Sleman – DPRD Kabupaten Sleman meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman lebih serius dalam pembangunan proyek infrastuktur pada tahun ini karena tahun sebelumnya terdapat sejumlah proyek yang mangkak.
”Kami minta Pemerintah Kabupaten Sleman menunjukkan keseriusan dalam pembangunan proyek infrastruktur di tahun 2016 ini agar tidak ada lagi proyek yang mandeg atau bahkan mangkrak,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Sofyan Setyo Darmawan, Senin (21/3).
Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang sempat mangkrak yakni pembangunan gedung Pasar Sleman serta bangunan kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH). Keduanya mangkrak akibat wanprestasi oleh kontraktor jasa pembangunan sipil yang diberi mandat.
Dikatakan Sofyan, proses pembangunan harus dijalankan dengan keseriusan dan selain itu pengawasan terhadap pelaksanaan menjadi titik tekan, agar setiap kontraktor mengerjakan proyeknya sesuai dengan perjanjian.
Ketersediaan infrastruktur yang memadai akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Karena itu kualitas hasil pelaksanaan pembangunan benar-benar dipertaruhkan, agar infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik dan aman,” katanya.
Sofyan menambahkan infrastruktur merupakan bagian dari hajat hidup orang banyak, namun selama ini masih dijumpai kualitas hasil pembangunan yang tidak memadai.
”Salah satunya adalah pembangunan talut di Sorolaten, Sidokarto, Godean yang tidak diketahui tahapannya oleh tokoh masyarakat setempat. Selain itu, hasil pembangunannya juga memperihatinkan karena tidak sesuai dengan spesifikasi bangunan,” katanya.
Sofyan berharap tahun 2016 ini, Pemkab Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) dapat merealisasikan pembangunan yang sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan standar kualitas.
”Pemkab Sleman harus teliti terhadap pelaksana proyek,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Binamarga DPUP Sleman, Mirza Anfanzury mengungkapkan, 2016 instansinya akan melakukan pengadaan pembangunan proyek fisik berupa jalan dan jembatan.
”Pada bulan Juni seluruh pembangunan dapat dimulai dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun,” katanya.
Ia mengatakan, proyek yang berjalan selalu dalam pengawasan yang ketat. “Bila ada proyek yang tidak sesuai dengan bestek dan spesifikasi makan pelaksana proyek harus memperbaiki lagi proyek tersebut,” katanya.
Sementara terkait pembangunan, salah satu proyek infrastruktur yang akan menjadi perhatian yakni pembangunan dan perbaikan pada lima jembatan. Namun yang sudah pasti akan ditindaklanjuti hanya empat. Antara lain Pendulan 2 Moyudan, Wonosobo 2 Ngaglik, Merisen di Kecamatan Sleman, dan jembatan penghubung di RSUD Sleman.
”Sedangkan pembangunan lanjutan Jembatan Merah masih menunggu penyelesaian sengketa tanah. Kalau perkara lahan ini sudah selesai, kami tentu akan segera mulai pembangunan Jembatan Merah,” katanya.
Mirza mengatakan ada 20 paket pembangunan dan pemeliharaan jalan dengan anggaran untuk pembangunan jalan sebesar Rp 37 miliar dan pemeliharaan sebesar Rp 38 miliar, dengan panjang 31,9 kilometer. Proyek pembangunan tersebut temasuk talut sebagai penyangga jalan.