Liburan, Wisata Sleman Dikunjungi 532.877 Wisatawan

Sleman – Selama libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman  setidaknya dikunjungi sebanyak wisatawan. Jumlah tersebut melampaui target sebesar 152,25% dari target yang ditetapkan sebanyak wisatawan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA  Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Senin (4/1).

Menurut Ayu, pencapaian tersebut dicatat selama 15  hari sejak tanggal 20 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016.

“Capaian ini  cukup menggembirakan, dikarenakan saat-saat liburan Natal dan tahun baru 2016 tidak banyak terjadi hujan. Ini tentu memberikan pengaruh yang positif terhadap angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman,” kata Ayu.

Akumulasi angka kunjungan wisatawan selama libur Natal dan tahun baru 2015 silam dihitung selama 15 hari sejak tanggal 20 Desember 2015 – 3 Januari 2016 di berbagai destinasi wisata. Persebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke obyek wisata Kaliurang sebanyak wisatawan, Candi Prambanan ( wisnus dan wisman), Candi Ratu Boko ( wisnus dan 75 wisman).

Kunjungan Museum wisatawan, yang meliputi MGM , Monjali , Museum Dirgantara Mandala , Museum Affandi , Museum Pendidikan Indonesia (MPI) 298, Museum Gempa Prof Sarwidi 172), serta desa wisata wisatawan, yang meliputi Desa Wisata Pulesari , Rumah Domes . Pentingsari , Grogol 775, Brayut 333. Selain itu juga Sindu Kusuma Edupark dan Agrowisata Bhumi Merapi 886.

“Dari data kunjungan tersebut Candi Prambanan, Kaliurang, menjadi destinasi favorit disusul Monjali, Sindu Kusuma Edupark, MGM dan desa wisata,” kata Ayu.

Pada tahun ini lanjutnya beberapa desa wisata sudah menjadi alternatif pilihan yang cukup menggembirakan yaitu desa wisata Pulesari, Pentingsari dan rumah Domes. Kedepan diharapkan desa wisata akan lebih banyak lagi menarik wisatawan baik untuk aktivitas MICE, outbond maupun aktivitas belajar seni dan budaya lokal setempat.

Angka kunjungan wisatawan selama libur Natal dan tahun baru 2015 selama 15  hari sejak 21 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015 Sleman dikunjungi wisatawan dengan perincian Kaliurang sebanyak wisatawan, Candi Prambanan ( wisnus dan wisman), Candi Ratu Boko ( wisnus dan 171 wisman), Monumen Jogja Kembali , MGM  , Museum Affandi ( wisnus 136 wisman).

Dan ke desa wisata sebanyak wisatawan, yang diantaranya berkunjung ke desa wisata Pulesari (termasuk pengunjung dalam agenda pentas seni dalam upacara adat Pager Bumi), Pentingsari 433, Tanjung 287, Gamplong 150, dan Grogol 300 wisatawan.

Diungkapkan Ayu, pencapaian yang menggembirakan tersebut diantaranya dikarenakan adanya daya tarik wisata malam di Kaliurang yang dikemas dalam “Festival of Lights”, dan beberapa destinasi baru yaitu Sindu Kusuma Edupark dan Agrowisata Bhumi Merapi.

Meskipun liburan Natal dan tahun baru 2016 telah usai, namun bagi wisatawan yang belum sempat menikmati “Festival of Lights” yang menyajikan aneka ragam lampion, masih ada kesempatan pada setiap malamnya mulai pukul hingga WIB hingga 31 Januari 2016 dengan harga tiket pada hari biasa dan pada akhir pekan.




Disbudpar Lirik Wisata Minapadi di Seyegan

Pengunjung Memberi MakanSleman – Meski baru saja dikembangkan di Sleman, sektor pertanian minapadi mulai dilirik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman untuk dijadikan destinasi wisata baru di Sleman.

“Metode pertanian minapadi di wilayah Seyegan ini memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bidang pariwisata,” kata Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Senin (4/1).

Ada unsur rekreatif dan dikembangkan potensi wisata terapi dari keberadaan pertanian mina padi itu. Namun perlu pendukung lain seperti penyediaan fasilitas gazebo dan olahan kuliner ikan yang‬ dibudidayakan.‬

Ayu juga mengatakan metode pertanian yang menggabungkan cocok tanam padi dengan budidaya ikan itu belum banyak ditemui di daerah lain. Dengan demikian, minapadi dinilai dapat menarik minat wisata di Kabupaten Sleman.

“Potensi minapadi sebagai lokasi wisata sangat besar. Sebab budidaya ikan serta padi cukup jarang ditemui, sehingga masyarakat cukup antusias melihat sistem bercocoktanam ini,” tutur Ayu.

Menurut Ayu  ketika masyarakat mengunjungi minapadi, akan mendapatkan pemandangan hamparan sawah dan gerombolan ikan yang berenang di antara tanaman padi. Dengan demikian, wisata ini dinilai ampuh untuk dijadikan rujukan untuk melepas stres setelah disibukkan dengan rutinitas kerja setiap hari.

Selain itu, minapadi juga dapat menjadi wisata edukasi bagi anak-anak sekolah  agar lebih dekat dengan profesi petani.

“Melihat sawah dan memberikan makan ikan ini bisa jadi penghilang stres. Tanpa menganggu lahan budidaya, perlu juga ada pelibatan petani yang berinteraksi dengan pengunjung untuk edukasi,” papar Ayu.

Sementara menurut Ketua Kelompok Tani Murakabi Cibuk Kidul yang menerapkan minapadi, Sigit, hasil panen meningkat dengan sistem minapadi. Pada pertanian padi biasa, ia mampu menghasilkan gabah kering sebanyak 7 kuintal/hektar. Namun dengan minapadi,  panen padi mencapai 9,3 kuintal/hektar. Untuk ikan sekali panen 5,4 kuintal nila/1000 meter persegi.‬

‪”Panen padi meningkat. Ada panen ikan juga yang bisa dijual,” kata Sigit yang telah menerapkan minapadi sejak 2011 itu.‬

‪Dia menuturkan penebaran ikan harus dilakukan pada waktu yang benar-benar ideal yakni setelah tangkai padi cukup kuat dan besar pada usia 17 sampai 20 hari. Jika lahannya diberi air dan ikan saat usia padi masih sangat muda, padi bisa terserang hama. Dicontohkan saat dikejar waktu proyek ujicoba dari FAO, penebaran ikan saat padi usia 10 hari, akibatnya ada serangan hama keong. Namun kini sudah dapat diatasi.‬




Masjid Agung Sleman Raih Penghargaan Paripurna Nasional‬

DSC_3488 (1024 x 678)Sleman – Masjid Agung Dokter Wahidin Sudirohusodo Sleman mendapatkan penghargaan Paripurna Nasional. Penilaian itu didasarkan pada fungsi masjid tersebut sebagai tempat ibadah dan juga berbagai aktivitas sosial masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi produktif.‬ ‪Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sleman, Lutfi Hamid membenarkan hal tersebut, Minggu (3/1).

Dikatakan Lutfi, penghargaan tersebut diberikan Kementrian Agama RI karena takmir masjid Agung Sleman dinilai mampu memakmurkan fungsi masjid secara optimal.‬

‪“Masjid Agung Sleman telah mampu memberikan optimalisasi bagi upaya pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan, baik ekonomi, sosial maupun lainnya,” kata Lutfi.‬

‪Menurut Lutfi, penghargaan Paripurna Nasional untuk tingkat kemakmuran fungsi masjid tersebut tidak terfokus pada bentuk masjid yang besar dan megah, tetapi lebih pada berbagai aktivitas ibadah dan kegiatan lain yang bermanfaat langsung kepada masyarakat.‬

‪Masjid Agung Sleman, kata Lutfi,  tahun ini memperoleh penghargaan Paripurna Nasional posisi ketiga. Posisi pertama diraih masjid Agung Riau, dan tempat kedua diraih masjid Agung Jawa Timur.‬

‪Sementara untuk melengkapi fasilitas penunjang masjid, Pemkab Sleman telah menghibahkan sebuah bedug senilai Rp 50 juta yang diserahkan Penjabat Bupati Gatot Saptadi, bersamaan peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW beberapa hari lalu.




Selama Libur Akhir Tahun Monjali dan MGM Banyak Diminati Wisatawan

DSCF0216 (1024 x 768)Sleman – Musim liburan yang bersamaan dengan libur Natal, libur sekolah dan libur akhir tahun sejumlah destinasi wisata di Sleman banyak dikunjungi wisatawan baik rombongan sekolah maupun wisatawan keluarga. Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan Museum Gunungapi Merapi adalah tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Menurut Kepala Bagian Operasional Monjali, Benny Sugita BSc, jumlah kunjungan wisatawan ke Monjali mulai tanggal 20 Desember 2015 hingga 2 Januari 2016 tercatat orang.

“Target kami hingga tanggal 3 Januari 2016 bersamaan dengan berakhirnya liburan akhir tahun dan liburan sekolah jumlah pengunjung Monjali bisa mencapai 37 ribu pengunjung,” kata Benny, Minggu (3/1).

Dikatakan Benny, para pengunjung tercatat ada rombongan sekolahan, namun pada akhir tahun kebanyakan pengunjung keluarga. Dan, untuk menyambut wisatawan sekolah dan libur akhir tahun pengelola Monjali memang telah melakukan perbaikan dan penambahan  koleksi.

“Kami menambah koleksi piring  dan cangkir yang pernah digunakan para pejuang. Kami mendapat koleksi itu dari para pelaku sejarah,” kata Benny.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Tehnis (UPT) MGM, Suharno mengakui selama libur baik libur Natal dan libur akhir tahun jumlah pengunjung MGM meningkat cukup signifikat.

Hal ini terlihat jumlah kunjungan hari Minggu (3/1) hingga pukul WIB tercatat sebanyak 800 orang. Sedang jumlah kunjungan terbanyak hari Jumat (1/1) sebanyak 2721 orang dan pada hari Sabtu sebanuak 2370 orang.

“Untuk tahun ini kami memang siap menyambut libur akhir tahun yang berbarengan dengan libur sekolah dengan  melakukan persiapan. Sejumlah fasilitas tambahan telah disiapkan. Seperti gazebo untuk kios makan dan minum hingga souvenir,” kata Suharno.

Dikatakan Suharno, MGM yang berlokasi di Hargobinagun Pakem Sleman dikunjungi wisatawan sejak pagi sampai sore. Obyek yang banyak diminati pengunjung di MGM, selain tentang  karakter  dan sejarah Gunung Berapi, juga  fasilitas Theater, peraga tsunami, kegempaan maupun infomasi wisata yang disajikan dengan perangkat tehnologi  informasi.




Gebyar Tahun Baru di Kaliurang Meriah

DSC_6173bnrs (1024 x 678)Sleman – Menyambut tahun baru 2016 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyelenggarakan Gebyar Malam Tahun Baru di obyek wisata Kaliurang. Kegiatan yang digelar diantaranya Kirab Budaya, Panggung Seni, Festival lampion dan festival penjor serta pesta kembang api berlangsung meriah.

Kirab Budaya dimulai tepat pukul WIB dilepas oleh Kepala Dinas Budpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM dari Tlogo Putri Kaliurang mengelilingi jalan seputar obyek wisata Kaliurang dan finish di Gardu Pandang yang saat ini telah disulap menjadi taman pelangi, kamis (31/12).

Kirab Budaya diikuti oleh 9 komunitas seni yang ada di wilayah kecamatan Pakem dan Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Turi.

Ayu mengatakan kegiatan kirab ini sudah dilaksanakan selama 3 tahun kalau sebelumnya dilaksanakan malam hari untuk tahun ini dilaksanakan sore hari dimaksudkan untuk menjadi daya tarik wisatawan Kaliurang. Ke depan diharapkan bantuan dan partisipasi para pelaku wisata untuk dapat mengeluarkan potensinya agar lebih semarak lagi. Kirab Budaya berakhir di Gardu Pandang dan disambut oleh Assek III Sleman Dra Suyamsih.

Dalam sambutannya Suyamsih mengatakan sinergi semua pihak akan terus dilakukan dalam mengembangkan kawasan wisata Kaliurang. Dengan sinergi ini diharapkan akan meningkatkan kunjungan para wisatawan dan harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan pelaku wisata di Kaliurang. Masyarakat juga diharapkan senantiasa menjaga kebersihan, keindahan, keramahan dan ketertiban serta kenyamanan bagi setiap wisatawan yang berkunjung.

Untuk festival penjor dan lampion diikuti oleh 22 RT dari Kaliurang Barat, Kaliurang Timur dan Ngipiksari. Sementara itu di panggung Tlogo Putri dari siang hingga sore hari telah dipentaskan kesenian Jathilan dan untuk pentas musik dilaksanakan di dua titik yakni panggung Tlogo Putri dengan pentas komunitas Anang Batas sementara panggung Halaman Wisma Sembada di gelar pentas Koes Plus Night.

Ribuan pengunjung dari sore hari hingga malam memasuki kawasan wisata Kaliurang hingga  memasuki TPR menyebkan antrian yang cukup panjang dan pengunjung bisa menyebar untuk menikmati hiburan malam yang digelar dibeberapa titik. Memasuki pukul WIB merupakan penghujung tahun 2015 diadakan pesta kembang api yang dilaksanakan di tiga titik yakni di Tlogo Putri, Halaman Wisma Sembada dan Taman Pelangi Gardu gegap gempita disambut dengan gembira oleh pengunjung.