GKR Hemas Silaturahmi dan Tampung Aspirasi Warga Gayamharjo

Sleman – Anggota DPD RI, GKR Hemas merasa prihatin terhadap perkembangan budaya di Jogja. Hal tersebut diungkapkannya pada acara ‘Silaturahmi, Sosialisasi Lembaga DPD RI, dan Penyerapan Aspirasi’ yang dilaksanakan di Dusun Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Rabu (6/4).
Menurut GKR Hemas, budaya tidak hanya pada ranah kesenian saja namun dapat diterapkan dalam bidang lainnya seperti budaya gotong-royong dan guyub rukun, serta pemahaman akan bahasa daerah setempat khusunya bahasa Jawa.
“Pemahaman budaya sudah semakin menipis dan banyak anak muda kita sekarang yang tidak bisa bahasa Jawa, dikota itu koe-koe, aku-aku, berbeda dengan di desa karena guyub rukun dan gotong-royong, ” ungkap GKR Hemas.
Selain masalah budaya, GKR Hemas juga menampung aspirasi warga masyarakat yang mengeluhkan masalah sosial seperti bencana, kemiskinan dan kekurangan air ketika kemarau melanda di dusun yang berada paling timur di Kabupaten Sleman tersebut. Menanggapi hal itu GKR Hemas akan berkoordinasi dengan Pemkab Sleman dan Pemprov DIY untuk menanganinya.
Menurut Camat Prambanan, Abu Bakar SSos MSi, jumlah KK rawan kekeringan saat kemarau melanda sebanyak 2118, KK berada di daerah rawan lonsor sebanyak 289, dan KK miskin sebanyak .
“Ketika musim kemarau, truk tangki air berbondong-bondong ke Gayamharjo, kedepannya kami ingin secara mandiri mengatasi masalah kekeringan air di wilayah Gayamharjo,” kata Abu Bakar.\
Sementara Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun MKes yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa upaya penanganan bencana di Kacamatan Prambanan didukung oleh orang relawan dan 39 organisasi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman, termasuk didalamnya FPRB Bandung Bondowoso yang ada di Prambanan.
Selain kebencanaan, Kecamatan Prambanan juga menjadi pilot proyek penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman. Melalui TKPKD, TPK Kecamatan, TPK Desa, dan TPK Padukuhan, berbagai upaya pengentasan kemiskinan disinergikan dan digerakkan untuk memberdayakan masyarakat Prambanan keluar dari kondisi kemiskinan.

