AELI Ingin Bantu Kembangkan Pariwisata Sleman

Sleman – DPD Asosiasi Eexperiential Learning Indonesia (AELI) DIY berkomitmen untuk turut serta berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Sleman melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan outbound khususnya di desa desa wisata. Demikian disampaikan Ketua DPD AELI DIY Adhik Iwan Sulistyanto saat audiensi dengan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, di Ruang Golong Gilig Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Selasa (5/4).

Pada saat audiensi tersebut DPD AELI DIY yang diwakili oleh Adhik Iwan Sulistiyanto selaku ketua dan Yohanes Batista selaku Divisi Humas diterima oleh Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dra Shavitri Nurmala Dewi MA didampingi oleh Kasi Dokinfo Pariwisata Wasita SS MAP.

Iwan mengatakan bahwa saat ini kegiatan outbound atau outdoor training banyak dikembangkan oleh masyarakat diantaranya oleh para pengelola desa wisata. Outbound saat ini telah dijadikan sebagai paket kegiatan yang banyak ditawarkan kepada para pengunjung desa wisata.

Sehubungan dengan hal tersebut pihaknya ingin turut berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas program outbound sehingga menjadi kegiatan yang berbobot dan memberikan kepuasan serta manfaat yang besar kepada para tamu.

Sebagai pihak yang telah digandeng secara resmi oleh sebuah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dibawah pembinaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pihaknya merasa berkewajiban untuk memendukung pemerintah daerah dan membantu masyarakat dalam mengembangkan dan mengelola kegiatan outbound yang berkualitas namun tetap mengandung aspek-aspek rekreasi, pengembangan maupun edukasi.

Sementara itu Evi, panggilan akrab Shavitri Nurmala Dewi, menyatakan pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen DPD AELI DIY untuk secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan outbound di Kabupaten Sleman. Diharapkan nantinya penyelenggaraan outbound atau pelatihan luar ruang di Kabupaten Sleman dapat lebih berkualitas.

Terlebih dari itu diharapkan kedepannya para pemandu outbound di Kabupaten Sleman dapat memiliki sertifikasi profesi kepemanduan outbound, sehingga paket outbound yang diselenggarakan tidak asal-asalan namun dapat dilakukan secara profesional dengan metodologi yang benar serta aspek-aspek lain yang menyangkut manajemen resiko, etika dan lainnya.

Dengan demikian secara langsung maupun tidak langsung peningkatan kualitas penyelenggaraan outbound yang dilakukan oleh tenaga-tenaga yang bersertifikasi akan berdampak positif pada sektor pariwisata khususnya di desa-desa wisata.




Pengembangan Usaha Perikanan Fokus 3 Pola

Sleman – Sektor perikanan kini menjadi usaha pokok bagi sebagian masyarakat Kabupaten Sleman. Banyak orang yang tertarik karena keuntungannya dinilai cukup menjanjikan.

“Luasan budidaya perikanan terus bertambah. Pada 2010, luasannya hanya 629,13 hektare dan tahun kemarin meningkat menjadi hektare dengan kapasitas produksi mencapai ,5 ton,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti, Jumat (8/4).

Dalam pengembangan usaha perikanan ini, Pemkab mengorientasikan pada tiga pola yang dibagi dalam zona barat, timur dan tengah, serta minapadi. Untuk wilayah Sleman barat, dominan untuk pembesaran ikan jenis lele, gurami, dan udang galah karena kondisi tanahnya berlumpur.

Wilayah ini menjadi penghasil utama ikan konsumsi untuk Kabupaten Sleman. Sedangkan zona tengah dan timur yang memiliki karakteristik air jernih dan jumlah melimpah, berpotensi untuk dikembangkan banyak variasi seperti karper, grass carp, nila, bahkan ikan hias semisal jenis koi.

Selain itu, Sleman juga mengembangkan metode budidaya ikan air tawar di sawah pertanian padi atau minapadi. Bahkan atas keberhasilan penerapan minapadi ini, Kabupaten Sleman ditunjuk oleh FAO sebagai salah satu wilayah percontohan. Sistem minapadi dominan dikembangkan di Desa Margodadi, Cibuk Kidul, dan Margoluwih dengan luas lahan sekitar 25 hektare pada akhir 2015.

“Kelebihan metode ini tidak perlu penyiangan gulma, tahan serangan hama, dan penyakit. Ini karena telur hama sebelum menetas sudah dimakan ikan sehingga tidak sempat tumbuh,” kata Sri Winarti.

Seiring perkembangan sektor pertanian, produksi ikan per tahun juga mengalami kenaikan yang signifikan. Pada 2010, produksi ikan konsumsi hanya ,68 ton. Empat tahun kemudian meningkat pesat menjadi ,50 ton.

Selain ikan konsumsi, produksi benih juga mengalami peningkatan sebesar 26,98 persen. Ini ditunjukan dari pencapaian pada tahun 2010 sebanyak 785,8 juta ekor menjadi 997,8 juta ekor di akhir 2014. Ketersediaan ikan perkapita selama periode 2010-2014 juga bertambah dari 26,73 kg per kapita per tahun ke angka 30,41.




Hari Kedua Uji Emisi 80 Kendaraan Dinas Ikut Lomba Uji Emisi

Sleman – Lomba uji emisi yang dikhususkan kendaraan dinas roda 4  dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman yang berlangsung Rabu dan Kamis (6-7/4) terhadap 80 an kendaraan dinas baik yang berbahan bakar bensin maupun solar.

Sebanyak 80 kendaraan dinas roda empat yang berbahan bakar pertamax/premium  yang lolos uji emisi sebanyak 65 kendaraan (85,5 %) dan yang berbahan bakar solar dari 15 kendaraan semuanya lolos uji emisi.

Sedangkan kendaraan baik kendaraan dinas plat merah maupun kendaraan umum pribadi dan niaga yang mengikuti uji emisi dan uji petik selama 1 dua hari mencapai  760 an kendaraan. Usai melakukan uji emisi Sutiman dari UNY menyampaikan bahwa  kendaraan dinas yang lolos uji emisi paling banyak yang mobil dengan sistem injeksi.

Sementara Kepala BLH Sleman Drs Purwanto menyampaikan tujuan dilakukannya Uji emisi untuk mengukur besarnya emisi gas buang kendaraan bermotor roda 4, untuk mengetahui tingkat pemenuhan ambang batas emisi gas buang, juga untuk menganalisis dan mengevaluasi hasil uji emisi sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan, serta untuk mengetahui tingkat perawatan kendaraan bermotor roda empat.

Sedang sasaran yang hendak dicapai adalah peningkatan perawatan kendaraan bermotor roda empat dan terpenuhinya ambang batas emisi gas buang pada setiap kendaraan bermotor roda empat.

Sedangkan sasaran yang hendak dicapai untuk peningkatan perawatan kendaraan bermotor roda 4 dan terpenuhinya  ambang batas emisi gas buang pada setiap jenis kendaraan bermotor roda empat.

Ditambahkan Purwanto bahwa dalam lomba nanti pemenang akan diberikan Piagam Penghargaan bagi 12 mobil terbaik emisi gas buangnya ( 4 kendaraan kategori karburator, 4 kendaraan kategori injeksi dan 4 kendaraan kategori  Diesel). Piagam penghargaan bagi para pemenang akan diberikan nanti bertepatan dengan Hari jadi ke 100 Kabupaten Sleman tahun 2016 ini.

“Yang jelas dalan uji emisi nanti bagi mobil yang tidak lolos uji akan divasilitasi servis gratis oleh mekanik dari UNY, hal tersebut dilakukan semata agar kondisi kendaraan bermotor roda 4 dinas lebih terjaga dengan baik,” kata Purwanto.***