Waspadai Penyakit Pada Saat Pancaroba
Sleman – Musim pancaroba yang terjadi secara tidak menentu menimbulkan berbagai penyakit, mulai dari yang ringat hingga yang berat. Ketika pancaroba banyak masyarakaat yang terserang berbagai penyakit. Tidak jarang penyakit tersebut berakibat kematian bila tidak ditangani dengan baik.
Seandainya tidak menimbulkan kematian, penyakit tersebut bisa mengganggu aktivitas kesehatan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (15/1).
Disampaikan Linda panggilan Mafilindati, bahwa beberapa penyakit yang perlu diwaspadai di musim pancaroba tersebut antara lain Diare, dimana gejalanya biasanya buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Diare tersebut biasanya disebabkan oleh virus tetapi juga seringkali akibat dari acun bakteri.
Sedang untuk ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) gejalanya badan pegal-pegal (Myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, sakit pada tenggorokkan. Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan jamur.
“Sementara penyakit yang lain disaat pancaroba adalah Demam Berdarah Dengue (DBD), yaitu penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk peredaraan manusia dan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti,” kata Linda.
Termasuk penyakit Chikungunya, biasanya terjdi pada musim pancaroba yang disebabkan oleh virus alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Gejala utama terkena penyakit chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu dipersendian. Bahkan karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga rasa sakit pada tulang-tulang.
Yang jelas, tambah Linda penyakit yang lain di saat pancaroba tersebut Leptospirosis, Typhoid dan Hepatitis A. Karena itu diharapkan masyarakat selalu waspada pada saat pancaroba seperti saat ini, karena penyakit pada musim pancaroba tersebut dapat berulang seiring dengan perubahan musim.
Upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengantisipasi meningkatnya penyakit saat pancaroba tersebut dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui perilaku hidup bersih daan sehat (PHBS) diantaranya dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, melakukan aktivitas fisik setiap hari dan yang lebih penting adalah memberantas jentik secara rutin.
Disamping itu memperkuat daya tahan tubuh dengan cara mengkomsumsi makanan yang sehat dan bergisi. Sedangkan kasus DBD pada tahun 2015 ada 520 kasus, dengan 9 diantaranya meninggal dunia, untuk tahun 2016 sampai dengan tanggal 15 Januari 2016 terjadi 7 kasus dengan meninggal 1 anak berusia 6 tahun dari Seyegan.
