Panwaslu Sleman Minta Masyarakat Aktif Awasi Pilbup

Sleman – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman meminta masyarakat ikut aktif mengawasi pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Sleman yang akan berlangsung 9 Desember 2015.

“Kami mengajak masyarakat untuk turut aktif mengawasi pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup). Terutama ketika masa kampanye, karena pasangan yang maju di Kabupaten Sleman merupakan petahana Bupati dan Wakil Bupati rentan melakukan pelanggaran,” kata Ketua Panwalu Kabupaten Sleman, Djajadi, Rabu (19/8).

Menurut Djajadi, Panwaslu Kabupaten Sleman juga membuka posko laporan jika ada masyarakat umum yang ingin mengadukan pelanggaran kampanye.

“Kami buka posko laporan bagi masyarakat, siapa saja bisa melaporkan jika menemukan adanya dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilbup ini,” katanya.

Djajadi  mencontohkan, seperti jika ada baliho atau alat peraga kampanye yang terpasang pada saat ini, bisa untuk dilaporkan. Karena masa kampanye baru akan dimulai pada 27 Agustus 2015.

“Kami akan memfoto baliho jika memang terbukti melanggar. Tidak dilepas, nanti dikroscek, dan kemudian dikoordinasikan dengan Satpol PP,” kata Djajadi.

Djayadi menambahkan, tidak hanya informasi dari masyarakat saja, namun para petugas Panwaslu Kabupaten Sleman juga telah dikerahkan untuk melakukan pengawasan.

“Pengawasan yang dilakukan mulai dari tingkat kecamatan sampai pelosok. Kami pengawasannya dengan jalan-jalan. Kalau melihat baru didokumentasikan,” tambahnya.

Pengawasan ini lanjutnya, merupakan hal yang biasa dilakukan. Meski tak dipungkirinya, dua pasangan yang maju, merupakan sama-sama petahana. Yang memang potensinya tinggi melakukan pelanggaran.

“Biasa saja pengawasannya, dan keduanya cukup tinggi potensi pelanggarannya,” tutur Djajadi.




Berbagai Lomba Peringati HUT Kemerdekaan ke 70 di Kecamatan Depok

autisSleman – Peringatan HUT ke 70 Kemerdekaan RI di Kecamatan Depok sarat dengan berbagai kegiatan, hal tersebut sebagai bentuk manifestasi kemerdekaan RI yang dicapai dengan susah payah, dengan pengorbanan jiwa dan raga. Upaya untuk menggugah generasi muda untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur untuk mewujutkan kemerdakaan.

Sebagai generasi muda hanya untuk melanjutkan perjuangan mereka tidak harus dengan pengorbanan jiwa dan raga, tetapi hanya untuk mewujutkan Indonesia yang berdaulat , Adil dan makmur. Untuk mengisi kemerdekaan tersebut tentu dengan kegiatan yang positif, agar keadilan dan kesejahteraan rakyat betul-betul terwujut bagi semua lapisan masyarakat.

Demikian antara lain disampaikan Camat Depok, Drs Budiharjo ketika membuka berbagai lomba di Sasana Anglocita Tama  Kecamatan Depok Sleman,  Rabu (19/8). Lebih lanjut disampaikan Budiharjo  bahwa tujuan dari berbagai lomba dimaksudkan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke 70 Kemerdekaan RI, memberikan dan mengenalkan nilai-nilai  kepahlawanan serta memupuk rasa nasionalisme pada generasi sekarang.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah lomba bagi anak penyandang autis yang dimaksudkan untuk memberikan pemenuhan hak dan kesempatan berperan bagi anak-anak tersebut dalam berinteraksi sosial secara positif, serta sebagai sarana kampanye akan harapan peningkatan kesadaran kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap para penyandang autis.

Disamping  lomba tersebut Kecamatan Depok juga mengadakan kegiatan yang lain, yaitu kampanye makan daging kelinci, lomba paduan suara yang dilaksanakan Kamis (20/8) dan Resepsi Kenegaraan tingkat Kecamatan Depok, serta Festival Makanan Tradisional Jawa dan diiringi hiburan Orkes Keroncong di halaman Kecamatan Depok.

Sedang untuk hari Jumat (21/8) juga diadakan senam massal dan jalan santai, lomba tumpeng nasi kuning antar dinas Instansi se Kecamatan Depok, Festival Angkringan Hasil olahan pangan dan pentas Kethoprak dengan lakon “ Bantening Kamukten”

Sementara  Hermi Nutaya dari Forum Kompak selaku ketua panitia melaporkan bahwa  jenis lomba dalam peringatan HUT RI ke 70 tersebut lomba menggambar, mewarnai, memindahkan bendera, makan krupuk dan menangkap ikan. Sedang jumlah peserta dalam lomba tersebut  sebanyak 62 anak yang berasal dari 9 sekolah, baik inklusi maupun SLB, yaitu Fajar Nugraha, Citra Mulia Mandiri, Taruna Alquran, Dian Amanah, Bina Anggita, Wiyata Darma, Fredofios, Homeschooling Primagama, dan Sekolah Katolik Karitas Ngaglik.

Hasil lomba yang diadakan Rabu (19/8) adalah   Lomba Menggambar juara I Arya Ramadhani dari CMM, juara II Bagas Ridho Pambudi dari CMM, juara III Ajeng dari Homeschooling Primagama. Lomba Mewarnai juara I Riskia Chairunisa dari SLB Fredofios, juara II Ari Nindyo Wicaksono dari SLB Fredofios, juara III Aida dari Homeschooling Primagama.

Lomba  memindahkan bendera juara I  Fauza dari Bina Anggita, juara II Dina dari HSC Primagama, juara III Farrel dari SLB Fredofios. Lomba makan kerupuk juara I Nerri dari HSC Primagama, juara II Helmi dari  Dian Amanah, juara III Fauza dari Bina Anggita. Dan lomba  menangkap ikan juara I Rian dan Erik dari SLB Dian Amanah, juara II Insan M dan Aibara dari SLB CMM dan juara III Noval dan Sendri dari Fredofios. Para pemenang mendapatkan piala yang diserahkan Sekcam Depok  Budi Pramono.




Sumber Air di Sleman Mulai Mengalami Penurunan Debit

Sleman – Sejumlah sumber air yang digunakan sebagai suplai air bersih di wilayah Kabupaten Sleman pada musim kemarau saat ini sudah mulai mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut akibat kemarau disertai El Nino yang memasuki puncaknya pada bulan  Agustus ini.

“Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman mencatat rata-rata penurunan debit di sumber air bersih sekitar 20 persen dibandingkan sebelum kemarau,” kata Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata, Selasa (18/8).

Adapun penurunan debit air dari sekitar 280 liter per detik menjadi 250 liter per detik.

“Ada penurunan 30 liter per detiknya jika dibandingkan saat musim hujan lalu,” kata Dwi Nurwata.

Menurut Dwi Nurwata, akibat penurunan debit air tersebut berdampak pada layanan yang terganggu Tercatat layanan yang terdampak sebanyak sambungan yang tersebar di wilayah Kecamatan Ngemplak, Prambanan, Gamping, sebagian Ngaglik, serta Minggir.

“Jumlah sambungan itu setara pelanggan PDAM,” katanya

Kondisi tersebut tidak dapat dihindari lantaran kemarau berlangsung lebih panjang dengan adanya El Nino. Bukan hanya beberapa sumber air alami yang mengalami penurunan debit, kondisi yang sama juga terjadi pada sebagian sumur dalam yang digunakan sebagai perluasan layanan air bersih.

“Meski demikian, kami berusaha mengoptimalkan layanan yang ada,” tambah Dwi Nurwata.

Optimalisasi tersebut dilakukan dengan menggunakan sumber air Umbul Lanang dan Umbul Wadon di wilayah Cangkringan. Hal ini dilakukan karena kondisi kedua umbul tersebut relatif stabil meski pada kemarau panjang Debit Sumber Air di Sleman Turun

“Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) telah mencatat ada peningkatan debit untuk Umbul Lanang dan Umbul Wadon. Karena itu dengan sumber tersebut dioptimalkan layanan yang ada. Namun tetap harus bijaksana karena yang memanfaatkan bukan hanya PDAM,” kata Dwi Nurwata.




37 Pompa Sumur Dalam Disiapkan Untuk Atasi Kekeringan

Sleman – Guna membantu mengatasi kekurangan air bersih akibat kekeringan musim kemarau sekarang ini  Dinas Sumber Daya Air Energi Mineral (SDAEM) Sleman telah menyiapkan 37 unit pompa sumur dalam. Pompa tersebut disiapkan di wilayah Kecamatan Ngaglik dan Kalasan.

“Pompa ini dioperasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Terutama untuk suplai air bersih,” kata Kepala Dinas SDAEM Sleman, Ir Sapto Winarno, Selasa (18/8).

Menurut Sapto, selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pompa tersebut dapat diberdayakan untuk membantu pengairan lahan pertanian.

“Selain itu, sejumlah embung dapat dimanfaatkan sebagai pengairan di di sektor pertanian. Kapasitasnya juga masih mencukupi,” kata Sapto.

Selain pertanian, kekeringan juga berdampak pada sektor perikanan. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi menyampaikan di beberapa sentra produksi ikan, petani sudah melakukan panen dini untuk menekan dampak dari berkurangannya debit air.

“Beberapa petani ikan juga sudah kami minta mengganti komoditasnya. Dari yang biasanya, nila menjadi lele yang tidak banyak membutuhkan air namun tetap menghasilkan,” kata Widi.




Sendratari Ramayana Semarakkan HUT RI Ke 70

sendratari ramayanaSleman – Sambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 70, PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko gelar pentas Sendratari Ramayana di Open Theater Ramayana Ballet Candi Prambanan, Senin (17/8). Pagelaran Sendratari Ramayana kali ini merupakan kegiatan dari PT TWC Borobudur , Prambanan, & Ratu Boko dan sesuai himbauan Kementrian BUMN guna berpartisipasi aktif mewujudkan “BUMN Hadir Untuk Negeri”.

Dalam rangka menyukseskan kegiatan Bumn Hadir Untuk Negeri, PT TWC Prambanan memberikan sebanyak tiket gratis pementasan Sendratari Ramayanan kepada pengunjung. Sendratari Ramayana pada tanggal 17 Agustus 2015 dipersembahkan untuk masyarakat agar bisa menikmati kebudayaan Indonesia yang adi luhung.

Selain itu, PT TWC  Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko juga memberikan tiket gratis masuk candi bagi pemilik kartu Veteran, potongan harga khusus rombongan pelajar (HTM Rp. 5000/anak), dan potongan harga khusus 30% makan di Manohara Resto kecuali menu paket hemat, breakfast dan coffee break selama periode 17 Agustus – 17 Semptember 2015.

PT TWC Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam usaha pengelolaan obyek wisata candi, berdiri pada tanggal 15 Juli 1980 berdasarkan akte Notaris Soeleman Ardjasasmita, SH Nomor 19. Visi PT TWC Borobudur, Prambanan, & Candi Borobudur menjadi perusahaan yang unggul dalam pengelolaan taman dan lingkungan cagar budaya sebagai upaya pelestarian warisan budaya bangsa.

Sedangkan Misi PT TWC Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko adalah mengelola taman dan lingkungan sekitar Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dalam upaya pelestaruan warisan budaya bangsa, mengkomunikasikan nilai – nilai luhur cagar budaya dengan menyediakan pelayanan wisata budaya yang berkualitas, mendukung pemberdayaan masyarakat lokal sebagai upaya pelestarian dan pengembangan perekonomian, meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan.

Di hari kemerdekaan sekaligus bertepatan dengan usia perusahaan PT TWC Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko ke 35, diharapkan bisa menjadi agenda rutin sehingga BUMN dapat terus eksis ditengah – tengah lingkungan masyarakat.