Bupati Prihatin Harga Kebutuhan Pokok Selalu Naik Jelang Ramadan

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyatakan keprihatinannya terhadap situasi pasar dimana kebutuhan bahan-bahan pokok ketika menjelang ramadhan selalu naik. Menurutnya hal tersebut wajar dikarenakan permintaan pasar meningkat mengakibatkan proses pemenuhan kebutuhan dalam hal distribusi terkadang tidak seimbang. 

”Kenaikan harga ketika bulan ramadhan ini merupakan hal yang wajar,  jika permintaan pasar meningkat terkadang stok barang ada namun distribusi kurang lancar. Hal tersebut mengakibatkan ketidakseimbangan di pasar yang berimbas pada kenaikan harga,” kata Sri Purnomo di masjid Agung Sleman, Senin (6/6).

Diungkapkan  Sri Purnomo seharusnya selama bulan ramadan tingkat konsumsi kebutuhan makanan masyarakat turun, namun yang terjadi justru sebaliknya. Hal tersebut menurutnya justru bertolak belakang dengan hikmah semangat ramadan.

“Bulan ramadan membimbing kita untuk mengekang hawa nafsu termasuk makan minum. Jika seluruh masyarakat sadar akan hal ini Insya Allah tingkat konsumsi terhadap kebutuhan bakan pangan stabil,” jelas Sri Purnomo.

Terkait dengan kenaikan harga tersebut Sri Purnomo berharap masyarakat bisa menyikapi secara positif dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan terus melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok agar kenaikan harga kebutuhan barang pokok dapat dikendalikan.

‬Disisi lain Sri Purnomo juga mengungkapkan akan menerbitkan surat edaran berkaitan dengan penghentian seluruh kegiatan ketika adzan berkumandang dilingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Sleman.

Dalam surat edaran tersebut Sri Purnomo  menghimbau agar seluruh SKPD dilingkungan Pemkab Sleman untuk menghentikan kegiatan dinas seperti rapat di jam shalat fardhu serta mengharapkan seluruh PNS di Lingkungan Kabupaten Sleman untuk menyelenggarakan shalat berjamaah di masjid.

Menurutnya sesuai dengan ajaran agama Islam, shalat berjamaah lebih utama karena mendapat pahala 27 kali lipat dibanding mengerjakan shalat sendiri.

”Surat edaran tersebut kami keluarkan agar Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kerja Pemkab Sleman dalam pelaksanaan ibadah di bulan suci ramadan tetap dapat berjalan dengan khusyuk khususnya shalat wajib karena shalat merupakan ibadah yang paling utama yang harus dijalankan oleh setiap muslim,” ungkap Sri Purnomo.




Selama Puasa Jam Kerja PNS Berkurang 1 Jam‬

Bupati Sampaikan Surat EdaranSleman – Selama bulan puasa Ramadan, jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sleman dikurangi satu jam setiap harinya. Ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  tentang penetapan jam kerja selama Ramadan bagi PNS.‬

‪Dalam SE tersebut, jam masuk PNS tetap sama, pukul WIB. Sehari-hari, jam kerja PNS pulang pukul WIB, Senin-Kamis. Sedangkan Jumat, pulang pukul WIB. Namun selama puasa nanti, pulang pukul WIB. Khusus Hari Jumat ada waktu istirahat selama satu jam, antara  WIB dan pulang pukul WIB.‬

‪”Dalam pelaksanaannya, pengurangan jam kerja hanya berlaku untuk kepulangan. Sedangkan jam masuk PNS tetap seperti hari-hari biasa. Jam pulangnya saja yang dipercepat satu jam,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daeran (BKD) Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno, Senin (6/6).‬

‪Sementara untuk instansi yang memberlakukan enam hari kerja. Jam pulang PNS mulai pukul WIB pada Senin hingga Kamis. Untuk hari Jumat menjadi pukul WIB dan Sabtu pukul WIB.

“Bisa disesuaikan dengan jam kerja instansi masing-masing,” kata Iswoyo.‬

‪Kebijakan ini tidak dimaksudkan mengurangi produktivitas PNS. Karena puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kelancaran dan efektivitas kerja. Apalagi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.




Sleman Terbaik dalam Festival Reog dan Jathilan

Penampilan Reog Kudho WiromoSleman – Kontingen Kabupaten Sleman berhasil meraih sebagai Juara 1 Festival Reog dan sekaligus Juara 1 Festival Jatilan dalam Festival Reog dan Jatilan se DIY yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY di Kawasan Tebing Breksi Prambanan Sleman, Minggu (5/6).

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA dikantornya, Senin 6 Juni 2016 dikantornya, Senin (6/6).

Menurut Endah  keberhasilan kontingen Kabupaten Sleman dalam festival reog dan jatilan tersebut cukup menggembirakan.

“Meskipun demikian kejuaraan bukan tujuan utama dalam pembinaan kesenian di Kabupaten Sleman, yang lebih penting lagi adalah upaya pengembangan dan pelestarian kesenian itu sendiri dapat dilakukan dengan baik,” kata Endah.

Dengan menyandang prestasi sebagai penyaji terbaik atau kejuaraan lanjut Endah justru menjadi tantangan tersendiri untuk senantiasa mengedepankan prestasi dan penampilan.

Kontingen Reog “Kudho Wiromo” asal Sleman meraih Juara 1 dengan nilai 418 mengungguli kontingen lainnya yaitu Reog “Manggolo Mudho” dari Bantul dengan nilai 415, Reog “Rontek Bambu Nada” dari Kota Yogyakarta dengan nilai 386, Reog “Gandhewo” dari Kulonprogo dengan nilai 373, dan Reog “Mawar 7 Timbul Kencana” dengan nilai 351 serta Reog “Sembrani” asal Sleman dengan nilai 313.

Sedangkan untuk kategori Jatilan Juara 1 Jatilan “Melati” dari Sleman dengan nilai 432, disusul kontingen jatilan lainnya yaitu “Ngesti Budoyo” asal Kulonprogo dengan nilai 417, “Turonggo Mudho Perwiro” dari dari Bantul dengan nilai 396, “Puspanjala” dari Gunungkidul dengan nilai 386, “Turonggo Mudho Budhoyo’ dari Sleman dengan nilai 383, dan “Turonggo Bekso Codhe Laras” dari Kota Yogyakarta dengan nilai 366.

‪Dewan Juri dalam Festival Reog dan Jatilan tersebut terdiri atas Dr Kuswarsantyo MHum sebagai ketua, Dr Nur Iswantoro MHum, Warsito AMd, Dra Daruni MHum, RM Donny S Megananda SS MBA.