241 Kendaraan Ikuti Uji Emisi

Uji EmisiSleman – Sebanyak 75 kendaraan dinas roda empat yang berbahan bakar Pertamax/premium  dan berbahan bakar Solar serta 166 kendaraan umum berbahan bakar Pertamax/Bensin  dan berbahan bakar Solar mengikuti Uji emisi dan uji petik di lapangan Parkir Denggung pada hari pertama Rabu (6/4).

Dari jumlah kendaraan tersebut untuk plat hitam yang diutamakan yang berplat nomor AB terlebih yang AB Sleman, Namun di lapangan untuk menyeleksi yang AB sleman bukan pekerjaan mudah meskipun juga melibatkan personil satlantas dari Polres Sleman.

Dari target sebanyak 600 kendaraan dinas dan plat hitam selama dua hari pelaksanaan tanggal 6-7 April optimis bisa terpenuhi bahkan bisa melebihi target. Ikut hadir dan memimpin dalam pelaksanaan Uji emisi tersebut Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Drs Purwanto yang didampingi antara lain Sutiman yang juga Dosen UNY, Dr Zaenal Arifin MT juga dosen UNY dan personil dari PPEJ Kementarian Lingkungan Hidup.

Tidak ketinggalan  mobil dinas Bupati juga mengikuti lomba, bahkan datang pertama kali. Sedang untul mobil dinas SKPD yang lain pada hari pertama sudah mencapai 75 kendaraan dinas dari target 80. Dimungkinkan pada hari kedua  Kamis (7/4) jumlah yang mengikuti lomba uji emisi dan uji petik akan lebih banyak lagi.

Menurut Purwanto tujuan dilakukannya Uji emisi tersebut untuk mengukur besarnya emisi gas buang kendaraan bermotor roda 4, untuk mengetahui tingkat pemenuhan ambang batas emisi gas buang pada setiap jenis kendaraan roda empat, juga untuk menganalisis dan mengevaluasi hasil uji emisi sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan, serta untuk mengetahui tingkat perawatan kendaraan bermotor roda empat.

Sedang sasaran yang hendak dicapai adalah peningkatan perawatan kendaraan bermotor roda empat dan terpenuhinya ambang batas emisi gas buang pada setiap kendaraan bermotor roda empat.

Sedangkan sasaran yang hendak dicapai untuki peningkatan perawatan kendaraan bermotor roda 4 dan terpenuhinya  ambang batas emisi gas buang pada setiap jenis kendaraan bermotor roda empat.

Ditambahkan Purwanto bahwa dalam lomba nanti pemenang akan diberikan Piagam Penghargaan bagi 12 mobil terbaik emisi gas buangnya ( 4 kendaraan kategori karburator, 4 kendaraan kategori injeksi dan 4 kendaraan kategori  Diesel). Piagam penghargaan bagi para pmenang akan diberikan nanti bertepatan dengan Hari jadi ke 100 kabupaten sleman tahun 2016 ini.

“Yang jelas dalan uji emisi nanti bagi mobil yang tidak lolos uji akan divasilitasi servis gratis oleh mekanik dari UNY, hal tersebut dilakukan semata agar kondisi kendaraan bermotor roda 4 dinas lebih terjaga dengan baik,” kata Purwanto.




Desa Tirtomartani Wakili Sleman Bersaing Dengan 5 Kabupaten se-Indonesia

PKKSleman – Sepuluh orang tim dari BKKBN, TP PKK Pusat (Kemendagri), dan Kemenkes menyambangi Dusun Nduri, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman melakukan penilaian dan evaluasi kegiatan kesatuan gerak PKK, KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga), dan Kesehatan.

Soetriningsih SSos MM, selaku ketua tim menuturkan bahwa terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai salah satu nominasi pemenang untuk kategori Kabupaten mewakili Provinsi DIY yang dalam kegiatan ini diwakili oleh Desa Tirtomartani, Kalasan merupakan suatu kebanggaan karena enam Kabupaten yang terpilih sebagai nominasi sebenarnya telah terpilih sebagai pemenang, namun enam kabupaten tersebut akan memperebutkan posisi Pakarti Utama atau Pakarti Madya yang terdiri dari pemenang 1,2, dan 3.

“Lima Kabupaten yang akan bersaing dengan Kabupaten Sleman yaitu Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalteng, Kabupaten Boyolali Provinsi Jateng, Kabupaten Agam Provinsi Sumbar, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung, serta Kabupaten Bangli Provinsi Bali,” tutur Soetriningsih.

Soetriningsih juga mengungkapkan bahwa capaian kegiatan yang dilombakan dan dinilai merupakan pencapaian kegiatan PKK-KKBPK-Kesehatan selama bulan Oktober-Desember tahun 2015 yang kemudian dilakukan evaluasi dan verifikasi dari data yang yang disampaikan dalam laporan/profil yang telah dikirimkan.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tirtomartani Ratnawati Marfuah SPd mengungkapkan bahwa tim pelaksana kesatuan gerak PKK, KB Kesehatan Desa Tirtomartani ditetapkan berdasarkan SK Kepala Desa Tirtomartani no. 2 tahun 2015 pada bulan April 2015.

Selanjutnya berdasar SK No. 21/KEP/PKK KAB/V/2015 Kesatuan gerak PKK, KB Kesehatan Desa Tirtomartani menjuarai tingkat Kabupaten Sleman, dan berdasarkan SK No. 01/KPTS/ ditetapkan sebagai juara I tingkat DIY yang selanjutnya mewakili DIY maju ke tingkat nasional.

Ratna juga mengungkapkan bahwa pembinaan secara maksimal telah dilakukan baik oleh TP PKK Desa Tirtomartani, TP PKK Kecamatan Kalasan, TP PKK Kabupaten Sleman, Dinkes Kabupaten Sleman, Badan KB kabupaten Sleman kepada berbagai kelompok yang ada di Desa Tirtomartani. Desa Tirtomartani sendiri memiliki 3 kelompok BKL, 9 Kelompok UPPKS, satu kelompok PIK-R, 4 kelompok BKB, 2 kelompok BKR, 18 kelompok sub PPKBD, dan 132 kelompok KB.

“Pembinaan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dari tingkat dasawisma sampai tingkat desa bagi keluarga yang memiliki balita, remaja, lansia, PUS, dan kader dengan materi kesehatan reproduksi, alat kontrasepsi, penundaan usia perkawinan, HIV/AIDS, kegiatan ekonomi produktif, pemberantasan sarang nyamuk, pergaulan bebas dan NAPZA,” kata Ratna, Kamis (7/4).

Semenytara Wakil Bupati Sleman, Drs Sri Muslimatun MKes yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa program KB sangat bagi peningkatan kualitas keluarga di Sleman, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menggalakan program KB.

Pada tahun 2015 jumlah peserta KB aktif sebesar dari total PUS sebesar dengan jumlah peserta KB pria sebesar , sedangkan untuk jumlah kelompok BKB sebanyak 239,  jumlah kelompok BKR sebanyak 154, jumlah kelompok BKL sebanyak 201 dan jumlah UPPKS sebanyak 803.

Kebijakan dan program pembangunan di bidang KB dalam mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, tidak hanya sekadar pembatasan kelahiran dan pengaturan jarak kelahiran, tetapi lebih kepada peningkatan kualitas keluarga. Berkenaan dengan hal tersebut, implementasi kegiatan di bidang KB sangat terkait dan bersinergi dengan pembangunan bidang lainnya, diantaranya adalah bidang kesehatan, sosial, pendidikan dan sebagainya.

“Keterpaduan kebijakan dan pelaksanaan program di berbagai bidang tersebut, telah mampu meningkatkan kualitas keluarga  masyarakat Sleman,” ungkap Sri Muslimatun.