Sleman Tampilkan Sendratari Kala Murda di Denpasar Bali

Sleman – Untuk yang kedua kalinya, pada tahun 2016 ini Kabupaten Sleman mengirimkan misi kebudayaan dalam event Pekan Kesenian Bali ke-38, Kamis 30 Juni 2016 Jam WITA di Wantilan Hall Taman Budaya Denpasar Bali. Dalam kesempatan tersebut kontingen kabupaten Sleman akan menampilkan sendratari dengan lakon “Kala Murda”.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, dikantornya Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman, Senin (27/6).

Sendratari “Kala Murda” merupakan kisah yang menceritakan sebuah peristiwa besar (kala = peristiwa, murda = besar) seputar hubungan Panembahan Senopati dan Rara Kidul hingga terjadinya Upacara Adat Labuhan Merapi.

Dalam kisah tersebut “Mbah Maridjan” sebagai juru kunci Gunung Merapi menceritakan adanya “endog jagad” yang merupakan awal mula dilaksanakannya Upacara Adat Labuhan Merapi dan juga asal Pangeran Prabu Jagad yang diyakini sebagai Penguasa Gunung Merapi.

Dalam garapan ini digambarkan pula kepanikan, ketakutan dan kebingungan masyarakat Lereng Merapi ketika terjadi erupsi dari perut gunung mengeluarkan material dan awan panas.

Peristiwa ini terjadi ditengah-tengah hiruk pikuk kegiatan masyarakat Lereng Merapi. Cerita diakhiri dengan pelaksanaan Upacara adat Labuhan Merapi yang merupakan upacara Kala Murda bagi masyarakat Lereng Merapi, masyarakat Sleman dan masyarakat Yogyakarta.

Kontingen Kabupaten Sleman selain menampilkan Sendratari Kala Murda, juga menampilkan paket atraksi yang meliputi manguyu-uyu, gendhing ilir-ilir, medley  garapan 4 (empat) tari pertunjukan tradisonal kerakyatan Sleman yaitu Badui, Kubro Siswo,  Angguk, dan Jathilan. Selain itu juga ditampilkan garapan komposisi musik gamelan “Gundhul Gundhul Pacul”.

Adapun tim artistik kontingen Kabupaten Sleman adalah Ari Kusumaningrum  sebagai Sutradara, Anang Wahyu Nugroho  sebagai penata tari, Willy Hendratmoko sebagai penata iringan, Fitri Johan Saputro sebagai stage manager, rias busana, kostum, dan property Feri Catur Harjanto . Para seniman tersebut adalah seniman yang sudah memiliki prestasi.

Ayu menambahkan bahwa keikutsertaan kontingen Sleman dalam misi kebudayaan keluar daerah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan eksistensi, kreativitas dan wawasan seniman Sleman. Selain itu juga untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi dan produk seni unggulan Kabupaten Sleman dilevel nasional atau bahkan internasional.

Ditambahkan pula kontingen Kabupaten Sleman terdiri atas seniman-seniman muda yang berkompeten dan merupakan prestator dalam bidang seni tari dan garapan komposisi musik jawa.




Kampanye Stop Narkoba, BNN Sleman Dengan Bagi-Bagi Takjil

13501850_1656752844649576_2069280359402602521_nSleman – Kegiatan kampanye Stop narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Kabupaten Sleman dikemas secara unik dan menarik dengan membagikan takjil kepada pengguna jalandi perempatan Denggung Sleman, Senin (27/6). 

Takjil yang dibagikan oleh personil BNNK Kabupaten Sleman tersebut sebanyak 200 dos/tas yang berisi makanan dan minuman. Hanya dalam waktu sekejap, tidak lebih dari 20 menit takjil tersebut habis dibagikan kepada pengguna jalan. Pembagian takjil tersebut dilakukan saat menjelang buka puasa.

Menurut Kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi MSi  bahwa tujuan kampanye Stop Narkoba tersebut untuk mengkampanyekan kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, karena yang menjadi sasaran narkoba saat ini bukan hanya kalangan pelajar/mahasiswa saja, tetapi sudah merambah kepada masyarakat, bahkan sudah masuk ke pelosok.

“Seperti saat ini sudah merupakan darurat narkoba, tanpa peran serta masyarakat maka memerangi narkoba tidak akan berhasil,” kata Kuntadi.

Sedangkan yang  terlibat dalam kampanye stop narkoba dengan membagikan takjil di perempatan Denggung tersebut SMAN I Depok, SMAN I Minggir, SMAN 2 Sleman dan SMK Nasional Berbah.




Hari Pertama PPDB SMP, 77% Pendaftar Sudah Terpenuhi

Sleman – Hari pertama  Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang dimulai 27 Juni hingga 29 Juni 2016 tingkat SMP Negeri se Kabupaten  Sleman sebanyak 5257 calon siswa sudah mendaftar atau sekitar 77% dari total kuota 6800 kursi yang disediakan.

“Terdapat beberapa sekolah yang pendaftarnya membludak melebihi jumlah kursi yang disediakan seperti SMP N 1 Gamping dari 128 kursi yang disediakan jumlah pendaftar sudah mencapai 149,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman, Arif Haryono SH, Senin (27/6).

Menurut Arif, hal yang sama juga nampak di SMP 3 Kalasan, kursi yang disediakan 128 namun jumlah pendaftar sudah mencapai 162. Selain itu antusiasme pendaftar juga nampak di SMP 4 Kalasan, dari 128 kursi yang disediakan jumlah pendaftar di hari pertama sudah mencapai 150.

Sementara untuk  SMP N 4 Pakem menjadi sekolah tingkat menengah pertama dengan rata-rata tertinggi dihari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri se Kabupaten Sleman yaitu dengan rerata 286,71 dengan nilai tertinggi 303,50 dan nilai terendah 268,50.

Disusul SMP N 4 Depok  rerata 279,30  dengan nilai tertinggi 296,00 dan terendah 256,00. Ditempat ketiga SMP  N 1 Kalasan rerata 279,18 dengan nilai tertinggi 296,00 dan terendah 271,00.

‪“Sistem penerimannya ada Real Time Online (RTO) maupun manual. Ada sembilan SMP yang masih pakai manual karena faktor koneksi internet buruk di wilayah tersebut. Yakni di Tempel, Cangkringan, dan Prambanan,” kata Arif.

Sedang SMP yang sistem penerimaannya menggunakan sistem RTO ada 52 sekolah.




Wisata Museum Tetap Ramai Pengunjung

Sleman – Jumlah kunjungan wisata ke museum yang ada diwilayah Sleman selama bulan puasa tidak mengalami penurunan yang cukup drastis. Seperti yang terjadi pada Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Dusun Banteng, Pakem, Kabupaten Sleman yang tetap ramai dikunjungi wisatawan.‬

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MGM Suharno, jumlah pengunjung masih tetap ramai terutama dari kalangan pelajar meskipun tidak seramai pada hari biasa.‬

‪”Kondisi ini baru akan kembali meningkat pada H+2 lebaran sampai H+4 kunjungan akan mencapai puncaknya. Diperkirakan, setiap hari sedikitnya seribu orang pun pasti tercapai,” kata Suharno, Senin (27/6).‬

‪Suharno optimistis pengunjung setiap hari selama libur Lebaran bisa tercapai.‬

‪”Lebaran kali ini liburnya cukup panjang. Kami prediksi, setiap hari tidak kurang dari seribu orang pengunjung. Terutama mereka rombongan dari keluarga,” katanya.

Sementara jumlah kunjungan ke Monumen Jogja Kembali di Kabupaten Sleman juga tidak mengalami penurunan drastis selama Ramadan 1437 Hijriah.‬

‪”Selama Bulan Puasa ini wisatawan atau rombongan masih banyak yang datang, terutama dari luar daerah,” kata Kepala Bagian Umum Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali), Yudi Pranowo.‬

‪Dia mengatakan selama Ramadan ini pengunjung dari luar daerah memang lebih banyak.

“Memang jumlah kunjungan tidak seperti hari biasa, tetapi tetap ada. Lebih banyak rombongan luar daerah, seperti dari Bali, Banyuwangi, Jakarta, Bandung, Semarang, dan beberapa daerah lainnya,” katanya.‬

‪Ia mengatakan rombongan dari luar tersebut biasanya dari sekolah-sekolah yayasan nonmuslim, selain itu juga masih banyak rombongan anak-anak muda.




Bupati dan Wakil Bupati Akhiri Safari Tarling

Sleman – Tim Safari Tarawih keliling (tarling) Kabupaten Sleman tahun 1437 H mengakhiri safarinya  di masjid Fajrul Islam Sawahan, Nogotirto, Gamping. Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman memimpin tim safari yang terdiri dari Pimpinan SKPD, BUMN,  BUMD,  Kodim, Polres, Camat dan Perangkat Desa, Senin (27/6).

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bersama Tim safari didampingi 70 Kepala Instansi terkait melaksanakan  sholat Jamaah Isya dan tarweh di Masjid Fajrul Islam Sawahan   bersama warga masyarakat setempat.

Takmir masjid fajrul Islam H Hamamun mengucapkan terima kasih atas kunjungan Tim Safari yang dipimpin Bupati Sleman. Kegiatan menjalin silaturahmi antara masyarakat dan pejabat, kegiatan lain jamaah masjid antara lain pengajian menjelang Buka Puasa, Tadarus Alquran, TPA anak dan Peringatan Nuzulul Quran.

Sri Purnomo menyampaikan tujuan dari penyelenggaraan Safari Tarling adalah sebagai ajang silaturahmi pimpinan pemerintahan bertemu masyarakat dan untuk memakmurkan masjid, karena di bulan ramadan ini puasa dan sholat bagi umat Islam akan melatih kejujuran dalam berbuat dan bertindak.

Selain itu juga untuk melihat secara nyata kegiatan ibadah masyarakat dan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sri Purnomo juga mengingatkan saat ini sedang dilaksanakan  penerimaan siswa baru kepada masyarakat untuk dapat menyekolahkan anaknya, karena Pemerintah Kabupaten Sleman komitmen anak di Sleman minimal lulus SMA/SMK.

Kabupaten Sleman memiliki Mal Sleman yang dikelola oleh Dinas Perdagangan sebagai tempat untuk memasarkan secara on line produk UKM masyarakat Sleman.

Sri Purnomo juga mengajak masyarakat untuk menjaga kemanan, hati – hati di jalan lalu lintas saat ini padat serta menyerahkan bantuan dari APBD, BAZ, SKPD. Sumbangan dari BUMN dan BUMD serta infaq sejumlah Rp 23,680 juta dan 10 buah Rukuh dari Kantor Kementrian A27gama Sleman.