Pemkab Sleman Manfaatkan Teknologi Menuju Smart Regency

Sleman – Pemkab Sleman Manfaatkan Teknologi Menuju Smart Regency RPJMD sebagai salah satu pijakan arah dan strategi pembangunan Kabupaten Sleman dalam lima tahun kedepan saat ini sedang disusun dalam rangka menuju smart regency. Sebagai tujuan bersama dalam arah pembangunan Kabupaten Sleman sampai 5 tahun kedepan telah menetapkan visi.
“Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI pada pembukaan workshop ‘Pembangunan Kota dan Kabupaten Cerdas’ yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Smart Indonesia Initiatives pada di Gedung Graha Sarina Vidi Sleman, Jumat (29/4).
Menurut Sri Purnomo peningkatkan performa pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik salah satunya ditingkatkan melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dengan pemanfaatan teknologi informasi yang modern yang mampu memberikan respon dan efektivitas yang tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Disamping itu dukungan teknologi informasi yang terintegrasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pemerintah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan kita semua dapat lebih paham dan memiliki kesamaan persepsi dalam mewujudkan Kota dan Kabupaten Cerdas,” tambah Sri Purnomo.
Senada dengan Bupati Sleman, Ketua Smart Indonesia Initiative Prof. Suhono Harso Supangkat CGEIT, mengatakan bahwa konteks kemajuan pembangunan suatu daerah dengan penerapan konsep smart city diera sekarang ini harus didukung dengan teknologi.
“Untuk membangun suatu daerah berkonsep smart city harus didukung dengan teknologi yang dapat mencerdaskan masyarakat sesuai amanat undang-undang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Suhono.
Sementara itu Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto memberikan gagasan Konsep pesisir yang merupakan tindakan afirmatif dalam memacu percepatan pembangunan di pulau Jawa bagian selatan.
Emil mengatakan bahwa konsep pesisir dapat diaplikasikan pada konektivitas jalur Jogja-Malang melalui daerah selatan karena menurutnya Jogja dan Malang merupakan kota besar yang menjadi kutub wilayah selatan antara Provinsi DIY dan Jawa Timur.
Menurutnya selama ini Solo dan daerah Jawa jalur tengah menjadi andalan penghubung Jogja-Malang. Padahal dengan konsep pesisir dapat meratakan pembangunan khususnya di Pulau Jawa dengan memperbaiki jalur selatan dimulai dari Jogja-Gunung Kidul-Wonogiri-Pacitan-Trenggalek-Tulungagung-Blitar-Malang.

