163 Orang Ikuti Turnamen Golf Bupati Sleman Cup XV

Gubernur DIY Memukul Bola GolfSleman – Sebanyak 163 orang dari berbagai daerah ikut open golf turnamen Bupati Sleman Cup XV. Turnamen tersebut dibuka Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Minggu (24/4) di Merapi Golf Cangkringan Sleman yang juga dihadiri  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Muh Sigit SE, selaku Ketua Panitia turnamen. 

Sebanyak 163 peserta yang datang dari lokal Sleman, DIY dan seluruh Indonesia dengan 18 hole yang harus dilalui. Selanjutnya yang berhasil menjuarai turnamen ini yakni untuk Best Cross Overall  Sudaryono dan Best Nett overall Priyono Raharjo. Untuk A Flight best cross  Budi Waluyo dan best nett  Edy Hamulya.

Untuk B Flight best cross  Ricki, best nett Yusak, R/U nett 1  Yudi Yusan dan R/U nett 2  Joko Sunarko. Untuk C flight  best cross  Andi Novianto, best nett  D Rendra , R/U nett 1 Raihan , R/U nett 2  Bandoe.

Untuk Ladies Flight, best cross  Poppy, best nett  Ainun, R/U nett 1, Golfita. Untuk Ketrampilan nearest to the pin 16  Yusak, nearest to the line 9 Thomas Santoso, Longest drive man 18  Agus Saptanto dan longest drive ladies 18 Golfita Dinar. Sementara untuk hole in one tidak ada yang berhasil.

Menurut Sri Purnomo turnamen golf ini secara rutin digelar setiap tahun ini bertepatan sebagai upaya memeriahkan Hari Jadi ke 100  Kabupaten Sleman, 15 Mei.

Selain itu turnamen ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mencari pegolf andal di Indonesia sekaligus juga sebagai sarana untuk ajang silaturahmi diantara para pegolf karena peserta terdiri dari berbagai kalangan baik swasta maupun para pejabat baik di DIY maupun di luar DIY sehingga Sleman akan lebih luas lagi dikenal dari segi  potensi wisata maupun potensi unggulan lainnya.

Sementara   Muh Sigit, selaku Ketua Panitia Turnamen mengatakan hadiah hole in one yang disediakan berupa mobil Fortuner, CRV, Mercedes, kondotel namun tidak ada yang berhasil diraih oleh para pegolf.

Namun panitia juga menyediakan berbagai dorprice menarik yang diantaranya  Daihatsu  Aila , 2 unit sepeda motor, serta barang elektronik.




Penderita Katarak di Sleman Capai 0,1 Persen

Wakil Bupati Sleman Saksikan Operasi KatarakSleman – Operasi katarak dipilih mengingat penderita di DIY cukup banyak dan menjadi penyebab utama kebutaan. Sementara di Sleman penderita masih mencapai 0,1 %  bila jumlah penduduk Sleman 1,3 juta.

“Maka penderita katarak di Sleman mencapai orang pertahun,” kata  dr Muh Bayu Sasongko SPM PSD dari Perdami DIY ketika menghadiri kegiatan bakti sosial operasi katarak yang berlangsung di RSUD Sleman, Minggu (24/4).

Menurut Bayu kemampuan RSUD Sleman untuk mengoperasi hanya 30 penderita dan DIY 150 orang sehingga bila tidak ada kepedulian dari berbagai pihak penderita akan semakin banyak.

Kegiatan operasi katarak sebagai bagian dari kegiatan menyongsong Hari Jadi Ke 100  Sleman tahun 2016. Kegiatan operasi katarak diikuti oleh 43 peserta yang lolos seleksi dari 100 pendaftar.

Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes berharap kegiatan operasi katarak ini dapat dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun, karena kegiatan ini sangatlah positif dapat membantu dan mengurangi penderita katarak di wilayah Sleman terutama pada masyarakat yang kurang mampu untuk melaksanakan operasi katarak.

Dengan adanya kegiatan operasi katarak, maka diharapkan penderita katarak akan lebih maksimal dan optimal dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bekerja dan berkarya mewujudkan kesejahteraan diri dan keluarga. Yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Sleman.

“Oleh karena itu, kegiatan operasi katarak gratis  ini harus terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat penderita katarak,” kata Sri Muslimatun.

Sehingga  diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,   agar   tercipta   kondisi   yang   lebih   prima.  Mengingat penyakit  buta  katarak  semakin  banyak menyerang  masyarakat,  seiring dengan   bertambahnya   warga   lansia.

“Untuk   itu, jangan   terlambat memeriksakan mata dan lakukan operasi jika mengalami katarak, sebelum menjadi buta. Jangan takut penyakit katarak bisa disembuhkan,” tutur Sri Muslimatun.




Pemkab Sleman Monitoring Kinerja SKPD‬

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan pengendalian dan monitoring berkala seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk peningkatan akuntabilitas kinerja pembangunan dan pemerintahan. Peningkatan akuntabilitas pemerintahan dan kinerja di Pemkab Sleman kini lebih difokuskan pada pencapaian hasil yang optimal.‬

‪Penjabat Sekda Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno  mengatakan Pemkab Sleman terus melakukan pembenahan manajemen pemerintahan sekaligus lebih memantapkan pelaksanaan reformasi birokrasi guna tercapainya tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta pelayanan yang dirasakan prima oleh masyarakat.‬

‪”Untuk itu dalam rangka standarisasi pelayanan masyarakat Pemkab Sleman secara berkala terus melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk seluruh SKPD,” kata Iswoyo, Minggu (24/4).‬

‪Untuk akuntabilitas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Sleman, tahun ini telah mendapatkan penilaian dengan predikat BB yang merupakan tertinggi diantara 150 kabupaten dan kota di Sumatera dan DIY.‬

‪”Pemkab Sleman akan terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan dan pembangunan, guna terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih di Kabupaten Sleman.




Perempuan Miliki Kesempatan Akses Sumber Ekonomi

Sleman – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Sri Murni Rahayu SH MM mengatakab saat ini perekonomian dunia mulai mengalami pergeseran. Dimulai dari perekonomian yang berbasis industri menjadi perekonomian yang didorong oleh kreativitas atau yang kemudian disebut ekonomi kreatif.

“Kreativitas yang menjadi modal utama perekonomian ini berkaitan erat dengan sumberdaya manusia yang menjadi basis penggerak utama dalam ekonomi kreatif,” kata Sri Murni, Sabtu (24/4).

Menurut Sri Murni, pengembangan kapasitas perempuan juga berarti adanya kesempatan bagi kaum perempuan untuk mengakses sumber-sumber ekonomi sehingga memperkuat bargaining position perempuan.

“Kesepahaman semacam ini harus disosialisasikan kepada semua pihak termasuk stakeholder dan para pemangku kepentingan,” tutur Sri Murni.

Jika sebelumnya penyelenggaraan sarasehan merupakan upaya untuk merefleksikan seberapa jauh mana peran  perempuan di Sleman dalam proses pembangunan daerah. Saat ini sarasehan juga akan menggelar karya perempuan Sleman yang patut diperhitungkan.

“Jika kita melihat realita keterlibatan perempuan dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif dapat kita lihat bahwa keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan telah dimulai dari awal perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring. Kondisi ini, harus menjadi perhatian dan pemikiran kita bersama agar peluang dan kesempatan yang telah terbuka luas ini dapat optimal dimanfaatkan oleh kaum perempuan,” tuturnya.

Ditekankan Sri Murni  bahwa ekonomi kreatif sangat penting karena merupakan sebuah konsep yang menempatkan kreatifitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Ekonomi kreatif muncul dari berbagai ide dan kreativitas, tidak hanya melakukan hal yang rutin dan berulang.

Selain itu, tantangan yang perlu mendapat perhatian dan pemikiran  bersama adalah bagaimana memberikan pemahaman pada masyarakat tentang peran perempuan yang sesungguhnya.

“Sebagai makhluk Tuhan, perempuan memiliki hak dan peran yang sama dengan laki-laki. Namun yang perlu diingat adalah peran perempuan sebagai ibu rumah tangga, ibu dari anak-anaknya. Para perempuan dituntut untuk bisa mendidik anak-anaknya. Para perempuan harus bisa membentuk karakter anak-anaknya, menjadi generasi yang memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat, serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan hidup,” tambah Sri Murni.