Angin Kencang di Sleman Rusakkan 25 Rumah dan 6 Kandang

Sleman – Cuaca buruk berupa hujan deras disertai  angin kencang yang terjadi di Kabupaten Sleman, Senin (25/1) siang hingga petang, mengakibatkan kerusakan di sejumlah wilayah kecamatan.‬ Selain menumbangkan pohon-pohon juga merusakkan 25 rumah dan 6 kandang. ‪Sedikitnya ada 25 unit rumah dan 6 kandang yang rusak tertimpa pohon roboh. Dari jumlah tersebut tercatat 17 rusak ringan, 6 rusak sedang dan 1 rusak berat. Sementara pohon yang roboh mencapai puluhan pohon.

‪Kejadian rumah tertimpa pohon roboh paling banyak terjadi di Kecamatan Turi, sebanyak 15 unit rumah rusak dan 5 kandang rusak. Sedang di wilayah perbukitan Prambanan sedikitnya 4 rumah rusak tertimpa pohon tumbang, Pakem 3 rumah dan 1 kandang rusak.‪Selain wilayah lereng Gunung Merapi, angin kencang juga menyapu wilayah lain seperti Tempel dilaporkan dua rumah tertimpa pohon, demikian pula dua rumah di Kecamatan Sleman.‬

Kepala ‪Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito membenarkan kejadian tersebut bahkan hingga Selasa (26/1) siang BPBD masih melakukan penanganan dampak bencana angin kencang tersebut.

Pada Senin (25/1) siang sekitar pukul WIB telah terjadi hujan disertai angin kencang hingga pukul WIB yang mengakibatkan pohon tumbang  di 21 titik dan mengakibatkan beberapa rumah rusak ringan & rusak sedang. Disamping itu juga terjadi hujan es di Tunggularum Wonokerto Turi.

Ketika ditanya jumlah kerugian, Julisetiono menyatakan kerugian masih dihitung dan didata

“Pendataan belum final mungkin masih bertambah sehingga jumlah kerugian belum tahu,” kata Julisetiono.

Sedang untuk bantuan logistik berupa terpal dan logistik pangan sudah disiapkan. Menghadapi cuaca ekstrim saat ini Julisetiono menghimbau kepada masyarakat untuk

Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Perhatikan pohon-pohon  yang beresiko tumbang lebih baik segera  untuk dipangkas atau dikurangi ketinggiannya. Guna menantisipasi tumbangnya pohon,” kata Julisetiono.

Selain itu Julisetiono juga menambahkan masyarakat juga diminta membersihkan selokan dan saluran air untuk mengantisipasi banjir. Sementara Camat Prambanan, Drs Abu Bakar mengatakan ada 4 rumah rusak tertimpa pohon tumbang di Prambanan. Tidak ada korban jiwa, namun 2 orang mengalami lecet-lecet dan kerugian ditaksir sekitar Rp 25 juta.




Sleman Kembali Peroleh Penghargaan Sakip

sakip1-300x199Sleman – Kabupaten Sleman kembali meraih penghargaan Sakip dengan predikat BB dengan nilai 76,90 diantara Kabupaten/Kota se Sumatera dan DIY. Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara  Reformasi dan Birokrasi Yudi Krisnady di Gedung JEC Jogja, Senin (25/1). Demikian disampaikan Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti usai mengikuti penyerahan penghargaan tersebut, Senin (25/1).

Menurut Sri winarti, diantara Kabupaten Sleman terdapat 150-an Kabupaten /Kota yang ada di pulau Sumatera dan DIY. Sedang yang menerima penghargaan  Sakip dengan predikat BB tersebut hanya  Kota Tanjung Pinang dengan nilai 75,89, Kabupaten Bantul dengan nilai 70,26, Kota Yogyakarta dengan nilai 70,12 dan Kabupaten Karimun dengan nilai 70,06.

“Sedang diluar lima Kabupaten/Kota tersebut mendapatkan predikat CC maupun DD,” kata Sri Winarti.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang mendampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara  Reformasi daan Birokrasi, para bupati/walikota se Sumatera dan DIY, juga para kepala Inspektorat dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut lanjut Sri Winarti, Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi memaparkan bahwa ketentuan  pelaksaanaan akuntabilitas kinerja meliputi perencanaaan kinerja menjadi dasar dalam proses  perencanaan anggaran, pengendalian dan monitoring dilakukan secara periodik yaitu, Rakor Dalbang setiap 3 bulan sekali, Rakorpim setiap bulan dan forum akselerasi kinerja Pemerintah Daerah seminggu sekali.

Disampimg itu pemanfaatan sistem informasi terintegrasi  ( perencanaan, anggaran, pelaksanaan evaluasi kinerja ). Sementara Menpan Yudi Krisnady menyampaikan bahwa kompetisi adalah hal yang mutlak untuk mencapai kinerja yang baik. Dengan tata kelola pemerintahan yang baik akan menjadikan pemerintahan yang baik, untuk menuju pemerintahan yang good Governance.

Kedepan untuk mencapai pemerintahan yang baik diperlukan SDM yang memiliki program yang terukur, mempunyai perencanaan kerja. Yang jelas setiap instansi pemerintah  mempunyai kinerja yang terukur dan memiliki laporan kinerja. Yang juga penting menurut Yudi Krisnady bahwa penyelenggaraan kinerja bukan terukur hanya penyerapan anggaran, akan tetapi sejauh mana manfaat tersebut dapat dirasakan.

Menyangkut  BPK dalam melakukan pemeriksaan dengan predikat  yang baik, kedepan tentunya paradigma tersebut harus diubah, dalam melakukan audit BPKP hendaknya bukan pada akhir tahun akan tetapi pada pertengahan pelaksanaan kegiatan, tentu fungsi preventif dan pembinaan perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan.