Ribuan Orang Ikut Senam Lansia

Sleman – Sekitar 5000 orang sebagian besar lansia memadati lapangan Denggung, Minggu (8/5) untuk mengikuti gelar lansia dalam rangka Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2016 Tingkat Provinsi DIY. Senam Masal

enam lansia dimulai tepat pukul WIB dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kementrian Sosial RI, Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi MM, Bupati Sleman, Ketua Tim Penggerak PKK, Sekda Serta jajaran Pejabat Sleman lainnya.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyambut gembira karena pelaksanaan Hari Lansia 2016 dipusatkan di Sleman, karena dapat dimanfaatkan pula dalam memeriahkan peringatan 1 abad Kabupaten Sleman.

Bupati menyampaikan pula angka harapan hidup masyarakat Sleman mencapai 76,13 tahun. Angka ini memiliki konsekuensi makin banyaknya lansia di Kabupaten Sleman, sehingga kondisi ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam mendorong lansia untuk dapat hidup sehat, berkualitas serta dapat menikmati masa tua, namun masih tetap produktif sesuai kemampuan mereka.

Sementara Sultan berharap kepada para lansia untuk menjaga kesehatannya, mengatur pola makan serta mengatur waktu istirahatnya, sehingga dapat berumur panjang. Tetapi dilain pihak para lansia tetap harus bisa produktif walaupun sudah lansia, harus tetap semangat dalam berkarya.

Sultan  juga berharap kepada Pemerintah Daerah agar dapat memberikan akses kemudahan dalam memeriksakan kesehatan kepada para lansia, dengan begitu para lansia tetap terjaga kesehatannya dan dapat beraktiavitas bagi peningkatan kesejahteraan mereka.

Sultan juga memberikan  bantuan kursi roda serta 1000 bibit pohon  serta bantuan program asistensi sosial lanjut usia terlantar Home Car dan Day Car sebesar Rp 5,2 miliar dari Kementrian Sosial kepada Gubernur DIY selanjutnya diserahkan kepada Kepala Dinas Sosial DIY.

Selanjutnya acara diisi dengan tari Dayaan yang dikreasi dalam sebuah tarian senam serta pembagian dooprice peralatan rumah tangga, elekronik, HP dan lainnya serta 2 buah sepeda motor.




Program Kali Bersih Warga Sendangadi Gelar Merti Kali Winongo

Mengarak Gunungan UliSleman – Nilai-nilai budaya dapat diterapkan dalam menjaga kelestarian lingkungan, seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Forum Kali Winongo Asri dengan menggelar Merti Kali Winongo di Jembatan Mraen, Tegal Mraen, Sendangadi, Mlati, Sleman,  Minggu (8/5)

Merti Kali yang diawali dengan pengambilan air dari mata air Sendang Jongke yang kemudian dikirab dari Makam Dr Wahidin Soediro Hoesodo Mlati menuju kearah barat dan berakhir di Jembatan Mraen.

Kepala BLH Drs Purwanta MSi mengatakan gelar Merti Kali Winongo merupakan rangkaian program kali bersih untuk menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan dengan mempertahankan mata air agar secara kuantitas air tidak kering dimusim kemarau serta secara kualitas air tetap terjaga kebersihannya.

“Dalam Merti Kali ini kami mengangkat tema mengedepankan nilai-nilai budaya dalam mewujudkan peradaban masyarakat bantaran Winongo untuk mewujudkan Sleman yang sehat lahir batin”, kata Purwanta, Senin (9/5).

Purwanta juga mengatakan bahwa Sleman merupakan daerah resapan air yang mensuplai air ke Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.  Menurutnya ada tiga permasalahan lingkungan yang harus diperhatikan secara serius yaitu alih fungsi  lahan, eksploitasi sumber mata air secara besar-besaran, sampah dan limbah.

Karena itu Purwanta mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan diwilayah Sleman dan mengembalikan sungai sesuai fungsinya sebagai pengalir air dan irigasi.

“Untuk konservasi air kami membuat wana desa serta melakukan penanaman pohon di area hulu daerah aliran sungai,” tambah Purwanta.

 Senada dengan Purwanta, Wakli Bupati Sleman, Dra  Hj Sri Muslimatun MKes mengungkapkan bahwa Sleman merupakan pusat resapan air yang menjadi penyangga pangan di DIY. Menurutnya Merti Kali harus dilestarikan karena acara tersebut merupakan kegiatan konservasi lingkungan yang dibalut dengan budaya.

“Merti Kali ini harus dilestarikan karena sebagai wujud nyata pelestarian lingkungan sekaligus mengajak generasi muda kita untuk nguri-uri budaya masyarakat Sleman,” kata Sri Muslimatun.