Perajin Panah Mororejo Tempel Dipamerkan Dalam PPD

Sleman – Siapa sangka berawal dari sebuah hobi dapat menambah penghasilan bagi keluarga, seperti yang dilakukan pria asal Plumbon Lor Mororejo Kecamatan Tempel Sleman.
Maskur Asyhari namanya, pria yang akrab disapa Hari ini kini menjadi satu-satunya perajin busur panah di Sleman yang ditampilkan pada Pameran Potensi Daerah (PPD) 20-29 Mei 2016 di Lapangan Denggung Tridadi Sleman dalam rangka memperingati Satu Abad Hari Jadi Kabupaten Sleman Pria yang kesehariaanya menjadi sales kacamata ini menceritakan bahwa awal mulanya bergelut menjadi perajin busur panah karena didasari hobi.
Menurutnya usaha ini dimulai sejak dua tahun lalu berawal dari keisengannya membawa busur panah hand made nya ke latihan rutin panahan.
“Waktu dilatihan itu ada salah satu orang yang menghampiri saya dan tertarik untuk dibuatkan busur jenis recurve seperti yang saya pakai, dari situlah saya coba serius memproduksi busur panah,” kata Hari.
Hari sendiri memproduksi total 9 macam jenis busur panah diantaranya untuk kelas profesional seperti jenis recurve yang dibagi menjadi take down bow, classic, american classic bow, dan jenis compound bow serta tradisional seperti horsebow, snake horsebow, dan gendewa jemparingan.
Dari segi harga, produksi busur panah milik Hari relatif terjangkau berkisar antara Rp 250 ribu- Rp 1 juta tergantung dari material yang digunakan. Busur jenis compound menurut Hari saat ini paling banyak diminati para penghobi maupun atlit panahan.
”Jenis compound sendiri setahu saya di Indonesia belum ada yang memproduksi, bahannya dari material besi dan ada roda untuk mengatur tali. Jika diluar harganya paling murah Rp 3 juta, saya hanya menjualnya Rp 1 juta saja,” ungkap produsen busur panah Omega Archery.
Berbekal promosi melalui media sosial pelanggan Hari, justru datang dari luar daerah baik sekolahan maupun klub panah seperti Bekasi, Bogor, Purwokerto, Jember, hingga Papua. Saat ini Hari hanya mampu memproduksi dua busur panah saja setiap minggunya dikarenakan proses produksi yang masih menggunakan alat manual serta hanya dibantu satu orang asisten saja. Kedepan Hari berencana membuat busur panah jenis
riser yang berbahan almunium.
“Untuk pelanggan lokal justru baru satu saja, kebanyakan dari luar daerah. Kedepan saya ingin memproduksi busur jenis riser, kalau untuk saat ini belum bisa karena alat yang kami gunakan untuk produksi masih manual semua,” tambah Hari.