Agrowisata Salak Pondoh Sleman Siap Sambut Liburan

Sleman – Agrowisata salak pondoh di Gadung Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman siap menyambut wisatawan pada liburan sekolah maupun lebaran nanti.‬

‪”Kami terus melakukan pembenahan di kawasan Agrowisata Salak Pondoh. Selain karena kondisi yang selama ini seadanya, juga untuk menghadapi lonjakan pengunjung pada musim libur,” kata petugas Agrowisata Salak Pondoh, Ipung di Sleman, kemarin.‬

‪Menurut Ipung, pembenahan yang dilakukan dimulai pada jalan setapak dan fasilitas kamar mandi dengan menggunakan dana bantuan dari Provinsi DIY.‬

‪”Pembenahan dilakukan agar pengunjung yang datang nantinya bisa lebih nyaman, untuk berlama-lama menikmati kebun salak pada musim libur sekolah, puasa dan lebaran,” katanya.‬

‪Ipung mengatakan, berdasar pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, pada saat tersebut pengunjung di Agrowisata Salak Pondoh yang mempunyai luasan tidak kurang dari 27 hektar ini selalu melonjak drastis.‬

‪”Saat liburan pengunjung bisa lebih dari 500 orang setiap minggunya. Kalau hari biasa pengunjung minimal 100 hingga 200 orang. Dari Malaysia, Papua, utamanya luar daerah,” katanya.‬

‪Ipung menambahkan, meski tidak sedang panen raya, salak di agrowisata ini dijamin stoknya. Bahkan, harganya juga tidak terlalu ada kenaikan.‬

‪”Masih sekitar Rp sampai Rp . Dengan harga tersebut, pengunjung sudah dapat makan salak pondoh sepuasnya di kebun dengan memetik sendiri. Namun ketika salak akan dibawa pulang harga per kilogram menyesuaikan pasaran,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, di sekitar kawasan agrowisata ini, masyarakat sekitar juga menyediakan berbagai makanan-makanan olahan dari buah salak, seperti manisan, keripik, rujak, serta bakpia.‬

‪”Berbagai makanan tersebut diproduksi oleh warga setempat untuk menambah pendapatan keluarga,” katanya.




Sleman Wakilkan Satu Peserta di Ajang PTQ Nasional

LPP RRI Jogja Melakukan Audiensi Dengan Bupati SlemanSleman – Ahmad Nabil Mubarak menjadi satu-satunya putera daerah Sleman mewakili RRI Jogja dalam lomba Pekan Tilawatil Quran (PTQ) tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Pekanbaru Riau pada tanggal 13-18 Juni 2016 mendatang.

Menurut Danang Satata selaku perwakilan LPP RRI Jogja ketika melakukan audiensi dengan Bupati Slemandi Kantor Setda Pemkab Sleman, Rabu (8/6) terpilihnya Nabil mewakili Sleman karena berhasil keluar sebagai juara pertama kategori tilawah dalam PTQ yang diselenggarakan oleh LPP RRI Korwil Nusantara 11 (Jogja, Semarang, Surakarta, dan Purwokerto)  di Hall Pro2 dan Auditorium RRI Jogja pada Rabu (1/6) lalu.

Dikatakan Danang, Nabil merupakan putera daerah Kabupaten Sleman mengungguli peserta tilawah putra (qori) lainnya dengan skor 87,6 sehingga mendapatkan juara 1 dan berhak mewakili RRI Jogja dalam PTQ Nasional di Pekanbaru nanti. Sedangkan juara 2 diraih oleh Yusuf Ramadhan dengan skor 86,2 dan juara 3 diraih oleh M. Hafidz Ahza dengan skor 84,8.

Danang menjelaskan bahwa PTQ merupakan program tahunan LPP RRI yang diselenggarakan secara nasional dan tahun 2016 ini merupakan acara ke-47, dengan mempertandingkan nomor Tilawah, Tauziah dan Cerdas Cermat. Menurutnya  Lomba Tilawah merupakan lomba membaca Al Qur’an yang diselenggarakan oleh RRI setiap tahunnya.

“Tiap Stasiun RRI mulai menyelenggarakan seleksi pada tanggal 1 Ramadan/ awal Ramadan dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Bulan Suci/ bulan puasa Ramadan. Peserta Terbaik I dari masing-masing Stasiun RRI/ Daerah diutus menjadi peserta PTQ Tingkat Nasional,” tambah Danang.

Sementara Bupati Sleman, Drs H  Sri Purnomo MSI mengapresisasi atas prestasi yang telah diraih Nabil. Sri Purnomo berharap dalam event PTQ tingkat nasional nanti Nabil sebagai putera daerah Sleman mampu memberikan hasil yang terbaik.

”Nabil kita ketahui memang telah banyak mendapat prestasi di ajang lomba MTQ kategori tilawah. Saya berharap di event PTQ tingkat nasional yang diselenggarakan oleh RRI nanti mampu memberikan hasil yang terbaik,” jelas Sri Purnomo.




TNGM Hijaukan 100 Hektar Lahan Bekas Kebakaran

Sleman – Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) berhasil menghijaukan kembali sekitar 100 hektar lahan di hutan Gunung Merapi yang hangus akibat beberapa peristiwa kebakaran pada tahun 2015.‬

‪”Selama program penghijauan kembali pada tahun 2016 ini minimal seratus hektar lahan bekas kebakaran bisa dihijaukan kembali,” kata Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Dhany Suryawan, di Sleman, Rabu (8/6).‬

‪Menurut Dhany, baik penghijauan maupun antisipasi kebakaran di hutan lereng Gunung Merapi saat ini juga lebih intensif baik dalam standar dan kuantitas peralatan maupun koordinasi dengan berbagai pihak.‬

‪”Kerja sama penanganan pasca kebakaran dengan banyak pihak, maupun antisipasi secara lebih luas dan rapi menjadi semakin baik,” katanya lagi.‬

‪Dhany mengatakan, kebakaran terjadi selama 2015 merupakan yang terhebat dalam beberapa tahun terakhir.‬

‪”Kebakaran hutan Merapi tahun kemarin, selain disebabkan karena faktor cuaca, juga ada indikasi kesengajaan manusia,” kata Dhany.‬

‪Dhany menambahkan, kerugian akibat kebakaran hutan Merapi tersebut juga cukup banyak, mengingat lahan yang terdampak berupa program penghijauan kerja sama dengan pihak Jepang untuk mengembalikan lahan yang terkena erupsi besar Gunung Merapi 2010.‬

‪Kepala TNGM Edy Sutiyarto mengatakan program penghijauan di lahan terdampak kebakaran kawasan TNGM memasuki musim kemarau ini mulai dihentikan.‬

‪”Penanaman bibit pohon untuk penghijauan sudah tidak boleh, dihentikan sementara karena sudah mulai susah air khawatir bibitnya justru akan mati,” katanya pula.‬

‪Ia menyebutkan, penanaman lahan terdampak tersebut terutama di daerah Dukun dan Srumbung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.‬

‪”Wilayah tersebut yang paling besar terkena dampak kebakaran, yaitu sekitar 305 hektar,” kata dia.‬

‪Menurut dia, bibit yang ditanam dalam penghijauan tersebut adalah pohon yang mempunyai karakter ketahanan terhadap kebakaran, seperti senu, tesek, elo, tutup, rampelas serta dadap.‬

‪”Nanti kalau sudah mulai masuk musim hujan, akan dimulai lagi,” katanya pula.




Bupati Kembali Tempati Rumah Dinas

Sleman – Pada bulan Ramadhan 1437 H/2016 kali ini  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali melakukan tarawih keliling (tarling) di sejumlah Masjid di Kabupaten Sleman.

Tarling perdana dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati, Rabu (8/6). Acara ini sebelumnya diawali dengan buka puasa bersama serta boyongan mulai menempati Rumas Dinas kembali bagi Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSI beserta keluarga.

Untuk tarling tahun ini  terbagi dalam  tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri Forkominda  (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan  beberapa Kepala SKPD, BUMD.

Tujuan dari tarling itu sendiri untuk meningkatkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, juga silaturahmi kepada masyarakat di Kabupaten Sleman, disamping itu sebagai upaya penyerapan aspirasi masyarakat terkait program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman, agar kedepan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat lebih baik lagi.

Sri Purnomo mengharapkan agar Kepala SKPD bisa hadir sendiri tidak mewakilkan mengingat kehadirannya ditunggu-tunggu masyarakat. Sedangkan tempat ibadah/masjid yang akan dikunjungi dalam tarling tahun ini sebanyak 19 tempat, termasuk pembukaan tarling yang dilakukan di Rumah Dinas Bupati.

Untuk jadwal tarling selama bulan ramadan 1437 H , Kamis, 9 Juni 2016, Masjid Al Huda Toragan Tlogoadi Mlati, Jumat, 10 Juni 2016 di Masjid Wali Budoyo Tumut Sumbersari,  Sabtu 11 Juni 2016 di Masjid Al Manar Klodran Sendangarum Minggir, Minggu 12 Juni 2016, Masjid Baitul Qohar Gundengan Kidul Margorejo Tempel, Senin 13 Juni 2016 di Masjid Mujahidin, Banjarsasri Glagaharjo Cangkringan,  Selasa 14 Juni 2016 di Masjid  Al Kautsar Medari Cilik Caturharjo Sleman.

Selanjutnya Rabu 15 Juni 2016 di Masjid  Al Al Barokah Ngaran Margokaton Seyegan, Kamis 16 Juni 2016 di Masjid Al Hidayah Sambirejo Pakembinangun Pakem, Jumat 17 Juni 2016 Masjid Al Iman Tepan Bangunkerto Turi, Sabtu 18 Juni 2016 Masjid Asysyakir Kranggan I Jogotirto Berbah.

Dan, Minggu 19 Juni 2016 Masjid Baiturrokhim Kentungan Condongcatur Depok, Senin 20 Juni 2016 Masjid  Nurul Falah Candimulyo Klurak Tamanmartani Kalasan, Selasa 21 Juni 2016 Masjid Al Munawaroh Jogonalang, Sindumartani Ngemplak, Rabu 22 Juni 2016, Masjid At Tauhid Plumbon Sardonoharjo Ngaglik.

Berikutnya Kamis 23 Juni 2016 di Masjid  Agung Sleman, Peringatan Nuzulul Qur’an, Jumat 24 Juni 2016 di Masjid Al Huda Kranggan, Bokoharjo Prambanan, Sabtu 25 Juni 2016,  Masjid Nurul Yaqin Krandon Sidomoyo, Godean,  Minggu 26 juni 2016 Masjid Fajruslam Sawahan Nogotirto Gamping.

Tarling akan diikuti Bupati dan Wakil Bupati Sleman selama tidak ada kegiatan yang bersamaan. Harapannya agar lebih dekat dengan masyarakat termasuk apa yang menjadi keinginan masyarakat, Bupati bisa mengetahui secara langsung dan tatap muka dengan masyarakat.