Koperasi AMAN Sleman Masuk Koperasi Berprestasi di Indonesia

Sleman – Berkat kinerja dan pengelolaan manajemen yang baik, Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-69 memberikan penghargaan koperasi terbaik kategori jasa pada Koperasi AMAN pada Penilaian Koperasi Berprestasi dan Koperasi Award Tahun 2016 yang akan di Selenggarakan di Hotel Novita, Jambi (20/7). 

“Koperasi AMAN masuk dalam 100 Koperasi terpilih dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Indonesia terdiri dari 10 Koperasi Award dan 90 Koperasi Berprestasi setelah sebelumnya berkompetisi dengan 646 koperasi lainnya ditingkat Kabupaten sampai Provinsi hingga akhirnya maju ke tingkat nasional,” kata Drs Pustopo, selaku Wakil Sekertaris Koperasi AMAN di Sleman, Senin (18/7).

Menurut Pustopo, aspek penilaian yang dilakukan hingga terpilih menjadi koperasi terbaik kategori jasa diantaranya adalah perkembangan aset, aneka ragam usaha, laporan keuangan, dan audit eksternal. Hasil Audit eksternal selama ini Koperasi AMAN mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

Pustopo menambahkan bahwa hingga akhir Desember 2015  total aset Koperasi AMAN Rp 13,912 miliar dan memiliki memiliki 4 jenis usaha yaitu perumahan, pembiayaan kendaraan, rehab rumah, kebutuhan rumah tangga seperti barang elektronoik dan pembayaran listrik bagi anggotanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencatatkan peningkatan jumlah koperasi yang pada akhir tahun 2015 tercatat sebanyak 646 koperasi dari berbagai jenis yang tersebar di berbagai wilayah, instansi dan kelompok masyarakat, dengan 598 di antaranya merupakan koperasi aktif.

Jumlah ini meningkat jika dibanding tahun 2014 yang mencapai 629 koperasi. Sementara itu, jumlah anggota koperasi juga meningkat dari orang di tahun 2014 menjadi orang di tahun 2015. Pada tahun 2015 tercatat aset Koperasi  mencapai Rp 1miliar  lebih dengan modal sendiri sebesar Rp. 349 Milyar lebih,- serta SHU sebesar Rp 29 miliar lebih.

Menanggapi penghargaan ini Bupati Sleman, Drs H  Sri Purnomo MSI dalam  upacara di lapangan Pemda Sleman, Senin (18/7) menyampaikan apresiasi pada seluruh jajaran Koperasi Aman yang telah terpilih sebagai koperasi berprestasi kategori jasa oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

“Diharapkan prestasi tingkat nasional ini dapat semakin memotivasi penguatan koperasi di Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo dalam upacara tersebut juga menambahkan terkait dengan Hari anak Nasional pada 23 Juli 2016 mendatang, Pemkab Sleman berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui desa ramah anak yang mana pada saat ini sudah mencapai 39 desa dan dilengkapi pembentukan satgas perlindungan perempuan dan anak di 39 desa tersebut, serta pencanangan sekolah ramah anak yang juga telah mencapai 39 sekolah.




Hari Pertama Masuk Sekolah Ada Yang Nangis, Ada Yang Minta Ditinggal

Sleman – Hari pertama masuk sekolah benar-benar dimanfaatkan orangtua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Bagi orangtua yang mengantar anaknya masuk sekolah TK maupun SD tentu menjadi pengalaman tersendiri, karena ada melihat sikap dan perilaku putra putrinya ketika berada dilingkungan sekolah.

Ada yang nangis dan minta ditunggu selama berada disekolah, namun ada pula yang justru minta ditinggal karena merasa berani masuk sekolah sendiri. Seperti yang dialami Sutadi warga Godean ketika mengantarkan anaknya masuk sekolah TK ABA Dadapan Godean. Ketika dari rumah mau berangkat sekolah, Sandya anak ketiganya  terlihat bersemangat. Namun ketika sampai di sekolahan dan akan ditinggal, anaknya justru menangis tidak mau ditinggal.

“Akhirnya saya harus menunggu di sekolah, dan pihak sekolah mengijinkan ditunggu selama satu minggu agar anaknya bisa. Beradaptasi dengan lingkungan sekolah lebih dulu,” kata Sutadi disela-sela nunggu anaknya, Senin (18/7).

Hari pertama sekolah di TK ABA Dadapan baru diisi perkenalan sesama murid dan nyanyi-nyanyi. Sementara Amelia warga Perumahan Purwomartani Kalasan yang mengantar anaknya masuk sekolah dihari pertama di SDN Sidorejo Kalasan, anaknya Satya tidak mau ditunggu karena merasa berani masuk sekolah sendiri.

“Anak saya tidak mau ditunggu meski baru pertama kali masuk sekolah SD. Katanya dia berani disekolah dan tidak usah ditunggu,” kata Amelia.
Amelia juga merasa tenang meski tidak menunggui anaknya disekolah karena jarak sekolahan dengan rumahnya tidak terlalu jauh.

Amelia mengungkapkan suasana pagi sekolah anaknya memang cukup ramai dan beberapa orangtua ada yang harus menunggui anaknya karena rewel tidak mau ditinggal.