922 IMB Warga Cangkringan Pasca Bencana Merapi Diserahkan

IMG_5633 (1024 x 683)Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI melakukan penyerahan IMB hunian tetap (Huntap) pasca bencana erupsi Merapi pada 81 warga yang merupakan perwakilan dari total 922 IMB yang tersebar di 9 desa se Kecamatan Cangkringan, Rabu (23/3).

Acara serah terima dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Cangkringan dan merupakan rangkaian kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pasca bencana yang diselenggarakan oleh BPBD DIY bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Sekretaris BPBD DIY, Heru Suroso menyampaikan bahwa erupsi Merapi 2010 mengakibatkan kerusakan rumah warga dan  341 KK lain kehilangan rumah tinggal akibat lahar dingin.

Namun dari total jumlah tersebut hanya KK yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan program rehabilitasi dan rekonstruksi (perumahan). Hingga 2016 ini pemerintah sudah memfasilitasi huntap sebanyak unit dengan fasilitas bangunan tahan gempa, listrik, air, SHM dan IMB.

“Dari huntap yang sudah terfasilitasi, sudah kami serahkan sertifikat tanah hak milik sebanyak dan 1 sertifikat fasilitas sosial dan fasilitas umum kepada Pemerintah Kabupaten sedangkan 444 sisanya belum jadi karena masih dalam proses,” ungkap Heru.

Sembilan desa di Kecamatan Cangkringan yang sudah terfasilitasi huntap adalah Umbulharjo 208 unit, Kepuhharjo 727 unit, Glagahharjo 361 unit, Argomulyo 299 unit, Wukirsari Cangkringan  420 unit, Sindumartani Ngemplak88 unit, Bimomartani 3 unit, Sendangagung Minggir 15 unit, Selomartani Kalasan 1 unit. Namun baru Desa Bimomartani Ngemplak  saja yang SHMnya telah selesai.

Heru juga menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan Kepala BNPB tahun 2010 tentang pedoman umum penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana terdapat lima sektor yang dapat direhabilitasi dan direkonstruksi yaitu infrastruktur, perumahan, ekonomi, sosial, dan lintas sektor.

Sedang Sri Purnomo menyampaikan bahwa dengan diterbitkannya IMB  maka sebuah bangunan telah dinyatakan memenuhi persyaratan baik dalam aspek kelayakan penggunaan maupun dalam aspek lingkungan, yang tentu saja berimplikasi pada peningkatan nilai ekonomis bangunan itu sendiri.

Sri Purnomo  juga menghimbau warga penerima IMB untuk dapat memanfaatkan  legalitas kepemilikan aset ini secara bijaksana serta dapat menjaga sebaik mungkin aset yang telah diberikan pemerintah guna terwujudnya kesejahteraan warga di Cangkringan.




Wantimpres Kunjungi Sleman

Sleman – Kunjungan kerja anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Kabupaten Sleman yang dipimpin Ketua Wantimpres, Sri Adiningsih diterima Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI di ruang rapat sekda B, Rabu (23/3).

Ikut mendampingi Bupati Sleman antara lain Penjabat Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno, Plt. Asekda Bidang Pemerintahaan Jasim Sumirat SH, Kepala Kantor SDEAM Ir Sapto Winarno, Camat Sleman Iriansya, Kepala Desa Pendowoharjo.

Sri Adiningsih menyampaikan bahwa kunjungannya di Kabupaten Sleman dalam rangka penyerapan aspirasi dan melihat langsung apa yang dilakukan dan harapan petani dan peternak di Kabupaten Sleman khususnya di Desa Pendowoharjo Sleman.

Lebih lanjut disampaikan bahwa karena pangan merupakan sektor utama bagi pemerintah, maka pemerintah harus mendorong para petani agar lebih maju lagi untuk menuju swasembada pangan. Kalau pemerintah/masyarakat sudah swasembada pangan tentunya tidak perlu lagi import beras.

Untuk mewujutkan swasembada pangan tentu tidah hanya melibatkan satu departemen saja, akan tetapi multi departemen yang harus terlibat, seperti Kementerian pertanian, Pengairan, bahkan kalangan akademisi seperti IPB, ITB.

Sementara Sri Purnomo menyampaikn bahwa pada tahun 2015 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak yang mencapai 23,01% dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai jiwa. Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 13,15% pada tahun 2015.

Untuk hasil pertanian padi, pada tahun 2015 mengalami surplus hasil produksi. Dimana tercatat pada tahun 2014 hasil produksi sebesar ton gabah kering giling dengan luas panen Ha dan produktivitas 60,17 ku/ha, meningkat pada tahun 2015 menjadi ton gabah kering giling dengan luas panen Ha dan produktivitas 66,91 ku/ha.

Walaupun luas panen pada tahun 2015 menurun dari tahun 2014 namun produksi padi yang dihasilkan justru mengalami peningkatan karena produktivitas yang meningkat.

Sedangkan untuk sasaran luas panen padi pada tahun 2016 tercatat pada bulan Oktober – Maret 2015/2016 sebesar Ha dan pada bulan April – September 2016 sebesar Ha, sehingga sasaran luas tanam total pada bulan Oktober hingga September sebesar Ha. Kami optimis produksi padi pada tahun 2016 dapat kembali mengalami surplus.

Dalam kunjungan tersebut rombongan Wantimpres juga mengunjungi kelompok tani  Sari Bumi padukuhan Plalangan Pendowoharjo Sleman , dan meninjau Dam  Setalang di padukuhan Krandon, serta kelompok ternak Sumber Ayu di Brayut Pandowoharjo Sleman dilanjutkan dialog dengan kelompok Tani dan Ternak di  Java Village Resort.




782 Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK di Sleman Siap Laksanakan Ujian Nasional

Sleman – Sebanyak 782 sekolah baik itu tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK di wilayah Kabupaten Sleman siap melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2015/2016. Dari jumlah sekolah tersebut terdiri dari 528 SD/MI, 136 SMP/MTs , 61 SMA/MAN dan 57 SMK. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahaga Sleman, Arif Haryono SH di pres room Pemkab Sleman, Rabu (23/3).

Dijelaskan Arif, untuk SD dari 528 sekolah tersebut 516 merupakan sekolah penyelenggara dan 12 sekolah gabung UN. Sedang jumlah siswa SD yang akan mengikuti UN sebanyak siswa.

Untuk SMP sekolah yang menyelenggarakan UN sebanyak 131 sekolah dan 5 sekolah gabung, jumlah siswa yang mengikuti UN siswa. Untuk SMA sekolah yang menyelenggarakan UN ada 53 sekolah dan 8 sekolah gabung, peserta ujian sebanyak siswa dan untuk SMK sekolah yang menyelenggarakan ujian 54 sekolah dan 3 sekolah gabung, peserta ujian SMK sebanyak siswa.

Dijelaskan Arif, untuk tahun ini sekolah yang melaksanakan ujian berbasis komputer atau UNBK di Sleman mengalami peningkatan yang cukup siknifikan dibanding tahun lalu.

“Jika tahun lalu hanya ada 6 SMK saja yang melaksanakan UNBK tahun ini setelah mendaftar dan diverifikasi penambahannya cukup banyak yang diikuti SMP, SMA dan SMK,” kata Arif.

Tahun ini lanjutnya ada 6 SMP dengan peserta 618 siswa yang melaksanakan UNBK, untuk SMA sebanyak 5 sekolah dengan peserta ujian 747 siswa dan SMK ada 25 sekolah dengan peserta ujian siswa. Sedang pelaksanaan ujiannya untuk SMA/MAN/SMK yang UNBK mulai 4 hingga 9 April ditambah 11 hingga 12 April.

“Untuk ujian SMA/MAN yang tidak UNBK dilaksanakan tanggal 4 hingga 6 April, dengan 2 mata pelajaran tiap hari,” kata Arif.

Sedang untuk SMK yang melaksanakan UNBK dijadwalkan tanggal 4 sampai 7 April. Untuk SMK yang tidak UNBK jadwalnya sama. Sementara untuk UNBK SMP dilaksanakan tanggal 9 hingga 12 Mei mendatang, jadwal yang sama juga untuk ujian SMP yang tidak melaksanakan UNBK.

“Jika UNBK SMA/SMK dilaksanakan dua sif, untuk UNBK SMP dilaksanakan 3 sif,” tutur Arif.

Untuk jadwal ujian SD dilaksanakan tanggal 16 hingga 18 Mei mendatang. Ketika ditanya tentang sekolah yang gabung dikatakan Arif, untuk sekolah yang berlum terakreditasi memang belum bisa menyelenggarakan ujian sendiri.

“Sekarang ini meski siswanya kurang dari 20 kalau sudah terakreditasi bisa menyelenggarakan ujian sendiri. Namun kalau belum terakreditasi harus menggabung ke sekolah lainnya,” kata Arif.




Finalis Dimas Diajeng Sleman 2016 Bebas Narkoba

Salah satu peserta yang ikut test urine di hari kedua di   BNN Sleman 2 (1024 x 768)Sleman – Semua semi finalis dalam Pemilihan Dimas Diajeng Sleman (PDDS) 2016 yang telah mengikuti tes urine pada hari Senin dan Selasa (21-22/3) yang dilakukan atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan BNN Kabupaten Sleman semuanya dinyatakan bebas narkoba.

Sebagaimana test urine yang dilaksanakan pada hari Senin (21/3) di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman terdapat 1 orang peserta yang diindikasikan positif Benzodiazeplin.

Namun setelah datang untuk periksa ulang pada hari berikutnya Selasa (22/3) di Kantor BNN Kabupaten Sleman yang bersangkutan telah dinyatakan bebas narkoba. Demikian dinyatakan oleh Kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi dikantornya, Rabu (23/3) .

Kuntadi menambahkan bahwa pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman yang telah turut mensukseskan program bebas narkoba melalui ajang Pemilihan Dimas Diajeng Sleman. Diharapkan hal seperti ini dapat dilakukan oleh instansi-instansi yang lain di Kabupaten Sleman.

Sebenarnya pihak BNN Kabupaten Sleman saat ini belum memprogramkan untuk test urine yang ditujukan ke instansi-instansi. Hal tersebut dikarenakan masih terbatasnya test kit yang dimilikinya, yang saat ini masih diprioritaskan untuk mendukung operasi pemberantasan di tempat-tempat yang diindikasikan ada penyalahgunaan narkoba.

Oleh karenanya diharapkan instansi-instansi yang ingin melaksanakan test urine untuk dapat menfasilitasi test kit sendiri, sedangkan BNN Kabupaten Sleman akan mendukung personilnya. Dengan demikian program sharing antar instansi seperti ini akan mempercepat program anti narkoba khususnya di Kabupaten Sleman.

Terkait dengan peserta yang terindikasi Benzodiazeplin, Ahmad Yusro Arifin selaku staf Seksi Pemberantasan BNN Sleman menyatakan bahwa yang bersangkutan sebelum diperiksa terbukti telah mengkonsumsi obat dokter. Yang bersangkutan telah melakukan periksa ulang pada hari Selasa (22/3) pukul WIB dengan membawa bukti resep doker. Yang bersangkutan mengkonsumsi obat tersebut karena sakit tenggorokan.

Menurutnya Benzodiazeplin tergolong psikotropika atau obat yang beredar secara umum yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk menyembuhkan sakitnya. Berdasarkan pemeriksaan salah satu semi finalis Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2016 dinyatakan positif Benzodiazeplin karena sebelumnya telah mengkonsumsi obat dokter, bukan positif narkoba.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengungkapkan rasa syukur dan puas atas hasil pelaksanaan test urine untuk membuktikan para finalis Pemiihan Dimas Diajeng 2016 bebas narkoba.

“Ternyata dari hasil pemeriksaan semua peserta yang sudah melaksanakan test urine dinyatakan bebas narkoba oleh BNN Kabupaten Sleman,” kata Ayu.

Ayu menyampaikan ucapan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BNN Kabupaten Sleman yang telah mendukung penuh terselenggaranya test urine dalam ajang pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2016.

Dari hasil yang diperoleh ini menunjukkan dan mengindikasikan bahwa generasi muda khususnya yang diwakili oleh para semifinalis PDDS 2016 ini memiliki sikap dan perilaku yang positif. Harapannya mereka nantinya kedepan dapat benar-benar menjadi suri tauladan dan contoh yang positif bagi generasi muda pada umumnya.