Kerugian Rusaknya Gedung Kesenian Belum Dihitung

Sleman – Evakuasi terhadap pohon beringin besar yang tumbang dan menyebabkan kerusakan pada Gedung Kesenian milik Dinas Kubudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman hingga Selasa (16/2) terus dikerjakan. Puluhan orang tenaga relawan dan pihak kepolisian masih terus berupaya memotong batang pohon besar yang melintang di Jalan Taman Denggung.
Setelah dilakukan pemotongan, kerusakan banguan terlihan jelas. Tampak kerusakan paling parah terjadi pada atap dan dinging bangunan. Sementara di dalam ruangan, sejumlah peralatan operasional seperti komputer, laptop juga mengalami kerusakan.
Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti kerugian yang dialami. Sebab hingga Selasa (16/2) siang, pihaknya belum dapat menginventarisir sejumlah kerusakan.
“Sesuai arahan BPBD kami tidak boleh masuk keruangan. Berapa kerugian kami belum mengetahui secara pasti. Besok kalau sudah boleh masuk ruangan tentunya akan segera kami inventarisir jumlah kerugiannya,” kata Ayu.
Menurut Ayu, pihaknya harus memindahkan ruang Operasional Bidang Kesenian ke gedung pusat Disbudpar Sleman yang letaknya masih berdekatan. Harapannya, pelayanan masih tetap berjalan sampai mendapatkan kepastian mendapatkan ruangan pengganti.
“Kami berharap ada solusi terbaik, bagaimanapun pelayanan harus berjalan,” jelas Ayu.
Sementara itu Anggota Komisi C DPRD Sleman, Wawan Prasetya meminta BLH Sleman untuk lebih aktif melakukan pemangkasan dahan pohon yang rawan tumbang pada masa musim penghujan. Langkah tersebut sebagai upaya mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.
“Sejumlah pohon besar di Sleman berada di area publik. Ini rawan menimbulkan korban jiwa jika BLH tidak tanggap,” kata Wawan.
Dikatakan Wawan sejumlah titik yang menjadi perhatian BLH seperti di Lapangan Denggung di Kawasan Masjid Agung Sleman. Di tempat tersebut, merupakan area publik yang banyak dikunjungi masyarakat. “Termasuk di pinggiran jalan raya,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan BLH Sleman, Indra Darmawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan program pemangkasan mahkota daun sebelum memasuki musim penghujan. Langkah tersebut dimulai disepanjang jalan Magelang tepatnya utara Jembatan Layang Jombor.
“Belum sampai Denggung angin kencang sudah melanda. Kami tidak bisa berbuat banyak,” tutur Indra.
Untuk itu sebagai bentuk preventif, pihaknya akan melakukan pemangkasan mahkota daun pada sejumlah pohon yang berada di Kawasan Denggung. Dengan begitu, beban pohon akan berkurang sehingga mencegah pohon tumbang.
“Untuk menebang pohonnya bukan menjadi kewenangan BLH semata. Sebab ada fungsi penghijauan juga,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Makwan menyebut telah melakukan pemetaan awal terhadap titik-titik rawan pohon tumbang. Salah satunya di Denggung Sleman.
Di Lapangan Denggung, sedikitnya ada 10 pohon yang memiliki potensi menimbulkan kerusakan dan korban jiwa bila tumbang. Pasalnya, pohon-pohon tersebut berdekatan dengan bangunan dan ruang publik. Termasuk jalan raya. Menurut Makwa yang dapat dilakukan dengan pemangkasan. Namun bila dilihat akar pohon sudah membusuk, bisa jadi akan ditebang.

