu alat yang dipakai untuk mengukur keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, data statistik harus disusun tepat waktu, lengkap, akurat dan menyeluruh sehingga perencanaan, monitoring dan evaluasi program pembangunan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Data statistik tidak saja bermanfaat bagi pemerintah baik pusat maupun daerah namun juga diperlukan bagi masyarakat luas, terutama para peneliti dan dunia usaha.
Kebutuhan data bagi para peniliti umumnya untuk riset dan pengkajian yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan bagi dunia usaha membutuhkan data statistik untuk perencanaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha.

Demikian antara lain  Asekda Bidang Administrasi, Djoko Handoyo SH dalam acara Sosialisasi Sensus Ekonomi tahun 2016 di The Sahid Rich Jogja, Rabu (16/12).

Dikatakan Djoko  bahwa kebutuhan data statistik oleh berbagai pihak, maka pembangunan statistik harus diarahkan kepada penyediaan data yang lengkap, akurat, menyeluruh, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh masyarakat luas.

“Seiring dengan semakin meningkatnya pembangunan di segala bidang.  Maka sajian data statistik yang mudah dipahami, tepat waktu dan beragam tersebut akan semakin diminati baik oleh instansi pemerintah, peneliti, dunia usaha maupun masyarakat luas,” kata Djoko.

Yang jelas lanjutnya, Pemerintah daerah, dalam melaksanakan pembangunan ekonominya membutuhkan berbagai data indikator ekonomi. Untuk keperluan tersebut, secara rutin BPS telah mendukung dengan melakukan survei-survei di bidang ekonomi yang hasilnya berupaangka PDRB, inflasi, dan lain-lain. Pada tahun 2016, BPS akan melaksanakan kegiatan listing sensus ekonomi yaitu pendaftaran terhadap seluruh kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian.

Sebagai instansi vertikal, BPS memiliki ketugasan dan tanggung jawab cukup besar dalam melaksanakan kegiatan perstatistikan khususnya kegiatan sensus ekonomi ini yang memerlukan banyak waktu, tenaga, biaya, dan kerja keras.

“Oleh karena itu saya menghimbau kepada semua pihak agar mensukseskan kegiatan sensus ekonomi 2016 ini, sehingga data-data yang dihimpun dapat menjadi acuan bagi kita bersama, baik pemerintah, masyarakat, akademisi ataupun institusi lain yang membutuhkan data tersebut,” tutur Djoko.

Sedangkan Kepala BPS Kabupaten Sleman, Ir Arina Yuliati menyampaikan bahwa tujuan sensus ekonomi untuk mengumpulkan dan menyampaikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan. Peserta dalam sosialisasi tersebut sebanyak 75 orang yang terdiri dari kepala SKPD, Camat dan pelaku usaha.




Intensitas Hujan Tinggi, Sleman Waspada Banjir Lahar‬

Sleman – Pemkab Sleman mewaspadai potensi banjir lahar dimusim penghujan, terlebih di kawasan merapi saat ini masih terdapat sekitar 40 juta meter kubik sendimen lahar dingin.‬ ‪Kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar di musim penghujan ini, diungkapkan Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi terkait dengan pemetaan potensi bencana diwilayah Kabupaten Sleman saat memasuki musim penghujan.‬

‪Menurut Gatot, dikawasan puncak Merapi saat ini masih terdapat sekitar 40 juta meter kubik sendimen sisa erupsi Merapi tahun 2010, sehingga jika diguyur hujan dengan curah tinggi dalam waktu relatif lama dapat memunculkan banjir lahar dingin.‬

‪”Kalau 40 juta meter kubik ini turunnya melalui badan sungai masih kelihatan arahnya tetapi kalau meluap sampai diluar badan sungai, bisa nabrak kemana-mana dan itu yang kita khawatirkan,” kata Gatot Saptadi, Rabu (16/12).  ‬

‪Potensi banjir lahar di Sleman dikatakan Gatot  dapat terjadi terutama di sungai Gendhol serta sejumlah sungai lain yang berhulu di gunung Merapi seperti sungai Kuning, Opak, Boyong dan Krasak. Untuk kewaspadaan banjir lahar ini, masyarakat yang tinggal dikawasan dekat sungai sudah dibekali ketrampilan teknis mitigasi bencana banjir lahar. Diharapkan masyarakat mampu melakukan tindakan taktis jika terjadi banjir lahar.‬

‪Terkait ancaman banjir lahar dingin tersebut, Gatot telah melarang aktivitas penambangan di sungai karena peristiwa banjir lahar dingin berlangsung sangat cepat dan sering tidak dapat diprediksi.