TMMD Sleman Berhasil Selesaikan Pengaspalan Jalan 400 Meter

Sleman – Upacara Penutupan TMMD dilaksanakan di Lapangan Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, Senin (23/5) dengan inspektur upacara Dandim 0732 Sleman Letkol Arm Joko Sujarwo ditandai dengan  penyerahan peralatan kerja dan penandatangan berita acara oleh Dandim 0732 Sleman  dan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI.

Sambutan  tertulis Panglima Kodam IV/Diponegoro yang dibacakan Dandim 0732 Sleman Joko Sujarwo  mengatakan sehubungan dengan telah akhirnya kegiatan TMMD ini, diminta agar segala hasil pembangunan atau pemngembangan sarana dan prasarana fisik yang telah dibangun, dapat dimanfaatkan secara maksimal serta dipelihara dengan baik pleh Pemda beserta segenap warga masyarakat di wilayah ini untuk kepentingan rakyat banyak.

Untuk hasil kegiatan non fisik yang berupa penyuluhan kesehatan, hukum, hak asasi manusia, pembekalan pengetahuan praktis, keagamaan, kejuangan, bela Negara, benar-benar dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat serta tumbuhnya rasa cinta tanah air. Program TMMD bertujuan untuk mewujudkan ruang juang, alat juang, kondisi juang dan kemanunggalan.

TNI-rakyat serta dalam rangka membantu Pemda untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik bersifat fisik maupun non fisik dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif bagi terwujudnya stabilitas keamanan dalam negeri.

Disampaikan pula bahwa sasaran pelaksanaan kegiatan operasional TMMD antara lain, untuk menumbuh dan berkembangnya kesamaan visi, misi antara aparatur pemerintah di daerah dan para tokoh masyarakat secara terpadu dan melembaga dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungannya.

Disamping itu  agar semakin meningkatnya kesejahteraan dan kehidupan social masyarakat di daerah menuju masyarakat yang semakin sejahtera dan mandiri serta memiliki ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi setiap hakikat ancaman, juga  agar  semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang tercermin adanya tertib hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat berdasarkan pancasila san UUD 1945.

Sementara itu Pasiter Kodim 0732 Sleman melaporkan bahwa sasaran kegiatan TMMD terdiri sasaran fisik  dan non fisik. Sasaraan fisik terdiri dari Pengaspalan jalan panjang 400m , lebar 3m  selesai 100%, corblok jalan panjang 300m, lebar 2,5m. selesai 100%, dan bedah rumah 2 unit selesai 100 %.

Dan sasaran non fisik berupa penyuluhan PPBN / wawasan kebangsaan, Penyuluhan kamtibmas dan nabza, penyuluhan kesehatan dan KB, penyuluhan pertanian, penyuluhan lingkungan hidup, penyuluhan radikalisme, Dan penyuluhan penangulanggan bencana alam. Disamping itu ada sasaran tambahan berupa Pengaspalan jalan 250m selesai 100%, Lantainisasi rumah 1unitselesai 100%.

Dana yang dipergunakan untuk kegiatan TMMD tersebut dari APBD DIY sebesar Rp 75 juta, dan Kabupaten Sleman Rp 150 juta. Dan  swadaya masyarakat Rp 50 juta.




Jumlah PAUD di Sleman Meningkat

Sleman – Selama kurun lima tahun terakhir, perkembangan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Sleman meningkat cukup signifikan.‬ 

‪Pada tahun 2010 tercatat ada 185 kelompok bermain, 87 taman penitipan anak (TPA), dan 542 satuan PAUD sejenis. Sedangkan 2015, jumlah kelompok bermain meningkat menjadi 243 lembaga dengan total peserta didik sebanyak anak.‬

‪Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes mengungkapkan, data terakhir tahun 2015 mencatat jumlah anak usia 0-6 tahun sebanyak jiwa. Dari jumlah tersebut, menjadi peserta didik di 87 lembaga TPA sedangkan anak diikutsertakan di 243 kelompok bermain.‬

‪Sementara jumlah peserta didik satuan PAUD sejenis tercatat anak tersebar di 290 lembaga, dan siswa dilayani melalui lembaga PAUD formal TK dan Radhatul Authfal.‬

‪“Banyaknya warga belajar itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memberikan pendidikan yang terbaik. Sebab pada usia emas akan lebih mudah menstimulasi kreativitas dan pembentukan karakter,” ujar Sri Muslimatun, Senin (23/5).




Masyarakat Didorong Konsumsi Singkong

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mendorong konsumsi singkong untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan gandum. Salah satu upayanya melalui penyelenggaraan lomba masak pangan lokal berbahan dasar singkong oleh TP PKK.

Menurut Kabag Humas Setda Sleman, Dra Sri Winarti, dari perlombaan itu terlihat antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 102 tim  peserta mampu menghasilkan ragam olahan pangan basah maupun kering.

“Ini merupakan kegiatan yang positif dalam hal inovasi pangan. Peserta mampu mencipta banyak kreasi yang menarik,” kata Sri Winarti, Senin (23/5).

Lewat lomba ini diharapkan masyarakat lebih familier dengan pangan lokal. Selain bahan singkong mudah diperoleh di lingkungan sekitar tempat tinggal, jika diolah ternyata bisa menghasilkan produk bergengsi dan berdaya saing dengan olahan pangan berbahan gandum.

Dari lomba tersebut, dapat dipelajari setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh olahan singkong berkualitas yakni kreativitas, citarasa, packing, higienitas, dan penampilan.

“Peserta diharuskan menggunakan bahan dasar singkong minimal 50 persen. Tingkat kesulitannya memang cukup tinggi tapi itu bisa menumbuhkan kreativitas yang jika ditekuni serius dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Sri Winarti.

Meski demikian, ada tantangan yang dihadapi dalam menciptakan produk pangan lokal yang berkualitas. Diantaranya cara mengolah yang benar sesuai standar kesehatan, aman dikonsumsi, dan menarik minat konsumen.

Sri Winarti menambahkan, manfaat lain dari konsumsi singkong adalah kandungan vitamin, mineral, dan serat di dalamnya. Selain itu, singkong juga bebas gluten sehingga dapat dikonsumsi bagi pasien penyakit celiac (alergi kandungan protein).

Manfaat lain, singkong merupakan sumber utama mineral penting bagi tubuh seperti magnesium, tembaga, besi, mangan dan kalium yang dapat membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah.