Pemkab Serahkan Bantuan Gamelan Bagi Masyarakat Tempel

Penyerahan GamelanSleman – Guna mendukung pengembangan budaya di desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyerahkan bantuan gamelan kepada masyarakat Tempel. Seperangkat gamelan yang diberikan diharapkan dapat semakin meningkatkan minat dan bakat masyarakat Tempel dalam berkesenian. Demikian antara lain disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Drs Kunto Riyadi  ketika menyerahkan bantuan gamelan di  Balai Desa Lumbungrejo Tempel, Kamis (31/12).

Dikatakan Kunto bahwa penyerahan bantuan gamelan ini ditujukan untuk mendukung Kecamatan Tempel dalam memajukan seni dan tradisi budaya. Kedepan diharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan gamelan untuk mengembangkan budaya lokal dan memadukan dengan potensi yang dimiliki Kecamatan Tempel sehingga potensi seni dan wisata budaya serta potensi masyarakat dapat menjadi unggulan Kecamatan Tempel.

Demikian juga setiap kecamatan lain harus memiliki unggulan pengembangan potensi dan budaya lokal yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat.

Dalam acara penyerahan bantuan gamelan ini juga dipentaskan potensi para seniman seniwati baik dalam bentuk tari-tarian maupun pentas ketoprak. Dalam pentas ketoprak kali ini dimainkan oleh paguyuban ketoprak Satrio Aji Tempel dengan lakon Kembang Cangkok Wijayakusuma.

Sementara Sekretaris Dinas Budpar Sleman, Dra  Endah Sri Widiastuti menyampaikan untuk tahun 2015 hanya bisa dibeli 1 perangkat gamelan untuk Kecamatan Tempel, sementara tahun 2014 ada 3 perangkat gamelan untuk Kecamatan Sleman, Turi dan Godean dan untuk tahun 2013 ada 6 perangkat gamelan untuk Kecamatan Depok, Seyegan, Gamping, Berbah, Kalasan dan Pakem.




BPJS Mengedukasi Antisipasi Biaya Pengobatan Masyarakat

Bupati mencoba aplikasi pelayanan BPJS 4 (1024 x 683)Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menaruh harapan besar atas keberadaan Kantor  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman.

Setelah dua tahun beroperasi BPJS telah mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi biaya pengobatan melalui BPJS. Meski demikian masih banyak ditemui pelayanan kesehatan yang dirasa menyulitkan masyarakat.

“Sejumlah keluhan yang kami terima dari masyarakat terkait panjangnya antrian pendaftaran dan pelayanan kesehatan yang tidak sesuai standar,” kata Gatot

Ketika meresmikan kantor BPJS Cabang Sleman di Aparko Kusuma Raffles Regency kav. 16 Jl. Magelang,  Kamis (31/12).

Dikatakan Gatot bahwa seluruh peserta BPJS akan mendapatkan pelayanan yang merata, namun membludaknya jumlah pasien tidak sebanding dengan SDM kesehatan sehingga belum tertangani secara merata.

“Hal ini menjadi pe-er  kita bersama yang perlu diselesaikan secara tuntas sehingga masyarakat benar-benar merasa puas mendapat pelayanan kesehatan secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Sleman,” tutur Gatot.

Yang jelas lanjutnya keberadaan BPJS Kesehatan juga menuntut konsekuensi kesiapan dari fasilitas kesehatan yang nantinya akan menerima pasien BPJS. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Sleman juga terus berupaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit, Dokter Perorangan dan Apotik.

Hingga saat ini sejumlah 25 Puskesmas Sleman telah terstandardisassi ISO dan memberikan layanan kesehatan bagi peserta BPJS. Untuk mengakomodir tingginya peserta BPJS, sejumlah 22 rumah sakit, 1 RS TNI Bhayangkara, 18 klinik pratama, 2 Klinik Pratam TNI, 1 Klinik Pratam POLRI,  52 dokter praktek perorangan, 18 dokter gigi perorangan, serta 23 apotik di Sleman juga telah melayani peserta BPJS.

Sedangkan kepala BPJS Cabang Sleman, Djanu Teguh Prasetijo menyampaikan bahwa sampai saat ini jumlah peserta yang telah terdaftar di BPJS kesehatan KCU Yogyakarta mencapai dan hampir satu jutanya di kantor BPJS Cabang Sleman.

Peresmian kantor BPJS cabang Sleman ditandai dengan pengguntingan buntal dan pembukaan pintu oleh Penjabat Bupati Sleman didampingi Kepala kantor BPJS Kesehatan KCU Yogyakarta dr Upik Handayani dan Kepala BPJS Cabang Sleman.




Sleman Lakukan Penataan Pangkalan Gas

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sleman dan Pertamina terus melakukan pemetaan lokasi Pangkalan Gas Elpiji Tiga kilogram. Terkait rencana penambahan sekitar seratus pangkalan baru pada tahun 2016.

“Pemkab Sleman bersama pihak pertamina terus melakukan pemetaan lokasi pangkalan elpiji yang diajukan masyarakat,” kata Kepala Seksi  Pengembangan ESDM, Dinas Sumberdaya Air, Energi dan Mineral Kabupaten Sleman, Purwoko, Kamis (31/12).

Menurut Purwoko, lokasi pangkalan elpiji yang  diprioritaskan mendapatkan penambahan akan diutamakan pada sejumlah kecamatan yang kini  masih sedikit memiliki jumlah pangkalan sehingga dengan penambahan tersebut, distribusi elpiji tiga kilogram di Sleman lebih merata dan masyarakat dapat membeli dengan harga eceran tertinggi dari pertamina sebesar Rp .

Saat ini lanjut Purwoko diwilayah Sleman sudah terdapat 1400 pangkalan elpiji. Meski demikian keberadaanya terbanyak masih diwilayah Kecamatan Depok.

“Kondisi inilah yang mengakibatkan distribusi elpiji tiga kilogram tidak merata, dan seakan terjadi kelangkaan di lapangan. Dengan penambahan seratus pangkalan elpiji baru nanti, diharapkan sebaran elpiji tiga kilogram akan lebih banyak di pedesaan, dan harganya akan lebih murah sesuai dengan harga eceran tertinggi,” tutur Purwoko.

Sementara untuk wilayah perkotaan yang saat ini menjadi pangkalan elpiji tiga kilogram, akan lebih banyak diberikan elpiji tabung 12 kilogram, yang lebih terjangkau oleh masyarakat perkotaan seperti, Depok, Mlati, Kalasan serta wilayah Ngaglik.