75 Persen Pengunjung RSUD Sleman Keluhkan Sarana dan Prasarana

Sleman– Selesainya fisik pembangunan RSUD Sleman yang dibangun sejak tahun 2013 diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat akan kurangnya sarana dan prasarana di RSUD Sleman. Hal itu dikatakan dr Joko Hastaryo MKes saat soft opening RSUD Sleman, Sabtu (27/2) di Aula Lantai V Gedung baru RSUD Sleman.
Dikatakan Joko Hastaryo, selama ini 75 % keluhan pengunjung RSUD Sleman adalah keterbatatasan sarana dan prasarana sehingga tidak dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien.
Namun demikian dengan keterbatasan yang ada RSUD Sleman tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien terbukti telah diraihnya sertifikat ISO beberapa tahun yang lalu. Dengan dibangunnya RSUD Sleman yang cukup bagus dilengkapi dengan sarana pendukungnya tentu akan dapat memacu kepada seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengunjung RSUD Sleman.
Beberapa inovasi dilakukan yakni menyediakan taman bacaan bagi pasien dan pengunjung, menyediakan fasilitas pelayanan ramah anak serta menyediakan fasilitas open space di lantai VI yang diharapkan memberikan suasana nyaman yang dapat dimanfaatkan untuk taman, untuk santai, untuk melihat terbitnya matahari dipagi hari, melihat terbenamnya matahari disiang hari serta untuk melihat keindahan gunung Merapi.
Dikatakan Joko pelayanan rawat jalan akan mulai beroperasi Senin, (29/2) kemudian diikuti dengan pelayanan bedah terpadu, pelayanan ruang bersalin dan diikuti rawat inap. Operasional gedung baru ini diakui tidak dapat dilakukan secara bersamaan mengingat begitu rumitnya memindahkan prasarana pendukung medis di rumah sakit.
Sementara itu Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan dengan gedung baru RSUD Sleman akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Sleman, yang jumlahnya saat ini mencapai lebih dari 1 juta jiwa. Diharapkan pula kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan juga semakin meningkat dengan upaya memeriksakan kesehatan secara paripurna.
Sri Purnomo juga berharap RSUD Sleman dapat dimanfaatkan sebagai wisata kesehatan bagi wisatawan yang datang di Sleman, tidak hanya menikmati keindahan wisata Kaliurang, Candi, Gunung Merapi dan lainnya namun bisa memanfaatkan untuk selalu cek kesehatan di RSUD Sleman yang telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana memadai didukung dengan sarana penunjang lainnya.
Dalam kesempatan soft opening operasional RSUD Sleman yang baru ini juga dimanfaatkan sebagai puncak acara peringatan HUT ke 38 RSUD Sleman dengan penampilan pentas seni tari, gerak lagu dan drama musikal dari tim paramedis RSUD Sleman.
Sekaligus juga penyerahan Sertifikat Akreditasi Sempurna Bagi RSUD Sleman oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit Pusat dr. Waluyo Budi Wasista kepada Bupati Sleman selanjutnya di serahkan kepada Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo.
