Gebyar Tahun Baru di Kaliurang Meriah

DSC_6173bnrs (1024 x 678)Sleman – Menyambut tahun baru 2016 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyelenggarakan Gebyar Malam Tahun Baru di obyek wisata Kaliurang. Kegiatan yang digelar diantaranya Kirab Budaya, Panggung Seni, Festival lampion dan festival penjor serta pesta kembang api berlangsung meriah.

Kirab Budaya dimulai tepat pukul WIB dilepas oleh Kepala Dinas Budpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM dari Tlogo Putri Kaliurang mengelilingi jalan seputar obyek wisata Kaliurang dan finish di Gardu Pandang yang saat ini telah disulap menjadi taman pelangi, kamis (31/12).

Kirab Budaya diikuti oleh 9 komunitas seni yang ada di wilayah kecamatan Pakem dan Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Turi.

Ayu mengatakan kegiatan kirab ini sudah dilaksanakan selama 3 tahun kalau sebelumnya dilaksanakan malam hari untuk tahun ini dilaksanakan sore hari dimaksudkan untuk menjadi daya tarik wisatawan Kaliurang. Ke depan diharapkan bantuan dan partisipasi para pelaku wisata untuk dapat mengeluarkan potensinya agar lebih semarak lagi. Kirab Budaya berakhir di Gardu Pandang dan disambut oleh Assek III Sleman Dra Suyamsih.

Dalam sambutannya Suyamsih mengatakan sinergi semua pihak akan terus dilakukan dalam mengembangkan kawasan wisata Kaliurang. Dengan sinergi ini diharapkan akan meningkatkan kunjungan para wisatawan dan harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan pelaku wisata di Kaliurang. Masyarakat juga diharapkan senantiasa menjaga kebersihan, keindahan, keramahan dan ketertiban serta kenyamanan bagi setiap wisatawan yang berkunjung.

Untuk festival penjor dan lampion diikuti oleh 22 RT dari Kaliurang Barat, Kaliurang Timur dan Ngipiksari. Sementara itu di panggung Tlogo Putri dari siang hingga sore hari telah dipentaskan kesenian Jathilan dan untuk pentas musik dilaksanakan di dua titik yakni panggung Tlogo Putri dengan pentas komunitas Anang Batas sementara panggung Halaman Wisma Sembada di gelar pentas Koes Plus Night.

Ribuan pengunjung dari sore hari hingga malam memasuki kawasan wisata Kaliurang hingga  memasuki TPR menyebkan antrian yang cukup panjang dan pengunjung bisa menyebar untuk menikmati hiburan malam yang digelar dibeberapa titik. Memasuki pukul WIB merupakan penghujung tahun 2015 diadakan pesta kembang api yang dilaksanakan di tiga titik yakni di Tlogo Putri, Halaman Wisma Sembada dan Taman Pelangi Gardu gegap gempita disambut dengan gembira oleh pengunjung.




Pemkab Serahkan Bantuan Gamelan Bagi Masyarakat Tempel

Penyerahan GamelanSleman – Guna mendukung pengembangan budaya di desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyerahkan bantuan gamelan kepada masyarakat Tempel. Seperangkat gamelan yang diberikan diharapkan dapat semakin meningkatkan minat dan bakat masyarakat Tempel dalam berkesenian. Demikian antara lain disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Drs Kunto Riyadi  ketika menyerahkan bantuan gamelan di  Balai Desa Lumbungrejo Tempel, Kamis (31/12).

Dikatakan Kunto bahwa penyerahan bantuan gamelan ini ditujukan untuk mendukung Kecamatan Tempel dalam memajukan seni dan tradisi budaya. Kedepan diharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan gamelan untuk mengembangkan budaya lokal dan memadukan dengan potensi yang dimiliki Kecamatan Tempel sehingga potensi seni dan wisata budaya serta potensi masyarakat dapat menjadi unggulan Kecamatan Tempel.

Demikian juga setiap kecamatan lain harus memiliki unggulan pengembangan potensi dan budaya lokal yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat.

Dalam acara penyerahan bantuan gamelan ini juga dipentaskan potensi para seniman seniwati baik dalam bentuk tari-tarian maupun pentas ketoprak. Dalam pentas ketoprak kali ini dimainkan oleh paguyuban ketoprak Satrio Aji Tempel dengan lakon Kembang Cangkok Wijayakusuma.

Sementara Sekretaris Dinas Budpar Sleman, Dra  Endah Sri Widiastuti menyampaikan untuk tahun 2015 hanya bisa dibeli 1 perangkat gamelan untuk Kecamatan Tempel, sementara tahun 2014 ada 3 perangkat gamelan untuk Kecamatan Sleman, Turi dan Godean dan untuk tahun 2013 ada 6 perangkat gamelan untuk Kecamatan Depok, Seyegan, Gamping, Berbah, Kalasan dan Pakem.




BPJS Mengedukasi Antisipasi Biaya Pengobatan Masyarakat

Bupati mencoba aplikasi pelayanan BPJS 4 (1024 x 683)Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menaruh harapan besar atas keberadaan Kantor  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman.

Setelah dua tahun beroperasi BPJS telah mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi biaya pengobatan melalui BPJS. Meski demikian masih banyak ditemui pelayanan kesehatan yang dirasa menyulitkan masyarakat.

“Sejumlah keluhan yang kami terima dari masyarakat terkait panjangnya antrian pendaftaran dan pelayanan kesehatan yang tidak sesuai standar,” kata Gatot

Ketika meresmikan kantor BPJS Cabang Sleman di Aparko Kusuma Raffles Regency kav. 16 Jl. Magelang,  Kamis (31/12).

Dikatakan Gatot bahwa seluruh peserta BPJS akan mendapatkan pelayanan yang merata, namun membludaknya jumlah pasien tidak sebanding dengan SDM kesehatan sehingga belum tertangani secara merata.

“Hal ini menjadi pe-er  kita bersama yang perlu diselesaikan secara tuntas sehingga masyarakat benar-benar merasa puas mendapat pelayanan kesehatan secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Sleman,” tutur Gatot.

Yang jelas lanjutnya keberadaan BPJS Kesehatan juga menuntut konsekuensi kesiapan dari fasilitas kesehatan yang nantinya akan menerima pasien BPJS. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Sleman juga terus berupaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit, Dokter Perorangan dan Apotik.

Hingga saat ini sejumlah 25 Puskesmas Sleman telah terstandardisassi ISO dan memberikan layanan kesehatan bagi peserta BPJS. Untuk mengakomodir tingginya peserta BPJS, sejumlah 22 rumah sakit, 1 RS TNI Bhayangkara, 18 klinik pratama, 2 Klinik Pratam TNI, 1 Klinik Pratam POLRI,  52 dokter praktek perorangan, 18 dokter gigi perorangan, serta 23 apotik di Sleman juga telah melayani peserta BPJS.

Sedangkan kepala BPJS Cabang Sleman, Djanu Teguh Prasetijo menyampaikan bahwa sampai saat ini jumlah peserta yang telah terdaftar di BPJS kesehatan KCU Yogyakarta mencapai dan hampir satu jutanya di kantor BPJS Cabang Sleman.

Peresmian kantor BPJS cabang Sleman ditandai dengan pengguntingan buntal dan pembukaan pintu oleh Penjabat Bupati Sleman didampingi Kepala kantor BPJS Kesehatan KCU Yogyakarta dr Upik Handayani dan Kepala BPJS Cabang Sleman.




Sleman Lakukan Penataan Pangkalan Gas

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sleman dan Pertamina terus melakukan pemetaan lokasi Pangkalan Gas Elpiji Tiga kilogram. Terkait rencana penambahan sekitar seratus pangkalan baru pada tahun 2016.

“Pemkab Sleman bersama pihak pertamina terus melakukan pemetaan lokasi pangkalan elpiji yang diajukan masyarakat,” kata Kepala Seksi  Pengembangan ESDM, Dinas Sumberdaya Air, Energi dan Mineral Kabupaten Sleman, Purwoko, Kamis (31/12).

Menurut Purwoko, lokasi pangkalan elpiji yang  diprioritaskan mendapatkan penambahan akan diutamakan pada sejumlah kecamatan yang kini  masih sedikit memiliki jumlah pangkalan sehingga dengan penambahan tersebut, distribusi elpiji tiga kilogram di Sleman lebih merata dan masyarakat dapat membeli dengan harga eceran tertinggi dari pertamina sebesar Rp .

Saat ini lanjut Purwoko diwilayah Sleman sudah terdapat 1400 pangkalan elpiji. Meski demikian keberadaanya terbanyak masih diwilayah Kecamatan Depok.

“Kondisi inilah yang mengakibatkan distribusi elpiji tiga kilogram tidak merata, dan seakan terjadi kelangkaan di lapangan. Dengan penambahan seratus pangkalan elpiji baru nanti, diharapkan sebaran elpiji tiga kilogram akan lebih banyak di pedesaan, dan harganya akan lebih murah sesuai dengan harga eceran tertinggi,” tutur Purwoko.

Sementara untuk wilayah perkotaan yang saat ini menjadi pangkalan elpiji tiga kilogram, akan lebih banyak diberikan elpiji tabung 12 kilogram, yang lebih terjangkau oleh masyarakat perkotaan seperti, Depok, Mlati, Kalasan serta wilayah Ngaglik.