Dinas Pasar Launching Belanja Berhadiah

Pengunjung Memasukkan Kupon Belanja BerhadiahSleman – Dinas Pasar Kabupaten Sleman membuka terobosan baru untuk menarik masyarakat berbelanja di pasar tradisional Sleman. Terobosan yang dilakukan adalah dengan mengadakan undian belanja berhadiah di pasar tradisional.

“Belanja berhadiah di pasar tradisional mulai kami mulai sejak 1 April 2016 dan akan berakhir tanggal 16 Mei 2016. Belanja berhadiah ini baru dilaksanakan di 7 pasar tradisional di Sleman,” kata Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi ketika melaunching program belanja berhadiah di pasar tradisional yang berlangsung di Pasar Cebongan Sleman, Selasa (5/4).

Menurut Endah Yitnani, ke tujuh pasar tradisional tersebut adalah pasar Cebongan, Godean, Gamping, Prambanan, Sleman, Tempel, dan Pakem.

Program belanja berhadiah ini dilakukan dalam rangka memperingati 100 tahun Kabupaten Sleman. Dengan harapan masyarakat, pedagang maupun pengunjung pasar tradisional di Sleman bisa merasakan kemeriahan peringatan 100 tahun Kabupaten Sleman.

“Tujuan lainnya adalah untuk mempromosikan pasar tradisional agar masyarakat tidak berpaling ke belanja ke toko modern,” kata Endah Yitnani.

Ditambahkan Endah Yitnani bahwa dengan membuat program undian berhadiah belanja di pasar tradisional ini juga dimaksudkan agar pasar tradisional bisa bertahan dan bahkan bisa berkembang. Undian berhadiah ini memperebutkan 1 sepeda motor, 2 TV 32 inchi, 2 kulkas, sepeda gunung dan hadiah lainnya yang jumlahnya mencapai 100 macam.

“Rencananya belanja berhadiah ini akan dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan hari jadi Sleman,” tutur Endah Yitnani.

Kupon berhadiah ini setiap hari disediakan di 7 pasar tradisional yang ditunjuk masing-masing 300 kupon setiap hari. Dan semua kupon tersebut akan dibagikan semua pada pengunjung pasar. Setelah kupon diisi identitas lengkap bisa dimasukkan ke kotak kupon yang sudah disiapkan di pintu masuk pasar.

Salah seorang pengunjung pasar Cebongan, Irma mengaku senang belanja di pasar Cebongan mendapatkan kupon berhadiah.

“Senang belanja di pasar Cebongan mendapat kupon belanja berhadiah, siapa tahu bisa dapat motor,” kata Irma.

Sementara beberapa pedagang dari perwakilan 7 pasar yang turut diundang dalam launching belanja berhadiah di pasar tradisional sangat mengapresiasi program Dinas Pasar.

Harapannya dengan undian belanja berhadiah ini bisa menarik pengunjung pasar lebih banyak, sehingga kelangsungan pasar tradisional bisa bertahan.




Hari Pertama UN Bupati Pantau Pelaksanaan di 6 SMA/SMK

Bupati Sleman Pantau UNSleman – Secara serentak pelaksanaan Ujian Nasional (uN) untuk tingkat SMA, SMK dan MAN dimulai hari Senin (4/4). Pelaksanaan UN di Sleman akan berlangsung mulai 4-6 April 2016. Hari pertama UN di Sleman mendapatkan perhatian khusus dari Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dengan melakukan pantauan di 6 SMA dan SMK.

Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono SH melakukan kunjungan untuk memantau langsung pelaksanaan UN  di SMAN 2 Sleman, SMAN 1 Ngaglik, SMAN 1 Ngemplak, SMAN 1 Cangkringan, SMA Sunan Kalijogo Cangkringan yang masih menggunakan sistem PBT (Paper Based Test) dan satu SMK yaitu SMKN 1 Cangkringan  yang sudah menggunakan sistim CBT (Computer Based Test)/Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Disela-sela kunjungannya, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa di hari pertama pelaksanaan UN  terlihat lancar tanpa kendala. Dengan adanya sistem baru seperti CBT, Sri Purnomo mengharapkan kemandirian dan kejujuran siswa dalam mengerjakan soal lebih baik.

“Untuk distribusi ujian paper base test baik soal maupun lembar jawab berjalan lancar serta kualitas cetakan juga bagus”, ungkap Sri Purnomo.

Dengan didukungnya kelancaran pendistribusian tersebut Sri Purnomo juga berharap siswa dapat fokus dan maksimal dalam pengerjaan soal ujian.

Ditemui secara terpisah Drs Eri Widaryana MM selaku Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Disdikpora menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan ujian dengan sistim CBT pihak Disdikpora Sleman sudah mengantisipasi untuk menghindari kendala seperti listrik padam dan lambatnya akses internet dengan bekerjasama dengan PLN dan Telkom.

Eri juga mengungkapkan bahwa dalam pelaksanan UN 2016 di Sleman terdapat 2 siswa difabel berasal dari MAN Maguwoharjo. Menurutnya Disdikpora sudah menyiapkan langkah antisipatif sehingga hal tersebut tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan UN tahun ini.

“Sebulan sebelum pelaksanaan UN, pihak sekolah sudah melaporkan pada dinas bahwa ada  dua siswanya berkebutuhan khusus, kami sudah berkoordinasi untuk melakukan pendampingan maupun penyediaan braile dalam ujian ini,” ungkap Eri.

Arif Haryono mengungkapkan bahwa pelaksanaan UN tahun 2016 di Kabupaten Sleman diikuti oleh 61 SMA/MA dengan peserta serta 57 SMK dengan peserta sebanyak .

“Sebanyak 53 SMA melaksanakan UN secara mandiri namun 8 SMA menggabung karena belum terakreditasi,” jelas Arif.

Sedangkan dari 6 SMA/SMK yang dikunjungi Sri Purnomo tersebut pelaksanaan UN di SMAN 2 Sleman diikuti 124 siswa, SMAN 1 Ngaglik 175 siswa, SMAN 1 Ngemplak 121 siswa, SMA Sunan Kalijaga 34 siswa, SMAN Cangkringan 137 siswa, serta SMKN 1 Cangkringan 183 siswa.




30 PNS Gol II dan III Naik Pangkat

Penyerahan SK Kenaikan PangkatSleman – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan pangkat Golongan II dan III PNS Sekretariat Daerah. Kenaikan pangkat dan golongan Pegawai Negeri Sipil (PNS) per 1 April 2016  di Sekretariat Daerah senyak 30 orang diberikan langsung saat apel pagi bersama PNS Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Senin (4/4).

Pada kesempatan tersebut Iswoyo menyampaikan ucapan selamat pada PNS yang naik pangkat dan golongan periode 1 April 2016. Menurut Iswoyo, pemberian SK kenaikan pangkat dan kenaikan golongan ini merupakan bentuk penghargaan atas kinerja PNS dilingkungan sekretariat Sleman dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan selama ini.

“Kenaikan pangkat dan golongan ini juga memberikan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar bagi saudara untuk menunjukkan bahwa saudara berhak atas kenaikan pangkat dan jabatan ini,” kata Iswoyo.

Dengan demikian nantinya dapat dilihat bahwa tingginya pangkat seseorang juga harus disertai dengan pengabdian dan kinerja yang lebih baik.
Kenaikan pangkat itu bukan merupakan hadiah, melainkan suatu kehormatan dan penghargaan yang diberikan kepada para PNS yang mampu menunjukkan prestasi dan dedikasinya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Oleh karena itu, kenaikan pangkat membawa konsekuensi yang harus dipenuhi, diantaranya peningkatan kualitas diri dan pengetahuan serta kearifan bersikap dan bertindak.

Tentu bagi yang naik pangkat ini sesuatu yang membanggakan dan patut disyukuri bukan malah untuk bersombong diri sehingga kontraproduktif dengan makna naik pangkat itu sendiri. Siapapun orangnya adalah wajar kalau berharap pangkatnya terus naik, karena hal ini juga dapat memberikan peluang dan kesempatan yang lebih baik, baik dari segi karier maupun perubahan pendapatan.

Pangkat itu lanjut Iswoyo hanya sebuah pengakuan, namun apakah pangkat yang disandang tersebut sejalan dengan kualitas dan kemampuan yang diharapkan pimpinan itu yang lebih penting.

“Jangan sampai pangkatnya memang tinggi tapi justru hanya penghias penampilan tapi tidak mampu berbuat banyak dengan pangkatnya akhirnya bisa menghambat proses kemajuan organisasi,” tutur Iswoyo.

Dengan kenaikan pangkat dan golongan  dapat menunjukkan prestasi kerjanya, semakin tinggi golongan pangkat dan jabatan juga semakin tinggi profesionalisme yang harus ditunjukkan.




15 Mahasiswa Kedokteran UGM Belajar Membatik di Kelompok Batik Sekar Jatimas Gamping

MembatikSleman – Sebanyak  15 mahasiswa fakultas kedokteran yg tergabung dalam AMSA-UGM (Asian Mediacal Students’ Association Universitas Gadjah Mada) belajar membatik di kelompok batik Sekar Jatimas Balecatur Gamping, Minggu (3/4).

Vidya Ananda, wakil koordinator Divisi Art and Culture AMSA-UGM, menyampaikan bahwa kegiatan belajar membatik adalah salah satu bagian dari program gathering Divisi Art and Culture, untuk mengenalkan batik kepada kaum muda utamanya adalah mahasiswa kedokteran UGM anggota AMSA-UGM.

Seiring dengan predikat DIY sebagai kota batik dan batik sebagai warisan budaya bangsa batik harus terus dikenalkan sejak dini pada kaim kaum muda.

Pengetahuan dan wawasan tentang batik mulai dari proses pembuatan sangat penting untuk tingkatkan apresiasi terhadap karya batik terlebih mahasiswa kedokteran banyak dari luar Jogja dan masih banyak yang belum paham dengan batik, baik dalam proses pembuatannya maupun dalam memahami motif dan makna filosofinya.

Vidya Ananda juga menyampaikan bahwa program kegiatan pengenalan batik tidak hanya pada batik dengan bahan dasar kain tetapi juga dengan bahan dasar kayu di desa wisata batik kayu Krebet Bantul. Dari kegiatan pengenalan batik ini ditargetkan para mahasiswa mampu memamerkan karya batiknya pada akhir bulan Mei 2016.

Ketua Kelompok Batik Sekar Jatimas, Lina Marlina mengatakan bahwa penyelenggaraan pelatihan batik yang dilakukan kelompok batik Sekar Jatimas merupakan salah satu upaya layanan dari kelompok Sekar Jatimas untuk mengenalkan dan meningkatkan edukasi batik.

Hal ini penting dilaksanakan karena pada saat ini masih banyak masyarakat belum memberikan apresiasi yang baik terhadap karya batik. Malah masih banyak yang membandingkannya dengan tekstile bermotif batik.

Dengan semakin banyak masyarakat yang paham proses dan merasakan bagaimana membuat karya batik akan meningkatkan apresiasi didalam menghargai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya karya bangsa yang adiluhung. Kelompok Batik Sekar Jatimas melayani siapapun yang ingin belajar membatik.

Peserta pelatihan diajari mulai dari proses menggambar, mencanting, mencolet, menutup, mencelup dan melorot. Di dalam proses belajar peserta didampingi langsung oleh ibu ibu anggota kelompok batik Sekar Jatimas Balecatur Gamping.




Pemkab Masih Lakukan Pembahasan Penurunan Tarif Angkutan Kota

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman hingga saat ini masih melakukan pembahasan dan kajian untuk penurunan tarif angkutan kota (Angkot) menyusul adanya penurunan harga bahan bakar minyak, khususnya bensin dan solar Rp 500 per liter per 1 April lalu. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sleman juga sudah mengirim draf untuk masalah ini.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno mengatakan untuk masalah tarif angkot belum bisa memastikan berapa penuruannya. Selain baru menerima draf dari Dishubkominfo  juga ada beberapa variabel yang menjadi perhitungan.  Sehingga dari komponen-komponen itu nanti yang akan menjadi dasar penentuan tarif baru.

“Selain itu, juga akan melihat langsung kondisi di lapangan,” kata Iswoyo, Senin (4/4).

Menurut Iswoyo untuk masalah tarif angkutan ini, sesuai dengan ketentuan, kewenangan Sleman hanya menentukan tarif angkutan yang beroperasi di Sleman. Untuk tarif angkutan dalam kota dalam Provinsi (AKDP) dan antar kota antar Provinsi (AKAP) ada instansi yang berwenang sendiri. Karena itu, hanya membahas untuk tarif angkot saja.

Sementara Kabag Perekonomian Pemkab Sleman, Ambarwati menambahkan untuk masalah tarif angkot di Sleman baru sudah menerima draf dari Dishubkominfo minggu lalu. Draf tersebut nantinya yang akan menjadi salah satu acuan dalam menentukan  tarif angkutan bersama intansi terkait, termasuk organda.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sleman, Juriyanto mengatakan meski penurunan harga BBM tidak berdampak signifikan terhadap biaya operasional angkutan. Namun Organda siap menyesuaikan kebijakan angkutan dengan kebijakan pemerintah.

Apalagi harga BBM juga menjadi komponen perubahan tarif yang harus diperhatikan. Sehingga sebagai tindaklanjutnya, segera akan merapatkan masalah ini dan hasilnya akan dikoordinasikan dengan Dishubkominfo.

“Mengenai besaran penurunan tarif, kemungkinan sudah dapat diketahui pekan depan,” katanya.