Geliat Pariwisata Lereng Merapi Terkendala Jalan Rusak‬

Sleman – Geliat perkembangan sektor pariwisata di kawasan lereng Gunung Merapi, Cangkringan, Kabupaten Sleman, terkendala akses jalan banyak yang rusak.‬ Dari pantauan Bernas di jalur wisata Kaliadem beberapa ruas jalan yang dilakui jeep wisata banyak yang rusak.

‪Sementara Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Slema,n Heri Suprapto mengatakan, setiap tahun pihak desa mengirim surat permohonan ke Pemkab Sleman mengenai perbaikan jalan penghubung wilayah Tangkisan dan Kopeng yang merupakan jalur wisata lereng Merapi.‬

‪”Namun sampai saat ini belum ada kepastian dari Pemkab Sleman. Warga inginnya membangun secara swadaya, namun jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten, bukan kewenangan kami untuk membangun,” kata Heri, Minggu (3/4).‬

‪Salah satu ruas jalan Kabupaten yang tampak rusak cukup parah berada di Padukuhan Petung, Kepuharjo, Sleman.‬

‪Jalan sepanjang kurang lebih empat kilometer yang merupakan penghubung Tangkisan, Umbulharjo dan Padukuhan Kopeng, Kepuharjo ini rusak hampir di seluruh titik pascaerupsi Merapi 2010. Jalan ini juga merupakan akses wisata ke sentra kopi Petung maupun museum peringatan erupsi Merapi “Sisa Hartaku”. ‬

‪”Kondisi jalan sudah rusak parah, tidak ada lagi kulit pelapis aspal dan yang ada hanya bebatuan dan lubang dalam di sejumlah titik,” katanya.‬

‪Heri mengatakan, warga Kepuharjo sendiri mengingikan supaya jalan tersebut diperbaiki, karena jalan tersebut mendukung perekonomian warga.‬

‪”Saat ini perekonomian seperti wisata dan pertanian sudah berjalan,” katanya.‬

Sedang ‪Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUP) Sleman, Mirza Anfanzury mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman belum ada rencana memperbaiki sejumlah jalan rusak yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi.‬

‪”Kami belum berencana masuk ke sana. Jalannya cukup tinggi dan berdekatan dengan lereng Merapi,” katanya.‬

‪Untuk jalan di kawasan Lereng Merapi, yang direncanakan akan diperbaiki yang berada di kawasan Srunen, Glagaharjo.‬
“Tahun ini baru dibuat desain engginering detail (DED),” katanya.‬

‪Menurut Mirza, Pemkab harus melakukan kanjian lebih mendalam dalam perbaikan jalan di lereng Merapi. Sebab, sejumlah jalan kabupaten yang rusak di Lereng Merapi masuk dalam KRB.‬

‪”Belum lagi, truk-truk penambang material masih banyak yang melintas di sejumlah titik jalan,” katanya.‬




Sleman Siapkan Dana Darurat Bencana Rp 5 Miliar‬

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan dana Rp 5 miliar untuk mengantisipasi dan menghadapi kemungkinan terjadi bencana pada 2016.‬

‪”Sudah ada alokasi anggaran dana kedaruratan bencana. Anggaran tersebut berasal dari APBD,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MM, Minggu (3/4).‬

‪Menurut Julisetiono, selain kedaruratan bencana dana sebesar Rp 5 miliar tersebut juga digunakan untuk perbaikan infrastruktur dan pemberian logistik dan termasuk bantuan santunan bagi korban bencana.‬

‪”Bantuan yang diberikan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp 500 ribu, rusak sedang Rp 1 juta dan rusak berat Rp 2 juta,” kata Julisetiono.‬

‪Julisetiono juga mengatakan, bagi korban bencana yang meninggal dunia, ahli waris mendapat bantuan tali asih sebesar Rp 2 juta, bagi korban luka yang rawat inap di rumah sakit bantuan tergantung dengan kondisi korban tersebut.‬

‪”Hanya saja sebelum memberikan bantuan, tetap ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, baik bantuan perbaikan rumah maupun korban jiwa,” katanya.‬

‪Julisetiono mengatakan, persyaratan yang utama surat keterangan dari instansi berwenang. Untuk bantuan perbaikan rumah, korban membawa surat dari desa.

“Sedangkan bagi korban rawat inap harus mendapatkan surat dari rumah sakit,” kata Julisetiono.‬

‪Meski semua persyaratan sudah dilengkapi lanjutnya, tetap harus melalui verifikasi di lapangan terlebih dahulu.‬

‪”Bagi warga korban bencana saat kejadian langsung mendapatkan bantuan. Seperti rumah warga di Moyudan dan Godean, yang tertimpa pohon akibat angin kecang, Kamis (31/3) sore langsung dikirim logistik dan terpal,” katanya.‬

‪Kepala Bidang kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan, ada lima rumah warga yang tertimpa pohon akibat angin kecang, tiga di Kedung Banteng, Sumberagung, Moyudan dan masing-masing satu rumah di Njuwah dan Bantulan, Sidoagung, Godean.‬

‪”Warga yang tertimpa musibah langsung mendapatkan bantuan berupa terpal dan logistik. Setelah mendapat informasi TRC BPBD bersama warga sekitar langsung melakukan evakuasi,” katanya.‬