Sleman Targetkan 315 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran

Sleman – Selama libur lebaran tahun 2016 yang akan dicatat selama 9 (sembilan) hari mulai tanggal 2 hingga 10 Juli 2016 mendatang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman menargetkan sebanyak 315 ribu wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Sleman. 

Angka tersebut diprediksikan berdasarkan trend kunjungan pada libur lebaran selama tiga tahun terakhir. Diharapkan target tersebut dapat tercapai pada tahun ini. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman, Selasa (28/6).

Pada tahun 2013 wisatawan yang berkunjung saat libur lebaran tercatat sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu selama 9 (sembilan) hari, tahun 2014 sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu 9 (sembilan) hari dan pada tahun 2015 sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu 6 (enam) hari. Dan untuk libur lebaran tahun 2016 ini ditargetkan sebanyak 315 ribu wisatawan dalam kurun waktu 9 (sembilan) hari mulai tanggal 2 hingga 10 Juli 2016.

Ayu menambahkan bahwa pencatatan jumlah wisatawan tersebut dilakukan dibeberapa destinasi wisata Sleman yang meliputi obyek wisata alam, candi, museum, volcano tour dan desa wisata.

Sehubungan dengan target 315 ribu wisatawan yang ditetapkan pada libur lebaran tahun ini diharapkan kesiapan destinasi, akomodasi hotel dan desa wisata akan dapat mendukung pencapaian target tersebut. Oleh karenanya diharapkan pelayanan kepada wisatawan agar lebih dikedepankan.

Adapun destinasi wisata Sleman yang diunggulkan selama musim liburan diantaranya kawasan wisata Kaliurang yang meliputi Tlogo Putri, Taman Rekreasi Anak, Gardu Pandang Kaliurang, Museum Ullen Sentalu.

Selain itu Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Monjali, Museum Dirgantara Mandala, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, serta desa-desa wisata. Bahkan keberadaan destinasi baru yaitu Agrowisata Bhumi Merapi, Sindu Kusuma Edupark dan Jogja Bay Water Park dipastikan akan mendukung pencapaian target tersebut.

Berbagai kesiapan untuk menyambut wisatawan telah dilakukan. Diantaranya adalah Agrowisata Bhumi Merapi yang menawarkan taman satwa diantaranya kambing, kelinci, ular, reptil, kura-kura dan taman herbal. Selain itu juga menawarkan wisata alam susur Goa Panggolo serta susur Kali Kuning.  Sindu Kusuma Edupark (SKE) menawarkan aneka permainan anak dan keluarga, Jogja Bay Water Park menawarkan aneka wahana permainan air.

Destinasi baru Taman Tebing Breksi juga menawarkan pesona alam yang menakjubkan yang berupa tebing alam dengan view lingkungan yang alami, desa wisata Grogol menawarkan river tubing, belajar membatik, belajar gamelan, menumbuk padi dan wisata edukasi reptil.

Dan, di desa wisata Gamplong dengan wisata belanja produk-produk ATBM dan barang kerajinan tas rajut dan aneka souvenir, desa wisata Tanjung menawarkan paket menginap dan pengalungan sapi dengan ketupat lebaran, Omah Domes dengan pertunjukan ronda thek-thek dan badut teletubies.

Selain itu di Candi Prambanan dan Ratu Boko juga diagendakan pertunjukan aneka kesenian tradisional selama libur lebaran.




Kecamatan Gamping Gelar Pasar Lebaran

DSC_7365bernasSleman – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Kecamatan Gamping mengadakan pasar lebaran selama 1 hari, Selasa (28/6) pukul hingga . WIB, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Gamping. 

Menurut Camat Gamping, Priyo Handoyo pasar lebaran merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan menjelang lebaran bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang di Kecamatan Gamping masih tinggi angka kemiskinannnya yakni jiwa dan rentan miskin jiwa, sehingga kegiatan pasar lebaran merupakan upaya membantu meringkankan beban dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok menjelang lebaran.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai ajang para pengusaha, UKM serta ibu-ibu pemanfaat PNPM Mandiri Perdesaan dalam upaya mempromosikan dan memperkenalkan hasil-hasil produknya.

“Ada sekitar 30 peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini,” kata Priyo.

Sementara untuk kegiatan pasar lebaran ada 6 jenis bahan pokok yang mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kecamatan Gamping yakni telur ayam sejumlah 500 kg, harga grosir Rp menjadi Rp , beras sejumlah kg harga grosir Rp dijual Rp

Dan, sirup indofood stok botol harga grosir Rp dijual Rp , minyak goreng liter harga grosir Rp dijual Rp , mie sedap 500 paket harga grosir Rp dijual Rp , dan gula pasir kg harga grosir Rp /kg dijual Rp

Pasar lebaran dibuka  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI yang ditandai dengan pembagian Subsidi sembako bagi warga kurang mampu yang telah membeli kupon belanja.

Sri Purnomo berharap kegiatan pasar lebaran yang dilaksanakan oleh Kecamatan Gamping dan juga Kecamatan lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan barang kebutuhan pokok bagi warga yang kurang mampu.

Karena harga barang yang dijual dalam pasar lebaran ini jauh lebih murah selain dapat membantu warga juga sedikit banyak dapat menekan harga agar tidak naik terlalu tinggi disaat kebutuhan masyarakat melonjak menjelang lebaran.




Amankan Lebaran Polres Sleman Gelar Ramadaniah

Sleman – Dalam rangka melakukan pengamanan Lebaran 1437 H, jajaran Polres Sleman bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Hubkominfo) Sleman mengadakan kegiatan Ramadaniah.

“Kegiatan Ramadaniah ini untuk melakukan pengamanan Lebaran, baik malam takbir, sholat idul fitri dan di destinasi wisata,” kata Kanit Satlantas Polres Sleman, Ida Avita Dewi di Press Room Pemkab Sleman, Selasa (28/6).

Untuk pengamanan Lebaran ini lanjut Ida, Polres Sleman membuat 7 pos  yang terdiri dari 2 pos pelayanan guna mengantisipasi kemacetan di tempat-tempat wisata. Dua pos pelayanan itu ada di Prambanan dan Kaliurang.

Sedang 5 pos pengamanan ditempatkan di Tempel, Gamping, Bandara Adisucipto, Ambarukmo Plasa dan Jombor.

“Untuk personil polisi yang ditugaskan di pos-pos tersebut ada 475 orang,” kata Ida.

Sementara personil Polres lainnya disiapkan untuk pengaman penebalan malam takbir dan sholat Idul Fitri. Dikatakan Ida, untuk mengurai kemacetan di Jalan Magelang telah diambil alternatif jalan. Untuk arah dari Magelang menuju Solo diarahkan dari Tempel ke kiri. Sedang kalau mau ke Purworejo diarahkan dari Tempel ke kanan.

Selain itu Polres Sleman juga telah memetakan jalur yang rawan kemacetan adalah Simpang empat Tempel yaitu pintu masuk dan keluar Jogja, kemudian simpang empat Beran Denggung, simpang empat Jombor, pasar Godean, jl Wates Gamping, jl Affandi dan jl Laksda Adisucipto.

Untuk jalan rawan kecelakaan lalu lintas dipetakan jalan Jogja Magelang km 14 hingga 17, jalan Wates-Gamping, jalan lingkar utara dan jalan Solo.
Untuk jalan rawan pelanggaran adalah jalan Wates dan jalan Kaliurang.




Jelang Lebaran Harga Kebutuhan Pokok Naik

DSC_0821Sleman – Menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1437 H harga kebutuhan pokok mengalami perubahan, perubahan tersebut cenderung naik, meskipun ada kecenderungan menurun namun relatif kecil. Seperti yang terjadi di Pasar tradisional Godean beberapa komoditi kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti pemantauan dilakukan oleh  Biro Administrasi, Perekonomian dan SDA Setda DIY dan Bagian Perekonomian Setda kabupaten Sleman, Selasa (28/6).

Ikut memantau di pasar Godean tersebut antara lain Kepala Biro Adminsitrasi Paerekonomian daan SDA Setda DIY, Drs Tri Mulyono MM, Kepala Bagian Perekonomian Setda  Sleman Ir CC Ambarwati MM.

Menurut Tri Mulyono bahwa pemantauan harga tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data tentang harga dan kondisi ketersediaan stok  komoditi bahaan pokok di beberap pasar tradisional di wilayah DIY yang nantinya bisa diinformasikan kepada masyarakat.

Disampaikan Tri Mulyono bahwa yang dipantau adalah komoditas yang dibutuhkan masyarakat , namun saat dilakukan pemantauan khusus di pasar Beringharjo dan Godean beberapa komoditi mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi ada sebagian komoditi yang justru mengalami penurunan. Yang jelas tambah Tri Mulyono pemantauan harga tersebut sebagai upaya  tindak lanjut akan adanya fluktuasi harga.

Menyinggung stok barang, masyarakat tidak perlu kawatir karena stok sampai lebaraan bahkan usai lebaran nanti cukup, memang diakui  beberapa komoditi barang kebutuhan harganya masih cukup tinggi, seperti daging sapi, dan daging ayam, termasuk gula pasir.

Setelah dilakukan pemantauan beberapa komoditi seperti daging sapi kw 1 minggu lalu harganya Rp dan hari Selasa tetap, daging kw 2 harga minggu lalu Rp dan hari Selasa tetap, daging ayam potong minggu laalu harganya Rp. dan saat dilakukan pemantauan di pasar godean harganya  naik menjadi Rp. , sementara daging ayam kampung harganya masih sama yaitu Rp. .

Sementara untuk gula pasir harganya masih sama Rp , telur ayam ras (broiler) Rp , bawang merah naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp .

Bawang putih cincau harganya masih sama yaitu Rp dan bawang putih kating harganya Rp , tepung segitiga biru harganya masih sama yaitu Rp 8000, tepung Cakra harganya masih sama yaitu Rp , Cabe merah besar naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp , cabe merah keriting naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp .

Sedangkan, Cabe rawit hijau harganya masih sama yaitu Rp , cabe rawit merah naik menjadi Rp yang sebelumnya hanya Rp , lele harganya masih sama yaitu Rp , nila hitam dan nila merah harganya masih sama yaitu Rp , udang putih harganya masih sama yaitu Rp , kembung harganya masih sama yaitu Rp .

Selain itu, gurami harganya masih sama yaitu Rp , bawal tawar harganya masih sama yaitu Rp , bandeng harganya masih sama yaitu Rp , minyak goreng curah barko harganya masih sama yaitu Rp. , minyak goreng curah sawit harganya masih sama yaitu Rp , minyak goreng bimoli harganya masih sama yaitu Rp .




Jelang Lebaran Permintaan Kue Naik 50 Persen

Sleman – Sejak awal Ramadan sampai jelang lebaran sekarang ini, permintaan kue terutama kue kering melonjak hingga 50 persen. Namun kenaikan pesanan ini juga diimbangi dengan naiknya harga sebagai dampak kenaikan harga bahan baku.

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Adenium di Dusun Somodaran Desa Banyuraden Kecamatan Gamping Sleman ikut merasakan naiknya permintaan kue. Produksi kue kelompok yang beranggotakan ibu-ibu di dusun ini kewalahan melayani pesanan baik untuk oleh-oleh maupun untuk hidangan lebaran.

Ketua UPPKS Adenium Ny Umi Sartini mengaku kenaikan pesanan kue produksi kelompoknya mencapai 50 persen. Dengan produksi andalan egg roll mocaf, donat dan pastel, kelompok ini terus berupaya memenuhi pesanan.

“Produk UPPKS Adenium memang baru dikenal ‘door to door’ atau lewat pameran, belum masuk toko atau supermarket. Sebab kami masih takut kalau tidak mampu melayani pesanan dalam jumlah banyak untuk toko atau super market,” kata Ny Umi, Selasa (28/6).

Khusus untuk lebaran kali ini, harga kue produksi UPPKS Adenium juga naik. Tetapi kenaikan ini menurut Ny Umi bukan karena ‘aji mumpung’ karena banyak pesanan, melainkan faktor bahan baku yang lebih dulu naik. Untuk hasil produk kue anggota UUPKS Adenium, Ny Umi menjamin kwalitasnya baik itu rasa maupun kemasannya.

“Untuk egg rol” memang baru sebatas pemesanan, pemasarannya. Sebab egg roll dengan kwalitas yang bagus pembuatannya butuh proses lama dan dikerjakan secara manual,” tutur Ny Umi.

Karena itu produksi baru melayani pesanan. Satu kaleng egg roll isi 30 biji dijual Rp 37 ribu. Pemasaran biasanya untuk oleh-oleh ke Jakarta dan luar daerah. Sementara donat dan pastel pemasaran disekitar Kecamatan Gamping.