Sektor Pertanian Mampu Serap Tenaga Kerja 23,01 Persen
Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikn bahwa pada tahun 2015 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak yang mencapai 23,01% dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai jiwa. Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 13,15% pada tahun 2015.
“Untuk hasil pertanian padi, pada tahun 2015 mengalami surplus hasil produksi,” kata Sri Purnomo, Rabu (30/3).
Dikatakan Sri Purnomo pada tahun 2014 hasil produksi sebesar ton gabah kering giling dengan luas panen Ha dan produktivitas 60,17 kwt/ha, meningkat pada tahun 2015 menjadi ton gabah kering giling dengan luas panen ha dan produktivitas 66,91 kwt/ha.
Walaupun luas panen pada tahun 2015 menurun dari tahun 2014 namun produksi padi yang dihasilkan justru mengalami peningkatan karena produktivitas yang meningkat.
Sedangkan untuk sasaran luas panen padi pada tahun 2016 tercatat pada bulan Oktober – Maret 2015/2016 sebesar ha dan pada bulan April – September 2016 sebesar Ha, sehingga sasaran luas tanam total pada bulan Oktober hingga September sebesar ha.
“Kami optimis produksi padi pada tahun 2016 dapat kembali mengalami surplus. Untuk bidang perikanan di Kabupaten Sleman juga menjadi usaha pokok masyarakat,” turu Sri Purnomo.
Saat ini lanjutnya, sub sektor perikanan banyak diminati masyarakat sebagai mata pencaharian alternatif yang menjanjikan. Dibuktikan dengan semakin meningkatnya luasan lahan budidaya perikanan, tahun 2010 luas kolam 629,13 ha kemudian meningkat sebesar 39,06% menjadi 874,85 ha pada tahun 2014.
Produksi ikan juga menunjukkan prospek yang bagus, pada tahun 2014 produksi ikan mencapai ,5 ton meningkat menjadi di tahun 2015.
Produksi ikan per tahun secara total di Kabupaten Sleman juga mengalami kenaikan yang tinggi. Ikan konsumsi pada tahun 2010 produksinya sebesar ,68 ton dan pada tahun 2014 meningkat pesat menjadi ,50 ton atau 113,49%. Untuk benih ikan terjadi peningkatan sebesar 26,98% yang ditunjukkan dengan pencapaian pada tahun 2010 sebanyak ekor dan pada tahun 2014 menjadi ekor.
Ketersediaan ikan perkapita pada tahun 2010 sebesar 26,73 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 30,41 kg/kapita/tahun.
Secara teknis pengembangan usaha perikanan di Kabupaten Sleman ini diorientasikan pada 3 pola pengembangan.
“Wilayah Sleman Barat dominan untuk pembesaran khususnya jenis ikan Lele, Gurami dan Udang Galah karena kondisi tanahnya yang berlumpur. Wilayah ini menjadi penghasil utama ikan konsumsi untuk Kabupaten Sleman,” katanya.
Sebagian wilayah Sleman Tengah dan Timur, dengan air jernih dan jumlah yang cukup, memberikan banyak variasi jenis ikan yang dikembangkan seperti Ikan Karper, Grass Carp, Nila dan bahkan juga ikan hias seperti ikan koi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah mengembangkan metode budi daya ikan air tawar di sawah pertanian padi atau minapadi. Atas keberhasilan penerapan minapadi ini, Kabupaten Sleman ditunjuk oleh FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) sebagai salah satu wilayah percontohan untuk budidaya minapadi.
“Metode minapadi ini dikembangkan di Dusun Kandangan, Desa Margodadi dan Desa Cibuk Kidul, Desa Margoluwih dengan luas lahan sekitar 25 hektare pada akhir 2015. Kelebihan minapadi tidak perlu penyiangan gulma, serangan hama dan penyakit berkurang. Ini karena telur hama sebelum menetas sudah dimakan ikan, sehingga tidak sempat berkembang,” ungkap Sri Purnomo.
