Sebelum Dikembalikan Kepada Keluarga Diberi Pembekalan

Sleman – Ratusan eks anggota Gafatar dari DIY yang sempat berada di Kalimantan Barat  seusai dijemput dan dikumpulkan di Youth Center Sleman, pada Jumat (29/1) sore hingga Minggu (31/1) masih berada dilokasi tersebut.‬ ‪Sebelum dipulangkan ke keluarganya masing-masing serta dikembalikan ke masyarakat, mereka masih akan mendapatkan pembekalan dahulu selama beberapa saat di sana.‬

Pihak Dinas Sosial DIY meminta keluarga yang sudah ingin menengok keluarganya yang sempat ‘hilang’ tersebut untuk bersabar sementara waktu dan menyerahkan penanganan kepada Dinsos DIY dahulu.‬

‪”Sementara kami berharap sampai 3 hari ke depan jangan dulu dijenguk, kita kasih dulu merek sentuhan psikologis. Mereka saat ini masih mengalami kelelahan fisik dan psikologis, ujar Kepala Dinsos DIY, Drs Untung Sukaryadi, Jumat (29/1) beberapa saat setelah 236 eks anggota Gafatar tiba di Youth Center Sleman.

‪Untung menambahkan dalam 3 hari ke depan itu mereka akan mendapatkan pembekalan psikologis berupa trauma healing serta wawasan kebangsaan dimana pihaknya kan menggandeng berbagai macam pihak mulai dari Kemenag, MUI, Perguruan Tinggi hingga LSM.‬ ‪Setelah mendapatkan pembekalan selama 3 hari mereka kemudian akan dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten atau Kota masing-masing.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman, Arif Haryono SH menyatakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman siap menfasilitasi pendidikan anak-anak warga eks Gafatar.‬

‪Menurut Arif, sejauh ini pihaknya juga belum  mendapatkan data resmi berapa jumlah warga eks Gafatar yang berusia sekolah. Meski begitu, katanya, Disdikpora juga ikut melakukan pendampingan kepada anak-anak. Dijelaskan Arif, pendampingan akan dilakukan baik saat masih di tempat pengungsian maupun ketika sudah kembali ke masyarakat.‬

‪“Anak-anak yang berusia sekolah harus tetap mendapatkan hak pendidikannya. Kalau datanya sudah fiks, kami akan berkoordinasi dengan sekolah sesuai dengan jenjang pendidikannya,” kata Arif.‬

‪Selain itu, Disdikpora juga menyiapkan antisipasi jika muncul penolakan dari orangtua. Menurutnya, tidak semua anak paham tentang ajaran Gafatar. Mengingat rata-rata hanya sekedar mengikuti orangtua saja. Anak-anak biasanya hanya ikut orangtuanya, mereka tidak paham apa itu Gafatar.

“Berbeda jika usia dewasa atau setidaknya jenjang SMA. Mereka tentu akan mendapatkan pendampingan khusus,” kata Arif.‬




Disbudpar Sleman Berdayakan Desa Wisata‬ Untuk Naikkan PAD

Sleman – Untuk menggenjot pendapatan daerah di sektor pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman berencana akan meningkatkan peranan desa wisata di Kabupaten Sleman.‬ ‪Pasalnya, desa wisata memiliki potensi yang tidak kalah menariknya dengan destinasi wisata lainnya.‬

‪Sekretaris Disbudpar Sleman, Endah Sri Widiastuti mengatakan saat ini setidaknya terdapat 30 desa wisata yang tersebar di Kabupaten Sleman.‬ ‪Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh desa wisata mandiri, yaitu Pulesari, Pentingsari, Grogol, Gamplong, Tanjung, Brayut, dan Rumah Domes.‬

Menurut Endah, desa wisata juga memiliki potensi yang menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. ‪Selain itu, guna memaksimalkan keberadaannya, tahun 2016 ini Disbudpar Sleman akan merancang Peraturan Bupati (Perbup) mengenai pembinaan desa wisata.‬

Muatan Perbup tersebut tidak bersifat instruksi atas ke bawah dari Pemkab Sleman ke masyarakat, melainkan mengenai aspek dasar pembinaan dan komunikasi bagi desa wisata‬.

‪”Harapannya Perbup ini mampu mempertahankan dan meningkatkan eksistensi desa wisata di tengah-tengah destinasi wisata lainnya,” kata Endah.




Badan Amil Zakat Sleman Memprogramkan Bedah 100 Rumah di 2016‬

Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman di tahun 2016 ini akan melakukan program bedah 100 rumah, dalam rangka membantu keluarga miskin.‬ ‪Sekretaris Baznas Sleman, Drs Heri Sutopo mengatakan,  program bedah rumah bagi kelurga miskin tersebut, menurut rencana dilaksanakan bersamaan menyambut peringatan Hari Jadi 100 tahun Kabupaten Sleman bulan Mei mendatang‬.

‪”Dari kegiatan Baznas tahun 2015, berjalan relatif baik dan lancar. Jumlah pengumpulan zakat terutama panutan meningkat dari Rp 120 juta menjadi Rp 230 juta, sedangkan sisa dana Baznas hingga kwartal ketiga tahun ini, masih mencapai Rp 1 miliar, dan untuk dana yang disalurkan secara total mencapai Rp 1,9 miliar,” kata Heri, kemarin.

‪Selain itu, terkait dengan evaluasi Baznas, penjabat Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno menjelaskan, bahwa Baznas kedepan harus mampu menyesuaikan dengan dinamika masyarakat, termasuk dalam hal meningkatkan kesadaran membayar zakat di Sleman yang potensinya sangat besar, khusus kabupaten Sleman yang saat ini masih memiliki hampir 12 % penduduk miskin.‬

‪Menurutnya, penyaluran dana Baznas harus benar-benar tepat sasaran, sehingga dapat membantu warga kurang mampu untuk membangun kehidupan yang lebih baik.




2017, Ada 10 Isu Strategis Ranwal RKPD Sleman

Sleman – Kepala Bappeda Sleman, drg Intriati Yudatiningsih MKes mengatakan dalam Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) Kabupaten Sleman 2017 beberapa waktu lalu muncul isu strategis draft perencanaan awal (ranwal) RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) 2017 di Kabupaten Sleman ada 10.

Kesepuluh isu tersebut yakni persentasi penduduk miskin masih tinggi, kontribusi sektor ekonomi lokal masih rendah, indeks kepuasan mayarakat dan indeks reformasi birokrasi masih perlu ditingkatkan, ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

Dan, masih adanya kematian bayi dan ibu melahirkan, kwalitas pendidikan yang masih perlu ditingkatkan, penurunan kualitas lingkungan hidup, kualitas sarana dan prasarana publik masih perlu ditingkatkan, masih adanya konflik dan permasalahan sosial dan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal belum optimal.

“Dalam Musrenbang 2017 juga disampaikan kepada Kepala SKPD serta Camat yaitu agenda kerja penyusunan RKPD, renja, KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan PPAS (Plafon Prioritas Anggaran Sementara) tahun 2017 yang  dimulai 25 Januari hingga 3 Juni 2016,” kata Intriati, Senin (1/2).

Sementara untuk penetapan renja oleh SKPD tanggal 14 Juni 2015 selanjutnya diserahkan ke Bappeda Sleman, untuk dilakukan pembahan dan pencermatan. Sementara proyeksi tahun 2017 untuk pendapatan mencapai Rp 2,3 trilyun dengan perincian PAD Rp 653,37 miliar, dana perimbangan Rp 1,24 trilyun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 483,33 miliar.

Sedangkan belanja mencapai Rp 2,6 trilyun terdiri dari belanja langsung Rp 1,05 trilyun, belanja tidak langsung Rp 1,57 trilyun  dan untuk pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp 251,57 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 13 miliar.

Sementara Pj Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan untuk lebih memfokuskan perencanaan pembangunan tahun 2017, Pemkab Sleman memiliki tema “Memberdayakan potensi ekonomi lokal menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”.

Pemkab Sleman menetapkan tema pembangunan tersebut untuk mendukung tema nasional dan indikasi tema Daerah Istimewa Yogyakarta yakni “Mendayagunakan dan mengoptimalkan (SDM unggul, kesehatan terjamin, pengangguran turun, investasi tumbuh, ekonomi tumbuh dan merata, infrastruktur mantap, masyarakat lebih berbudaya dan DIY lebih berkarakter)”.

Pemkab Sleman telah menentukan sembilan prioritas pembangunan yakni: meningkatkan ketentraman dan ketertiban, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif serta kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan sampai ke tingkat desa, memperkuat penegakan hukum, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan produk dan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Serta, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pendidikan karakter serta meningkatkan kerukunan masyarakat dengan mengangkat kebudayaan lokal dan kesetaraan gender.

“Dengan berpedoman pada proritas pembangunan tersebut, diharapkan seluruh program kerja dari setiap instansi dilingkungan Pemkab Sleman senantiasa berorientasi pada  peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Iswoyo.