Selama Puasa Pengunjung MGM 200 Orang Per Hari

Pengunjung Mengamati Foto Erupsi MerapiSleman – Museum Gunungapi Merapi (MGM) yang biasanya selalu ramai pengunjung setiap harinya, selama puasa Ramadan ini mengalami penurunan jumlah pengunjung. Tercatat selama puasa pengunjung MGM yang berlokasi di Banteng Hargobinangun Pakem Sleman hanya mencapai 200 orang tiap hari.

‪Kepala UPT MGM Sleman, Suharno menginformasikan menurunnya pengunjung MGM terlihat di awal puasa ini.‬

‪”Sebelum puasa pengunjung cukup banyak, rata-rata sampai per hari. Kalau puasa begini memang menurun. Tahun kemarin rata-rata pengunjung hanya 300 orang per hari. Dan saat ini rata rata  hanya 200 orang per hari,” kata Suharno, Minggu (19/6).‬

‪”Sampai minggu kedua puasa, jumlah pengunjung tetap  stabil sekitar 200 an orang. Kira-kira sebelum lebaran pengunjung mulai melonjak. Pengunjungnya bisa mencapai orang per hari,” tutur Suharno.‬

‪Suharno mengungkapkan selain musim libur sekolah, momen libur Lebaran merupakan kesempatan untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin.‬ Secara umum, MGM mengalami peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya.‬ ‪Saat pertama kali dibuka pengunjung hanya sekitar pengunjung yang datang. Tahun 2015 pengunjung sudah mencapai kira-kira orang.‬

‪”Dilihat setiap tahunnya Pengunjung selalu naik. Padahal tahun pertama kita sempat tutup dua bulan karena erupsi Merapi 2010,” tegas Suharno.




Pemkab Sleman Awasi Peredaran Daging Olahan

Sleman – Seiring dengan kenaikan harga daging sapi yang kian sulit ditekan, masyarakat dihimbau lebih waspada terhadap produk daging olahan karena besar kemungkinan  dapat mendorong produsen makanan olahan bertindak nakal.

‬Kepala Bidang Peternakan  Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Suwandi Aziz mengatakan, menghadapi kondisi  seperti saat ini, dapat saja produsen makanan bertindak curang, dengan mencampur daging sapi bersama daging lain guna menekan beaya produksi atau bahkan mengawetkan dagangan daging dengan formalin.‬

‪”Silahkan dicek betul-betul dagingnya seperti apa? Pertama kalau daging berformalin itu biasanya dagingnya mengkilap, kemudian lalat tidak ada sama sekali disitu, beda dengan yang tidak ada formalin,” jelas Suwandi Aziz, Minggu (19/6),

Menurut Suwandi Aziz, berdasarkan hasil pantauan Bidang Peternakan DPPK Sleman, daerahnya masih  aman dari produksi oplosan daging olahan maupun kemungkinan peredaran daging berformalin atau glonggongan.‬

‪”Saya menghimbau dan meminta secara terus menerus agar para pedagang bersikap jujur demi keamanan dagangan maupun keamanan dari jerat hukum,” tambahnya.‬

‪Harga daging sapi di Sleman untuk kualitas pertama, saat ini  dijual antara Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram. Meski demikian untuk tingkat penjualan oleh sejumlah pedagang dinilai masih berjalan normal.




1.200 Titik LPJU di Sleman Mati

Sleman – Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman memiliki banyak tanggungan tugas perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Dari pendataan tercatat sekitar titik penerangan jalan umum dalam kondisi mati. 

Mengingat banyaknya jumlah titik yang perlu diperbaiki, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menerapkan skala prioritas yakni pada ruas jalan dengan kepadatan arus lalu lintas tinggi. Diantaranya Jalan Solo, Jalan Magelang, Jalan Wates, dan ruas sepanjang ringroad.

Menurut Kepala Dishubkominfo Sleman, Drs Agoes Soesilo Endiarto, sebagian besar LPJU yang mati itu disebabkan kondisi cuaca.

“Beberapa bulan terakhir sering turun hujan yang mengakibatkan alat penerangan jalan menjadi korosif,” kata Agoes, kemarin.

Pihaknya setiap tahun rutin menganggarkan perbaikan LPJU. Menjelang lebaran, frekuensi kegiatan ditingkatkan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Ditargetkan, pengerjaan perbaikan selesai sekitar pertengahan bulan ramadan.

“Proses pengerjaan dikebut bahkan sampai malam hari. Kami menambah jumlah personel untuk menangani ini,” kata Agoes.

Soal anggaran, Agoes tidak menyebut nominal. Namun jika kurang akan diajukan di pembahasan anggaran perubahan. Selain jalan yang arus lalu lintasnya padat, perbaikan dan penambahan sarana LPJU juga difokuskan di titik perempatan.

Agoes menambahkan, saat ini sudah banyak PJU yang menerapkan sistem cerdas. Karenanya, jika ada peralatan yang rusak perlu segera diperbaiki. Sebab jika terlalu lama dibiarkan justru akan menimbulkan pemborosan.

Sementara itu, kriminolog UGM Suprapto mengatakan, area yang gelap berpotensi menjadi sasaran lokasi kejahatan. Potensi kejahatan itu bisa dimulai dari hal sederhana semisal tempat nongkrong untuk menikmati miras, kencan dengan bukan pasangan resmi, sampai pada tindak kriminal seperti penjambretan, perampasan, dan penodongan.

Sementara jika masih ada LPJU yang belum diperbaiki, untuk antisipasi kriminalitas warga disarankan menghindari lokasi yang gelap atau sepi. Jika terpaksa harus melintasi tempat tersebut diminta supaya tidak sendirian.