Sleman – Sebanyak 23 kelompok tani baik Pemula, Lanjut, Madya dan Pemula Perikanan telah dikukuhkan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di UPT BP3K Wilayah Moyudan, Selasa (5/4). Kedua puluh tiga kelompok tersebut berasal dari Kecamatan Moyudan dan Minggir. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan SK pengukuhan oleh Bupati Sleman.
Usai pengukuhan menyampaikan bahwa gelar potensi wilayah tersebut mampu memotivasi para petani di Kabupaten Sleman khususnya di wilayah Kecamatan Moyudan untuk semakin menggiatkan pembangunan di bidang pertanian dan meminimalisir alih fungsi lahan pertanian.
Gelar potensi pertanian tersebut juga merupakan salah satu strategi untuk mengembangkan pemasaran produksi potensi pertanian wilayah dan menjadi salah satu kesempatan bagi para petani Kecamatan Moyudan untuk memperluas jaringan pemasaran produk – produk yang dihasilkan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam prioritas pembangunan Sleman tahun 2017 poin ketujuh berbunyi mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi lokal termasuk diantaranya peningkatan penerapan teknologi pertanian dan peningkatan produksi hasil ternak.
Pembangunan pertanian diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup, meningkatkan perekonomian masyarakat serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.
Oleh karenanya, pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan mutlak diperlukan. Peran serta masyarakat adalah modal pokok dalam pembangunan sektor pertanian.
Terkait dengan peran masyarakat ini, para petani tidak hanya terkait dalam budidayanya namun juga pemasarannya. Oleh karena itu gelar potensi ini merupakan sarana yang strategis bagi para petani untuk melakukan transaksi langsung dengan pembeli. Penjualan langsung pada konsumen ini tentu akan meningkatkan nilai jual.
Disampaikan pula bahwa selama ini kemajuan sektor pertanian sangat ditentukan oleh kemampuan adopsi dan inovasi teknologi masyarakat dalam budidaya pertanian dan budidaya pasca panennya.
“Dengan bantuan dan dukungan UPT BP3K wilayah I Moyudan saya berharap agar masyarakat petani dapat termotivasi untuk menerapkan berbagai teknologi dan hasil pertanian di bidang pertanian,” kata Sri Purnomo.
Hal tersebut mendesak untuk dilakukan mengingat banyak sekali persoalan di sektor pertanian yang juga dirasakan memberatkan masyarakat petani. Kegiatan ini merupakan sarana menempa pengetahuan dan profesionalisme baik bagi penyuluh maupun petani.
Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat memfasilitasi mempertemukan produk pertanian Moyudan dengan pelaku usaha pertanian sehingga ke depan dapat menjalin kerjasama yang menguntungkan.
Penting untuk digarisbawahi lanjut Sri Purnomo bahwa peningkatan usaha pertanian tidak hanya menekankan pada kemampuan produksi semata, namun juga bagaimana teknik pemasarannya.
“Saya harap gelar potensi ini dapat diselenggarakan secara terpadu dengan BP3K wilayah lainnya sehingga menjadi even yang strategis dan terintegrasi mengembangkan jaringan pasar bagi produk-produk pertanian Sleman,” tuturnya.
Bahkan dengan kemudahan media online atau internet yang saat ini tengah menjadi trend dunia usaha tentunya membuka pangsa pasar produk pertanian.
Dengan berkembangnya pemasaran produk pertanian bupati berharap dapat meminimalisir angka alih fungsi lahan pertanian, terlebih Kecamatan Moyudan merupakan kawasan lumbung padi Kabupaten Sleman yang harus terus dipertahankan untuk mempertahankan swasembada pangan.
Sementara itu Kasubag TU Dinas pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir Maria Alexandra Yosep melaporkan bahwa gelar potensi pertanian tersebut berlangsung selama 2 hari yaitu hari Selasa dan Rabu 5-6 April 2016 di UPT BP3K wilayaah Moyudan. Dalam gelar potensi tersebut diikuti 23 stand dari berbagai produk pertanian dan olahan.
Sedangkan tujuan gelar potensi tersebut sebagai sarana bagi petani untuk memperkenalkan hasil produksinya kepada masyarakat, serta agar masyarakat maupun pihak pihak terkait dapat mengetahui hasil pembangunan bidang pertanian, perikanan dan kehutanan dari kecamatan Moyudan dan Minggir.