Toko Modern Menjamur, Pengunjung Pasar Tradisional Berkurang

Sleman – Kehadiran toko modern diwilayah Kabupaten Sleman ternyata membawa dampak pada jumlah pengunjung pasar tradisional. Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setelah kehadiran toko modern menjamur, jumlah pengunjung pasar tradisional memang berkurang. Terutama bagi pedagang produk pabrikan, seperti minyak, mie dan instan.

“Padahal kan kalau di pasar produk itu lebih segar, terutama sayuran dan buah. Bahkan bisa jadi harganya jauh lebih murah. Hanya kalau di toko modern, kalau ada potongan diskon lebih menarik,” kata Endah Yitnani, Senin (11/4).

Namun begitu Endah Yitnani mengatakan, dengan kondisi ini pedagang di pasar memang harus berbenah dan meningkatkan kualitas. Maka itu, ke depannya Dinas pasar Sleman juga berencana melakukan perbaikan terhadap pasar-pasar yang ada. Baik dari sisi fasilitas, sarana infrastruktur, dan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

Sementara Ketua Paguyuban Pasar Godean, Wawan mengungkapkan keberadaan toko modern ini membuat pengunjung pasar semakin berkurang. Bahkan penurunannya mencapai 20 sampai 50 persen. Adapun jenis pedagang yang paling kena imbasnya adalah pedagang pakaian, tas, sepatu, dan keperluan rumah tangga.

Wawan mengemukakan, sebelumnya paguyuban sudah beberapa kali mendatangi Dewan, Disperindakop, dan Satpol PP untuk meminta kejelasan operasional toko modern. Padalnya selama ini toko modern menyalahi aturan jam operasional.

“Seperti jam buka toko yang seharusnya jam 10 siang. Tapi pada kenyataannya, mereka buka jam delapan pagi,” tutur Wawan.

Wawan berharap, Pemkab Sleman konsisten melakukan penegakkan aturan terhadap toko modern. Sedang Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan masih banyak toko berjejaring di Sleman yang sudah dilarang berdiri tapi tetap membandel, yakni tetap membuka toko ritel secara sembunyi-sembunyi.‬

‪“Saya sangat menyayangkan, kenapa sudah dilarang tapi tetap membuka. Saya juga sudah menginstruksikan, jangan sampai (toko berjejaring) itu tambah lagi,” kata Sri Purnomo.‬

Menurut Sri Purnomo bahwa Pemkab Sleman saat ini masih terus berupaya menertibkan toko berjejaring yang melanggar aturan. Pihaknya juga tak akan tinggal diam bila mendapati pihak-pihak yang membandel.‬

“Cara untuk mengatasinya ya langsung ditutup, tutup paksa, dan tidak boleh buka lagi,” tegas Sri Purnomo.‬

Persoalan toko berjejaring di Sleman sudah lama menyeruak, dan Sri Purnomo juga akan tetap melanjutkan penertiban toko berjejaring di Sleman.‬

“Untuk toko modern berjejaring, memang harus dikendalikan. Karena bagaimanapun juga, kasihan UMKM dan toko-toko kecil,” tutur Sri Purnomo.




Kawasan Resapan Air di Sleman Ada 4 Jalur Mata Air

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan kawasan resapan air di Kabupaten Sleman terdapat empat jalur mata air yaitu jalur mata air Bebeng, jalur mata air Sleman-Cangkringan, jalur mata air Ngaglik dan jalur mata air Jogja.

“Mata air tersebut dimanfaatkan untuk sumber mata air, karena itu mata air tersebut harus dijaga dengan baik, terutama pada musim kemarau,” kata Sri Purnomo usai menyampaikan paparan draf rancangan awal RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2016-2021 di Aula Bappeda, Senin (11/4).

Disampaikan Sri Purnomo  bahwa pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun  mengalami kenaikan yaitu pada tahun 2014 5,41 % dan pada tahun 2015  5,35 %. Untuk tahun 2016 ini diprediksi mengalami kenaikan, sebaliknya  untuk penduduk miskin dari tahun ke tahun mengalami penurunan yaaitu tahun 2014 13,85 %, tahun 2015 turun lagi menjadi 11,36 % diharapkan dari tahun ke tahun terus turun lagi.

Disampaikan pula bahwa  untuk meningkatkan kualitas guru mulai dari tingkat TK sampai SMA/SMK terus dilakukan hingga dari tahun ketahun terus mengalami kenaikan yaitu  prosentase guru layak mengajar pada tahun 2014, tingkat TK 66,88 % tahun 2015 70,22 %.

Dan, tingkat SD tahun 2014 % tahun 2015  84,44 %, tingkar SMP tahun 2014 87,85  % tahun 2015  88,95 %, sedang tingkat SMA/SMK yang pada tahun 2014 hanya 91,64 % naik menjadi 92,03 % dan dari tahun ketahun diprediksi terus mengalami kenaikan.

Sementara itu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sleman tahun 2016-2021 dimaksudkan sebagai pedoman bagi seluruh komponen daerah (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya) dalam mewujudkan cita cita masyarakat Kabupaten Sleman sesuai dengan visi, misi  dan program pembangunan.

Sedang tujuan merumuskan gambaran umum kondisi daerah sebagai dasar perumusaan permasalahan dan isu trategis daerah,  sebagai dasar prioritas penanganan pembangunan daerah 5 tahun kedepan dan sebagai pedoman bagi seluruh SKPD dilingkungan Pemkab Sleman dan lainnya.

Sedang misi yang digariskan untuk pengembangan Kabupaten Sleman selama lima tahun kedepan antara lain meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang responsif dan penerapan e-gont yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, dan penanggulangan kemiskinan. Memantapkan dan meningkatkan kualitas pengolahan sumber daya alam, penataan ruang ,lingkungan hidup dan kenyamanan. Meningkatan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional.