Disdikpora Siapkan Program Sukses Prestasi dan Sukses UN

Bupati SlemanSleman – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan Kabupaten Sleman siap menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAN dan SMK.

“Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu melalui program sukses capaian prestasi, dan sukses penyelenggaraan UN. Intinya adalah bagaimana agar ujian bisa terlaksana sesuai SOP yang telah ditetapkan,” kata Arif, Minggu (27/3).

Upaya lainnya menurut Arif, dinas bersama satuan pendidikan membentuk program kemitraan sekolah dengan menyusun soal bersama latihan UN, dan bedah kisi. Selain itu dilaksanakan program pertukaran guru dengan harapan ada pengimbasan, meski belum bisa diterapkan di semua sekolah karena alasan kesibukan.

“Program sukses UN ini dievaluasi setiap dua bulan sekali. Harapannya kualitas ujian kali ini bisa meningkat,” tutur Arif.

Tahun lalu, 13 sekolah di Sleman mendapat penghargaan sebagai sekolah penyelenggara UN berintegritas tinggi. Prestasi itu dipandang menggembirakan karena pencapaiannya tidak mudah, dan membutuhkan waktu hingga lima tahun.

“Diharapkan tahun ini jumlah sekolah yang ditetapkan sebagai pelaksana UN berintegritas bisa bertambah. Yang penting adalah menyiapkan mental siswa. Untuk itu diperlukan dukungan dan pendampingan dari orangtua sehingga sejak awal wali murid sudah diundang untuk diberi pemahaman,” tandas Arif.

Diungkapkan Arif, UN 2015/2016 di Kabupaten Sleman akan diikuti siswa mulai jenjang SD hingga SMA/SMK. Untuk tingkat SD, jumlah peserta ujian tercatat siswa berasal dari 528 sekolah. Level SMP dan SMA/MA, masing-masing dan peserta. Sedangkan jenjang SMK, peserta UN sebanyak siswa.

“Semua sudah siap menjalani ujian nasional, baik yang menggunakan sistem paper based test maupun berbasis komputer,” kata Arif.

Pada pelaksanaan UN tahun ini, ada beberapa sekolah yang digabung karena belum terakreditasi. Di tingkat SD, dari 528 sekolah hanya 516 yang menyelenggarakan UN sedangkan sisanya menggabung ke sekolah lain. Untuk jenjang menengah pertama, ada lima sekolah yang menggabung dari total 136 SMP. Di tingkat SMA/MA, penyelenggara UN ada 53 dari total 61 sekolah.

Sedangkan SMK, dinas mendata ada tiga sekolah yang menggabung dengan jumlah penyelenggara 53 SMK.