Lomba Lukis Untuk Tumbuhkan Peduli Anak SD Terhadap Seni Budaya

melukisSleman – Untuk menggali potensi dan menumbuh kembangkan sikap peduli anak Sekolah Dasar terhadap seni dan budaya, memperkenalkan ikan sejak usia dini dan manfaatnya serta mengenalkan produk perikanan kepada masyarakat.

Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY mengadakan lomba lukis tingkat Sekolah Dasar di KPI Mina Murakabi, Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Sleman, Rabu (11/5). Lomba tersebut diikuti 170 siswa dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman yang diadakan.

Tim Juri lomba berasal dari P4TK Seni Budaya Yogyakarta. Kategori A peringkat I dengan poin 285 diraih oleh SD Muh Dadapan mendapat tropi Bupati dan 1 buah sepeda, peringkat II dengan poin 280 diraih oleh SD Muh Ngabean 1 mendapat tropi kepala Dinas Kedaulatan dan Perikanan DIY dan 1 buah sepeda.

Sedangkan peringkat III dengan poin 275 diraih oleh SDN Triharjo mendapat tropi kepala dinas pertanian, perikanan dan kelautan Kabupaten Sleman dan 1 buah meja belajar.

Dan, untuk kategori B peringkat I dengan poin 290 diraih oleh SDN Klegung 1 mendapat tropi Bupati dan 1 buah sepeda, peringkat II dengan poin 285 diraih oleh SD Klegung 1 mendapat tropi kepala Dinas Kedaulatan dan Perikanan DIY dan 1 buah sepeda, peringkat III dengan poin 280 diraih oleh SDN Triharjo mendapat tropi kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sleman dan 1 buah meja belajar.




Kemenag Sleman Selenggarakan Kursus Calon Pengantin Integratif‬

Sleman – Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Sleman menyelenggarakan program khusus calon pengantin integratif guna menurunkan angka perceraian.‬

‪Kepala Kantor Kemenag Sleman, Lutfi Hamid mengatakan program ini akan dilaksanakan pada 16 Mei 2016.‬

‪”Program ini merupakan upaya kami untuk mencapai proyek perubahan bagi kepentingan masyarakat Sleman,” kata Litfi Hamid, Rabu (11/5).‬

‪Menurut Lutfi Hamid, dalam program khusus calon pengantin integratif ini, peserta akan dibekali berbagai keterampilan, bukan hanya pengetahuan mengenai fiqh pernikahan.‬

‪”Setiap pengantin membutuhkan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, dalam program ini pihaknya juga melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan keterampilan khusus bagi calon pengantin.‬

‪”Meskipun tema besar program ini adalah revitalisasi peran KUA yang diangkat oleh Kementerian Agama, penyelenggaraannya melibatkan berbagai SKPD,” kata Lutfi Hamid.‬

‪Lutfi Hamid mengatakan, pengantin harus punya lifeskill. Sehingga tidak ada lagi alasan pengantin Kabupaten Sleman tidak siap dalam menjalani kehidupan berumah tangga.‬

‪”Melalui program ini diharapkan angka perceraian di Sleman dapat ditekan. Berdasarkan data 2013 sampai 2015, jumlah perceraian di Sleman berkisar sampai kasus. Bahkan separuh di antaranya dipengaruhi oleh masalah ekonomi,” katanya.‬

‪Lutfi Hamid mengatakan, pihaknya belum menargetkan angka penurunan perceraian yang hendak dicapai, karena program ini belum dimulai.‬

‪”Tahap pertama tidak kurang dari 30 pasang. Nanti terus berlanjut sampai program ini bisa jadi sistem di Sleman,” katanya.‬

‪Sementara itu, berdasarkan data Pengadilan Agama Sleman, pada 2014 terdapat kasus perceraian. Angka tersebut terdiri dari cerai talak (pengajuan cerai oleh suami) sebanyak 402 dan cerai gugat (pengajuan cerai oleh istri) 987 kasus.‬

‪Sedangkan pada 2015 jumlahnya meningkat menjadi kasus. Angka tersebut terdiri dari cerai talak 464 dan cerai gugat kasus.‬

‪”Sedangkan pada 2016 dari Januari hingga Februari kasus cerai yang masuk berjumlah 170 perkara. Sebanyak 59 merupakan cerai talak, dan sisanya cerai gugat,” katanya.




Peningkatan Kinerja PNS Untuk Geser Paradigma Birokrasi

Wabup Sleman Bacakan SK PengangkatanSleman – Peningkatan kualitas dan kapasitas kinerja PNS merupakan upaya pemerintah dalam menggeser paradigma masyarakat terhadap birokrasi dan layanan publik pemerintah yang selama ini dirasa kurang.

“Kredibilitas selama bekerja akan memperluas peluang PNS untuk meningkatkan jenjang karir,” kata Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes disela-sela penyerahan SK PNS di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (11/5).

Dijelaskan Sri Muslimatun, PNS terikat oleh aturan-aturan kepegawaian dan kode etik yang jelas. Konsekuensi tentu ada, sehingga nantinya PNS benar-benar berorientasi pada peningkatan pelayanan dan pembangunan masyarakat.

Sri Muslimatun juga berpesan pada para PNS yang hadir dalam pengambilan sumpah untuk membangun dan menjaga citra positif PNS dengan bekerja sebaik-baiknya menunjukkan figur PNS yang berkualitas dan profesional. Pasalnya, menjadi PNS di masa sekarang ini menurutnya haruslah memiliki kemampuan belajar dan senantiasa mengembangkan diri, memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan serta tanggap terhadap dinamika tuntutan masyarakat.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa dalam pengambilan sumpah tersebut diikuti oleh 549 orang PNS yang terdiri dari 497 orang penerima SK Pengangkatan menjadi PNS dan 52 orang yang belum pernah diambil sumpah/janji PNS.

Dari jumlah tersebut 517 PNS diantaranya berada di Dinas Pendidikan, 20 diantaranya di RSUD Sleman dan sisanya tersebar di Dinas Kesehatan, BKBPMPP, BKD, RSUD Prambanan, Dinas Nakersos, Dishubkominfo, BPBD dan Kantor Perpustakaan Daerah.

“Pengambilan sumpah ini kami lakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa setiap PNS wajib mengucapkan sumpah atau janji PNS,” kata Iswoyo.***




Selama Libur Kenaikan Isa Al Masih dan Isra Mi’raj, Sleman Dikunjungi 122.747 Wisatawan

Slema – Selama liburan panjang tanggal 5 – 8 Mei 2016 dalam rangka Kenaikan Isa Al Masih dan Isro Mi’raj, destinasi wisata Kabupaten Sleman dikunjungi setidaknya wisatawan yang terdiri atas wisatawan nusantara (wisnus) dan  wisatawan mancanegara (wisman). Angka tersebut tersebar dibeberapa destinasi, yaitu Kaliurang, museum, candi dan desa wisata.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Rabu (11/5).

Menurut Ayu, secara rinci distribusi wisatawan ke berbagai destinasi tersebut adalah Kaliurang yang dikunjungi oleh wisatawan (diantaranya Museum Ullen Sentalu yang terdiri atas wisnus dan 62 wisman), kunjungan ke museum sebanyak yang terdiri atas Museum Gunungapi Merapi (MGM) , Monjali , Museum Affandi 416.

Sedangkan kunjungan ke candi sebanyak wisatawan yang terdiri dari Candi Prambanan ( wisnus, wisman) dan Candi Ratu Boko ( wisnus, 122 wisman).

Sedangkan kunjungan ke desa wisata sebanyak wisatawan yang secara berurutan jumlah kunjungannya meliputi Desa Wisata Pulesari 915, Desa Wisata Rumah Domes 615 (607 wisnus dan 8 wisman), Desa Wisata Pentingsari 604.

Dan, Desa Wisata Garongan 480, Desa Wisata Sidoakur 325, Desa Wisata Grogol 300, Desa Wisata Kelor 282, Desa Wisata Gamplong 260, Desa Wisata Pancoh 120, Desa Wisata Tunggularum 70, Desa Wisata Brajan 35, Desa Wisata Tanjung 27 wisatawan.

Selain itu juga kunjungan ke Agrowisata Bhumi Merapi sebanyak 948 serta Jogja Bay Water Park wisatawan. Ayu menambahkan bahwa angka kunjungan wisatawan selama libur panjang dalam rangka Kenaikan Isa Al Masih dan Isro Mi’raj tersebut dihitung selama 4 hari mulai tanggal 5 hingga 8 Mei 2016.

Sebelumnya kunjungan selama periode tersebut diprediksikan sebanyak wisatawan, sehingga dengan akumulasi wisatawan berarti pencapaian target sebesar 123%.

Hal tersebut cukup menggembirakan karena aneka ragam potensi wisata Sleman mampu memberikan daya tarik dan menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke DIY. Kehadiran wisatawan tentunya berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel di Sleman yang mencapai 100% untuk hotel bintang dan 75% untuk hotel non bintang.

Khusus pengunjung ke desa wisata ternyata sebagian besar sudah memesan jauh hari sebelum liburan panjang tiba. Hal ini menunjukkan bahwa desa wisata Sleman sudah menjadi alternatif prioritas tujuan wisata yang diminati. Bahkan sebagian besar memesan program live-in atau tinggal bersama warga untuk melepaskan kepenatan dengan menikmati suasana desa.

Tentunya hal ini diharapkan akan menjadi motivasi bagi pengelola dan masyarakat sekitar destinasi wisata Sleman untuk senantiasa meningkatkan kualitas layanan dan kualitas produk wisata di masa-masa mendatang. Khususnya saat-saat libur nasional yang bersambungan dengan libur akhir pekan, sehingga menjadi momen yang efektif untuk berwisata.