MGM Bisa Jadi Alternatif Wisata Edukatif

Sleman – Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Dusun Banteng, Pakem Kabupaten Sleman dinilai dapat menjadi alternatif wisata edukatif untuk mengisi liburan sekolah seusai ujian nasional maupun ujian semester.
”Sekolah-sekolah di perkotaan dapat mengisi liburan dengan wisata edukatif di kawasan pinggiran seperti Museum Gunungapi Merapi (MGM) ini, tempat wisata ini mempunyai berbagai wahana kebencanaan. Dari gunungapi, hingga tsunami. Gunung api juga tidak hanya Merapi saja,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MGM Suharno, Rabu (18/5).
Menurut Suharno, MGM dapat menjadi sarana pembelajaran para siswa terkait gunungapi di Indonesia dan dunia.
”Bermacam-macam gunungapi yang ada di Indonesia dan dunia sekaligus karakternya dapat dipelajari di museum ini,” katanya.
Suharno mengatakan MGM juga menyimpan koleksi sisa-sisa benda yang sempat terkena lahar panas erupsi Merapi 2006 maupun erupsi besar 2010.
”Libur panjang sekolah kami harapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari kalangan pelajar,” katanya.
Suharno mengatakan, saat ini dirasa belum semua sekolah yang ada di DIY yang berkunjung ke MGM.
”Ada sekitar 900 sekolah tingkat SD dan SMP di DIY, namun baru sekitar 400 sekolah yang telah berkunjung ke MGM,” katanya.
Selain mengunjungi museum, tempat wisata edukasi lainnya kawasan Kaliurang yakni paket wisata, ke tiga tempat yakni pemerahan susu kambing etawa, rumah budaya, dan museum gempa.
”Biasanya study tour paketan di tiga tempat itu. Kami selalu terbuka untuk wisata pelajar. Pelajar di kota besar jarang yang mengetahui proses pembuatan susu kambing,” kata salah satu pelaku wisata pemerahan susu kambing etawa Kaliurang Ismu Jayono.