12 Negara Akan Unjuk Gigi Dalam Ultra Marathon

Sleman – Sebanyak  12 negara akan unjuk gigi di Ultra Marathon 1 Abad Sleman. Kurang lebih 2000 peserta akan berpartisipasi dalam ajang lomba lari Ultra Marathon dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-100. Hal tersebut diungkapkan ketua KONI Sleman Ir Pramana usai melakukan  audiensi dengan Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSI di ruang rapat Bupati, Senin (25/4).

Menurut Pramana meskipun dibeberapa daerah lain sudah pernah diselenggarakan lomba lari serupa namun lomba lari yang rencananya diadakan tanggal 7-8 Mei ini merupakan event cukup langka di DIY karena jarak tempuh terjauh yang akan dilalui para pelari adalah sejauh 100 km yang dimulai dari Kantor Bupati Sleman dan berakhir di Tlogo Putri Kaliurang.

“Selain ultra marathon 100k, kami juga membuka kelas marathon  50km, 20km, 13km, dan 5km yang tiap kelasnya terbagi untuk umum dan pelajar”, ungkap Pramana.

Dijelaskan pula peserta yang telah mendaftar 90% dari luar DIY. Bahkan lomba lari ini menurutnya mendapat antusias yang sangat besar dari para atlit lari luar negeri.

Antusias peserta baik dalam maupun luar negeri sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan para peserta warga negara asing dari 12 negara telah melakukan konfirmasi untuk berpartisipasi dalam event yang memperebutkan total hadiah 104 juta rupiah ini.

Event lomba lari ini bersifat sport tourism yang harapannya mampu menyedot animo wisatawan untuk hadir langsung menyaksikan event ini.
Beberapa peserta yang berpartisipasi dalam event ini juga merupakan para juara gelaran lomba lari marathon yang diadakan beberapa daerah di Indonesia.

Ditambahkan pula  ada beberapa kampiun yang akan ikut di lomba lari Ultra Marathon ini, seperti juara trans Sumbawa sudah melakukan konfirmasi akan turut berpartisipasi.

Sementara Sri Purnomo  menyampaikan apresiasinya pada kegiatan lomba lari ini. Sri Purnomo berharap lomba lari sebagai rangkaian peringatan satu abad Kabupaten Sleman harus benar-benar  digarap secara professional dari segala lini baik dari persiapan sampai pelaksanaan termasuk dalam hal publikasi.

“Harapannya event ini selain sebagai rangkaian hari jadi Sleman ke 100 juga sebagai ajang promosi yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung langsung ke Sleman untuk secara langsung menyaksikan event ini,” ungkap Sri Purnomo.




Pengunjung Gua Jepang Kaliurang Diharapkan Perhatikan Cuaca

Sleman – Pengunjung yang berwisata di gua Jepang di kawasan Tamanan Nasional Gunung Merapi, Kaliurang, Kabupaten Sleman dihimbau untuk memperhatikan cuaca karena sering muncul kabut tebal.

“Cuaca yang masih tidak menentu diharapkan wisatawan yang berkunjung ke gua Jepang di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk bisa berhati-hati. Karena dengan kondisi seperti ini, kabut sering turun hingga menyebabkan kebingungan arah,” kata Koordinator Search and Rescue (SAR) Kaliurang, Kiswanta, Senin (25/4).

Menurut Kiswanta, beberapa kali pihaknya harus melakukan operasi pertolongan (rescue) kepada wisatawan dalam kondisi kabut tebal yang sedang turun.

‪”Medannya tidak terlalu berat. Tapi kadang wisatawan kesasar. Perasaan mau turun ke selatan tapi malah ke utara. Itu sudah sering terjadi,” katanya.‬

Kiswanta menambahkan bahkan kadang ada juga pengunjung yang tetap nekat naik ke atas dengan kondisi kabut yang sudah ada.

“Jarak pandangannya kan jadi terbatas, sehingga bisa salah arah,” katanya.

Kiswanta mengatakan, peringatan tersebut diberikannya karena saat ini mulai banyak wisatawan yang mengunjungi gua-gua peninggalan penjajahan Jepang yang banyak terdapat di lereng Merapi.

“Paling banyak yang meminatinya wisatawan domestik,” katanya.

Diatas Kaliurang tersebut setidaknya ada 25 gua maupun bunker yang dibuat Jepang. Saat menduduki Indonesia pada masa 1942 hingga 1945 silam.