Kapolda DIY Silaturahmi Dengan Muspida Sleman

Sleman – Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat SH MHum didampingi Pati Polda DIY melakukan kunjungan silaturahmi kepada Muspida Kabupaten Sleman di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (24/5).

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI selaku tuan rumah, Ketua Pengadilan Negeri Sleman, Kejari Sleman, Kaapolres Sleman, wakil ketua DPRD sleman dan jajaran Pemkab Sleman.

Maksud kunjungannnya silaturahmi di Kabupaten Sleman tersebut dalam rangka memperkenalkan diri atas ketugasan di Polda DIY, dengan harapan agar bisa bekeraja sama dengan baik dalam menciptakan kamtibmas di Kabupaten Sleman.

Disampaikan pula bahwa  tugas barunya di Polda DIY sudah dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti pembunuhaan di UGM, kasus penyayatan diyogyakarta dan masih banyak kasus-kasus yang lain, seperti tawuran suporter yang baru saja terjadi di jalan magelang dengan menimbulkan satu korban tewas.

Yang jelas Kapolda bangga ternyata Muspida sSeman kompak dan ternyata Sleman istimewa, berkaitan dengan kegiatan yang sudah positif dalam mewujudkan kamtipnas.

Disampaikan pula agar kedepan Muspida Kabupaten Sleman lebih kompak lagi termasuk camat, Kapolsek, Danramil dan agar membuang ego sektoral masing-masing.

Kedepan agar bahu membahu menjaga negara kesatuan RI, kapolda mengajak untuk berbuat toto titi tentrem kerto raharjo yang akan menjadi suatu yang gemah ripah loh jinawi. Tanpa adanya ketentraman dan ketertiban maka investor akan sulit datang di Sleman.

Pada kesempatan tersebut Kapolda menegaskan terkait peredaran miras bagi pelaku dan pengoplos akan ditindak tegas dan akan diberi sanksi berat agar kedepan kamtipnas lebih terjaga terlebih dalam menghadapi bulan ramadhan termasuk salon-salon yang tidak berijin terlebih salon plus akan ditertibkan dan bagi pelanggar akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sedangkan Sri Purnomo menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan moment yang penting bagi Pemkab Sleman untuk menjalin silaturahmi dan komitmen bersama demi terjaminnya keamanan dan ketertiban di wilayah DIY yang menjadi salah satu kunci penentu keberhasilan pembangunan demi meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan silaturahmi tersebut harapkan dapat menjadi ajang mempererat persaudaraan serta menjalin dan mempererat tali silaturahmi antara Polda DIY dan seluruh aparat pemerintahan di Kabupaten Sleman.

Dengan demikian dapat mengharmoniskan hubungan kerja serta meningkatkan kinerja dan pelayanan aparat dalam upaya menegakkan regulasi dan penyelenggaraan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa kondisi demografis Kabupaten Sleman yang menjadi rujukan pendidikan di DIY yang mendorong tingginya angka urbanisasi tentunya membutuhkan perhatian khusus. Pesatnya arus globalisasi dan perkembangan kota juga secara tidak langsung mempengaruhi urgensi pendidikan karakter khususnya bagi generasi muda.

Terlepas dari fakta bahwa urbanisasi juga memberikan dampak positif bagi perkotaan seperti halnya perluasan lapangan pekerjaan, pertumbuhan perekonomian dan lainnya. Namun tren ini juga diikuti dengan meningkatnya angka kriminalitas, alih fungsi lahan dan kesenjangan ekonomi.

Dampak negatif inilah yang perlu kita waspadai mengingat pentingnya mempertahankan jati diri Sleman sebagai kabupaten yang aman dan nyaman bagi warganya.

Oleh karena itu, Sri Purnomo berharap melalui forum silaturahmi tersebut dapat menggugah seluruh hadirin yang hadir bahwa keamanan bukan menjadi tanggung jawab instansi kepolisian saja namun menjadi kewajiban setiap elemen masyarakat termasuk tokoh masyarakat dan seluruh tenaga pendidik.

Kegiatan Forum Silaturahmi Kapolda DIY, Pemerintah Daerah, LSM, Tokoh  Agama Dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sleman merupakan sarana diskusi dan silaturahmi  yang mengedepankan peningkatan partisipasi semua unsur pimpinan  dalam menjaga dan meningkatkan ketertiban, kenyamanan dan keamanan menuju Kabupaten Sleman yang lebih kondusif.




SMAN 1 Mlati Terima ISO 9001-2008

Pj Sekda Sleman Serahkan Plakat ISOSleman – SMAN 1 Mlati menerima penghargaan ISO 9001-2008 dari TUV Rheinland Indonesia, penyerahan sertifikat ISO dari TUV tersebut diserahkan langsung oleh Drs Abdul Kohar kepada Penjabat Sekda Sleman ,Drs Iswoyo Hadiwarno mewakili Bupati Sleman didampingi Kepala Dinas Pendididkan Pemuda dan Olahraga Arif Haryono SH, Kepala Sekolah SMAN I Mlati  Aris Sutardi di SMAN 1 Mlati, Selasa (24/5).

Iswoyo menyampaikan penerimaan ISO tersebut merupakan suatu penga­kuan secara  tertulis akan kualitas dari SMAN I Mlati dan  berharap, prestasi yang telah diraih SMAN I Mlati tersebut , dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk dapat pula meningkatkan kualitasnya.

“Dengan diterimanya sertifikat ISO bagi SMAN I Mlati tersebut, hendaknya dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan manajemen sekolah dengan kualitas yang lebih baik kedepannya,” kata Iswoyo.

Diharapkan dengan diperolehnya pengakuan secara tertulis melalui sertifikat ISO ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar SMAN I Mlati untuk dapat terus berusaha semaksimal mungkin dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik di dalam sistem dan proses belajar mengajar maupun dalam tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah.

Guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan kualitas sekolahnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

“Oleh karena itu, seluruh guru dan pembina sekolah memiliki tanggungjawab lebih dalam mendidik siswa dan siswinya sehingga memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya,” tutur Iswoyo.

Hal ini lanjutnya dikarenakan tantangan yang dihadapi kedepan oleh dunia pendidikan justru semakin berat. Tantangan tersebut tidak lagi sebatas pada peningkatan kualitas proses kegiatan belajar mengajar (KBM) saja tetapi juga pada kualitas lulusannya.

Dengan sertifikasi ISO, SMAN I Mlati dapat membuktikan bahwa lulusannya merupakan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lainnya untuk meneruskan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah para lulusan SMAN I Mlati tersaebut hendaknya juga memiliki visi dan misi ke depan sebagai generasi yang inovatif dan berdaya juang tinggi,  yang siap bersaing dengan lulusan-lulusan sekolah berprestasi lainnya, karena generasi yang baik bukan hanya generai yang cerdas dan kreatif namun juga harus memiliki etika kepribadian yang baik dalam meraih masa depan.




‪BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Angin Kencang Pancaroba‬

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai potensi angin kencang pada musim pancaroba saat ini.‬

‪”Selama peralihan musim hujan ke kemarau ini, potensi terjadinya angin kencang masih cukup tinggi,” kata BPBD Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MH, Selasa (24/5).‬

‪Menurut Julisetiono, masyarakat harus tetap waspada terhadap kondisi peralihan cuaca yang ekstrim.‬

‪”Perubahan dari panas ke mendung dapat menyebabkan angin kencang. Karena itu, di masa pancaroba ini masyarakat tetap perlu berhati-hati apalagi kejadiannya mendadak,” katanya.‬

‪Julisetiono mengatakan, potensi angin kencang biasanya ditandai kondisi cerah dan panas pada pagi hari, namun tiba-tiba siangnya berubah menjadi mendung pekat.‬

‪”Perbedaan tekanan udara secara mendadak ini yang berpotensi menimbulkan angin kencang. Bahkan jika suhu udara berubah dingin dapat memunculkan kejadian hujan es,” katanya.‬

‪Julisetiono mengatakan, mengingat potensi angin kencang masih relatif tinggi, pihaknya menyarankan warga untuk memangkas pohon di lingkungan sekitar tempat tinggal yang dirasa terlalu rimbun atau rawan roboh.‬

‪”Ini untuk langkah antisipasi agar saat terjadi peristiwa angin kencang, tidak ada kerugian materiil maupun korban jiwa akibat pohon tumbang,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, dalam hal ini butuh kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan.‬

‪”Perlu diingat bahwa bencana tidak mungkin bisa dihindari tapi setidaknya ancaman dapat diminimalisir,” katanya.‬

‪Sementara Koordinator Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca BMKG Jogja, Joko Budiyono mengatakan pada umumnya kondisi cuaca di DIY lebih dominan berawan.‬

‪”Secara umum penyebab hujan dalam beberapa hari karena beberapa faktor seperti faktor global yakni menguatnya angin pasat timuran yang berdampak pada penambahan massa uap air dari samudera pasifik menuju ke wilayah Indonesia,” katanya.‬

‪Selain itu faktor regional yakni aktifnya “madden julian oscilator” (MJO) di wilayah Indonesia yang menyebabkan suhu permukaan laut di pesisir selatan jawa cukup hangat dengan anomali.‬

Kemudian faktor lokal yakni faktor topografi utamanya untuk dataran tinggi akan lebih cepat dan mudah dalam proses pembentukan awan. Melihat faktor-faktor itulah maka potensi pembentukan awan hujan masih akan terjadi di wilayah DIY hingga beberapa hari ke depan.




178 UKM Dilibatkan Dalam Operasional Joglo Kembar Monjali

Kepala Dinas Pasar Tinjau Galeri Joglo KembarSleman – Sebanyak 178 Usaha Kecil Menengah (UKM) dilibatkan dalam opersional galeri Joglo Kembar Monjali. Dari 178 UKM tersebut merupakan binaan yang terdiri dari UKM kerajinan dan kuliner.

“Kita tahu bahwa pangsa pasar terhadap kuliner dan kerajinan sangat tinggi karena Jogja sebagai salah satu destinasi wisata. Maka dari itu Joglo Kembar Monjali kedepan diharapkan mampu mewadahi UKM yang ada untuk mengenalkan produknya,” kata Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi disela-sela peresmian galeri UKM Joglo Kembar Monjali yang terletak di timur area wisata Monumen Jogja Kembali (Monjali) Sariharjo Ngaglik, Selasa (24/5).

Menurut Tri Endah, pembangunan galeri tersebut merupakan program revitalisasi Pasar Monjali yang merupakan pasar tradisional menjadi pasar bagi para UKM Sleman yang dikelola secara modern dan profesional melalui Usaha Masyarakat Kecil Menengah Development Center (UMKM DC).

“Revitalisasi pasar dibagi menjadi tiga hal yaitu pertama adalah pasar besar yang potensial diupayakan dikelola oleh BUMD. Kedua, untuk pasar sedang dipertahankan dan dikembangkan agar mampu bersaing dengan toko modern. Sedangkan yang ketiga adalah pasar kecil direvitalisasi dengan dialihfungsikan, dikerjasamakan, atau bahkan dihapus,” ungkap Tri Endah.

Dicontohkan Tri Endah, seperti Pasar Monjali ini termasuk pasar kecil, dan bekerjasama dengan UMKM DC dan  PT  Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk direvitalisasi agar membantu dan mengangkat potensi UKM disekitar DIY khususnya di Sleman.

Sementara Denny Praditya selaku Direktur PT PGN mengungkapkan sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pengelolaan gas bumi berkomitmen untuk menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.

Joglo Kembar ini sebagai salah satu wujud komitmen  dalam program kemitraan dan bina lingkungan untuk memberdayakan masyarakat serta memberikan stimulan untuk mengembangkan kewirausahaan.