Ziarah Ke Makam Mantan Bupati Dalam Rangka Seabad Sleman

Pj Sekda Ziarah MakamSleman – Untuk mengenang jasa dan pengabdian, serta sebagai bentuk penghormatan kepada para Bupati Sleman yang telah wafat, maka  sebagai salah satu kegiatan dalam rangka Hari Jadi Ke 100 Kabupaten Sleman, dilaksanakan ziarah ke makam-makam mantan Bupati, Selasa (10/5). Ziarah diikuti oleh Pejabat Pemkab Sleman, unsur DPRD serta unsur Muspida.

Dalam acara Ziarah ke makam mantan Bupati ini dibagi 2 kelompok yaitu kelompok I dipimpin PJ Sekda Sleman  Drs Iswoyo Hadiwarno ke makam Pakuncen Jogja yaitu makam KRT Projodiningrat, KRT Murdodiningrat, KRT Tejodiningrat dan KRT Projosuyoto Hadiningrat dan Makam Hastorenggo Kotagede yaitu KRT Dipodiningrat dan KRT Prawirodiningrat.

Sementara kelompok II dipimpin oleh Assek II Dra Suyamsih MPd ke makam Bukhori S Pranotokusumo di Rejodani Sariharjo Ngaglik dan makam KRT Pringgodiningrat, Karongan Jogotirto Berbah Sleman.

Selain itu juga dilaksanakan penyerahan tali kasih dari Pemkab Sleman kepada para ahli waris dan diteruskan tabur bunga ke makam mantan Bupati.

Menurut Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti, maksud dan tujuan ziarah ke makam-makam mantan Bupati ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 100 Kabupaten Sleman.

Karena para mantan Bupati Sleman yang telah wafat memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah pembangunan di Kabupaten Sleman sehingga warisan para leluhur mantan Bupati ini dapat dilestarikan para penerus pemimpin Kabupaten Sleman selanjutnya, sehingga Kabupaten Sleman nanti bisa lebih maju dan sejahtera.




Sleman Targetkan Tambah Sepuluh Hektar Lahan Bambu

Sleman – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman menargetkan setiap tahunnya dapat menambah luasan tanaman bambu minimal sebanyak sepuluh hektar.

“Kami menargetkan per tahun ada tambahan lahan tanaman bambu seluas sepuluh hektar, terutama di lahan marjinal,” kata Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, Selasa (10/5).

Menurut Rofiq, sejak beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah menetapkan komoditas bambu sebagai unggulan hasil hutan bukan kayu.

“Bambu ditargetkannya menjadi komoditas unggulan ke depannya, tidak sekadar kayu sengon dan jati. Saat ini sudah ada 525 hektar tanaman bambu di Kabupaten Sleman,” katanya.

Rofiq mengatakan, luasan lahan bambu tersebut tersebar di berbagai wilayah. Terutama di Kecamatan Godean, Turi, Pakem, dan Cangkringan.

“Kami ingin membawa budi daya bambu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Rofiq menambahkan, tanaman bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari segi ekonomisnya, karena banyak usaha-usaha kreatif yang berbahan dasar bambu.

“Semisal saja sabun arang bambu, usaha meubel, dan masih banyak lagi. Yang usaha kreatif tersebut berada di Sleman. Selama ini pasokan bahan baku mereka didapatkan dari luar Sleman,” kata Rofiq.

Ia mengatakan, hasil bambu dari Sleman saat ini hanya memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan saja, sedangkan sisanya didatangkan dari Tasikmalaya, Malang dan Purworejo.

“Melihat potensi tersebut, maka selain mendorong masyarakat agar menanam bambu, kami juga memberikan fasilitas diantaranya dengan mengumpulkan pemilik usaha kreatif dengan petani bambu,” katanya.

Sementara Penyuluh DPPK Kabupaten Sleman Sri Mundayati mengatakan keunggulan tanaman bambu dibandingkan lainnya, karena jenis ini sangat tahan terhadap penyakit.

“Kalau sengon, itu mudah kena kanker, selain itu tanaman bambu juga tidak terlalu memakan banyak tempat. Serta penanamannya hanya sekali dan selebihnya akan tumbuh sendiri, tunas-tunasnya,” katanya.




Pemkab Terus Tingkatkan Pelayanan PAUD

Penilaian PAUDSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan non formal yang berkualitas. 

“Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat dilakukan dengan penyediaan sarana prasarana pendidikan, pengembangan kompetensi tenaga kependidikan, dan pengembangan sistem pendidikan,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI di TK Pertiwi Caturharjo Sleman, Selasa ( 10/5)

Menurut Sri Purnomo, dalam meningkatkan pelayanan pendidikan bagi anak usia dini, diupayakan dengan pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan kelembagaan dan tenaga pengelola pendidikan anak usia dini.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa sesuai  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 22 tentang perlindungan anak menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berprestasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Guna mengimplementasikan undang-undang tersebut, konsep pengembangan SDM yang mencakup gizi, kesehatan dan pendidikan, harus dilakukan secara intensif sejak anak lahir, bahkan sejak dalam kandungan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan menjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa pada tahun 2015, pemenuhan sarana prasarana dilakukan melalui penambahan ruang belajar TK, pengadaan Alat Peraga Edukatif di 34 desa unggulan PKK, 34 lembaga PAUD, pengadaan mebeler di 8 TK, 4 lembaga PAUD, dan rehabilitasi 17 ruang belajar TK.

Untuk meningkatkan kelembagaan dan tenaga pengelola pendidikan anak usia dini, dilakukan pelatihan pengelolaan lembaga PAUD, pelatihan kompetensi bagi 258 orang pendidik PAUD, kelompok bermain dan Tempat Penitipan Anak, penguatan 34 lembaga PAUD desa binaan PKK, lomba lembaga PAUD inovatif, dan pemilihan pamong PAUD berprestasi.

Diinformasikan pula bahwa pada tahun 2015 lembaga PAUD di Kabupaten Sleman tercatat sebanyak lembaga, terdiri dari 557 lembaga PAUD Formal dan 620 lembaga PAUD Non Formal.

Dengan lembaga PAUD baik formal maupun non formal tersebut, jumlah anak yang terlayani untuk mengenyam pendidikan usia dini di Kabupaten Sleman pada tahun 2015 sebesar 78,17% atau sebesar anak dari total keseluruhan anak usia 0-6 tahun yakni anak.

Sehingga diperoleh Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Non Formal sebesar 31,82% dan APK PAUD 46,35%, atau sebesar 78,17% untuk APK PAUD Formal dan Non Formal.

Selain memberi penilaian di TK Pertiwi Caturharjo Sleman, tim penilai juga melakukan penilaian KB Sakinah Ceria di Medari Cilik Caturharjo Sleman, dan  di SPS Ceria di Sidomulyo Trimulyo Sleman.