Pemkab Akan Evaluasi Penutupan Toko Modern Berjejaring

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan bertindak lebih tegas lagi menyikapi kenekatan beberapa toko modern berjejaring yang sudah ditutup karena melanggar aturan namun buka kembali dengan berganti nama.

“Penertiban toko modern berjejaring yang melanggar akan terus dilakukan namun saat ini baru menuntaskan 6 toko modern yang sudah ditutup tetapi berganti nama dan buka kembali,” kata Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi di Sleman, Jumat (22/1).

Menurut Gatot, dirinya tetap pada keputusannya untuk melakukan penertiban toko modern bermasalah.

“Tidak bisa toko sudah ditutup karena menyalahi aturan langsung berganti nama, tidak bisa itu enak saja. Kalau mau buka toko baru yang harus mengajukan izin lagi dari awal,” kata Gatot.

Menyikapi masih adanya toko modern yang sudah disegel dan berganti nama untuk buka kembali, Gatot menyatakan akan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait untuk melakukan evaluasi.

“Kami akan melakukan evaluasi dulu, sejak awal saya sudah bilang untuk penertibannya bertahap tidak bisa langsung ditutup semua. Makanya 6 toko yang ditutup ini saya jadikan sample dulu dan akan dievaluasi sampai tuntas,” tambah Gatot.

Gatot juga tidak menutup kemungkinan untuk penanganannya bisa dilanjutkan melalui proses hukum.

“Kalau melanggar Perda tentunya bisa diproses secara pidana, tetapi hal ini belum akan dilakukan, sehingga masih menunggu hasil evaluasinya,” tutur Gatot.




Bank Sleman Luncurkan Tabungan Simpanan Pelajar

Peluncuran SimpelSleman – Mengawali tahun 2016 BPR Bank Sleman mempersiapkan produk Simpanan Pelajar (Simpel) sebagai salah satu upaya memberikan edukasi pengelolaan keuangan sejak dini dan menciptakan budaya gemar menabung bagi pelajar. 

Kegiatan ini untuk mendukung dan berperan aktif dalam pengembangan produk simpanan pelajar (Simpel) sejalan dengan program pemerintah dan amanat strategi nasional literasi keuangan Indonesia yakni memperluas akses keuangan pada prioritas sasaran dan kegiatan literasi dan inkulisi keuangan tahun 2015 yakni pelajar.

Demikian antara lain disampaikan  Direktur Utama PD BPR Bank Sleman, Moh Sigit SE MSi pada peluncuran Simpel di Pendopo Parasamya Sleman, Jumat (22/1). Hadir dalam kesempatan ini Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, Pj Sekda, Assekda, Kepala Perwakilan BI Arie Budi Santosa, perwakilan dari OJK DIY Probo Sukesi dan lainnya.

Dijelaskan Sigit, syarat Simpel sangat mudah dan ringan dengan setoran awal minimal Rp 5000 dan setoran selanjutnya Rp 1000. Saat ini pelajar yang telah tergabung mencapai anak. Sigit juga menyampaikan tahun 2016 bertepatan dengan peringatan satu abad Kabupaten Sleman Bank Sleman akan memberikan bea siswa kepada 100 pelajar kurang mampu.

Dan tahap pertama disampaikan bersamaan dengan peluncuran Simpel ini yakni untuk 25 pelajar yakni 5 pelajar SDN Ledoknongko, 5 pelajar SDN Semarangan 2, 3 pelajar SDN Bhakti Karya, masing-masing Rp 750 ribu,  juga untuk 7 pelajar SMPN I Seyegan, masing-masing Rp 1 juta dan 5 pelajar SMK N I Tempel masing-masing Rp 1,250 juta.

“Bank Sleman juga akan memberikan kepedulian berupa pinjaman tanpa bunga kepada 100 UKM yang berdomisili di Sleman,” kata Sigit.

Sigit dalam kesempatan  ini juga menyampaikan perkembangan kinerja Bank Sleman akhir 2015 yakni total aset Rp 630 miliar, Dana masyarakat Rp 455 miliar, Kredit yang disalurkan Rp 478 miliar dan laba yang diperoleh Rp 23,18 miliar.

Sementara itu Gatot menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut baik peluncuran tabungan yang dikhususkan bagi pelajar ini. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mendidik generasi muda untuk dapat mengendalikan diri dan bijak membelanjakan uang yang dimiliki.

Dengan berbagai karakteristik dan fitur yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pelajar, produk tabungan “Simpel” ini merupakan salah satu layanan untuk memancing minat pelajar dalam menabung. Tercatat bahwa jumlah populasi pelajar SD hingga SMA di Indonesia mencapai 20% dari total populasi di Indonesia. Kondisi ini merupakan peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan yang masih sangat.

Dalam acara peluncuran ini juga dimeriahkan dengan dongeng tentang menabung oleh Dominique Naura Ilari Namorin beserta gerak lagu siswa-siswi SD serta tari Gareng dari Sanggar Sakura.

Bank Sleman juga membagikan tabungan kepada 15 anak Siswa SDN Dukuh 2 sejumlah masing-masing  Rp .