PMI Sleman Terima Penghargaan Bukti Serius Layani Masyarakat

DSC_1050Sleman – Ketua PMI Cabang Sleman, dr Sunartono MKes menyampaikan bahwa sampai saat ini PMI Cabang Sleman telah memperoleh hasil Audit ekternal tahun 2015 dari auditor independen Inarest Kemalawarta dengan perdikat WTP.

Selain itu juga telah mendapatkan Izin penyelenggaraan UTP-UDD, Sertifikat Penyelenggaraan UTD dari UTP PMI pusat yang diserahkan oleh Sekretaris PMI DIY, dan Sertifikat pemantapan Mutu Ekternal untuk pemeriksaan HBsAG, Anti HCV, HIV dan Sipilis.

Semua penghargaan tersebut diterima Ketua PMI Cabang Sleman bersamaan dengan  syawalan  PMI Kabupaten Sleman, Rabu (20/6). Menurut Sunartono keempat hal tersebut bukti keseriusan PMI Kabupaten Sleman untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sri Murni Rahayu menyanpaikan  agar moment syawalan tersebut  hendaknya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri secara pribadi maupun kualitas kinerja dalam lembaga. Sehingga harapannya, moment Ramadan dan syawalan ini dapat berperan secara nyata dalam perbaikan dan peningkatan secara keseluruhan.

“Semoga dengan syawalan ini, PMI Kabupaten Sleman dapat terus meningkatkan kinerja maupun perannya,” kata Sri Murni.

Yang jelas lanjut Sri Murni bahwa terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Sleman masih menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Sleman.

Hal ini secara nyata termaktub dalam visi pemerintah yakni “ Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021”.

Indikator tewujudnya kesejahteraan bagi masyarakat diantaranya melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menurunnya ketimpangan ekonomi, menurunnya angka kemiskinan, meningkatnya kualitas lingkungan hidup, dan pertumbuhan ekonomi.

Jika dilihat dari perolehan IPM yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan dan pendapatan yang terus mengalami peningkatan sebesar 0,47 poin dari 80,26 pada tahun 2013 menjadi 80,73 pada tahun 2014. Hal ini tentu menjadi apresiasi sekaligus motivasi tersendiri bagi jajaran Pemerintah untuk terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dukungan Pemkab Sleman dalam berbagai program tersebut antara lain salah  satunya PMI Kabupaten Sleman. Keberadaan PMI Kabupaten Sleman tentu menjadi penguat langkah bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menghadapi berbagai tantangan di Kabupaten Sleman. Baik tantangan yang muncul dari kondisi wilayah Kabupaten Sleman, kondisi sosial masyarakat dan lainnya.




10 PMR Sleman Ikuti Jumbara di Makasar

Sleman – Sepuluh anggota Palang Merah Remaja (PMR) asal Kabupaten Sleman dikirim mengikuti kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) tingkat nasional ke-VIII. Acara ini dilaksanakan tanggal 25-31 Juli 2016 di Pangkajene, Kepulauan Sulawesi. Kontingen PMR dari Kabupaten Sleman akan diberangkatkan Minggu (24/7) mendatang dengan dua orang pendamping.

“Tahun ini, kami memberangkatkan 10 personel PMR terbaik untuk mengikuti jumbara. Usianya mulai dari tingkatan mula sampai wira,” kata Ketua PMI Cabang Sleman, dr  Sunartono MKes disela-sela acara syawalan PMI, Rabu (20/7).

Sunartono  menjelaskan, event jumbara ini digelar dalam rangka pembentukan karakter anggota PMR agar peduli terhadap sesama, sekaligus ajang peningkatan ketrampilan. Sunartono mengingatkan kepada kontingen Sleman agar membawa nama baik daerah.

Terlebih pada kegiatan jumbara nantinya, mereka akan bertemu rekan sesama anggota PMR dari banyak daerah. Acara itu bisa dijadikan kesempatan untuk mempererat persaudaraan, dan ajang evaluasi program PMR. Selama berada di arena jumbara, kontingen akan mengikuti serangkaian kegiatan. Diantaranya kunjungan wisata, bakti sosial, pentas seni, dan donor darah.

Yang menggembirakan lanjut Sunartono bahwa Bupati Sleman pada kesempatan tersebut akan mendapatkan penghargaan atas jasanya dalam pengembangan PMR dan sukarelawan, dan itu satu-satunya bupati di Indonesia selain beberapa Gubernur.

Menanggapi hal ini Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sleman Sri Murni Rahayu mengatakan, Pemkab terus mendukung program PMI. Selama ini, keberadaan PMI menjadi langkah penguat bagi Pemkab dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat kondisi wilayah dan sosial masyarakat.

“Kami berharap momen syawalan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri maupun lembaga. Sehingga anggota PMI dapat terus meningkatkan kinerja dan perannya,” kata Murni.




Syawalan Ajang Mempererat Tali Silaturahmi dan Saling Memaafkan

IMG_7534Sleman – Syawalan sudah menjadi tradisi keagamaan dikalangan masyarakat yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Syawalan merupakan momen untuk saling memaafkan, bersilaturahmi, berbagi rizki, dan bertukar informasi.

“Permasalahan dalam berbangsa dan bernegara tidak lepas dari silaturahmi dan saling memaafkan antar sesama”, kata Kepala Dinas Hubkominfo Kabupaten Sleman, Drs. Agoes Soesilo Endiarto, dalam acara Syawalan di Aula Kantor Dinas Hubkominfo Sleman, Selasa (19/7).

Sedangkan pengisi ceramah, Drs. H. Thoyib Hidayat, MM menyampaikan keluarga sakinah pandai mensyukuri nikmat, berbakti kepada orang tua, segala amal ibadah diniatkan untuk mencari ridho Allat SWT, anak yang soleh, hidup harus ada perubahan, dan berpegang teguh atas nama agama dikutip dari Q.S Al Ahqaf ayat 15.

Syawalan tersebut mengangkat tema mempererat silahturami menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan dihadiri segenap pegawai Dinas Hubkominfo, Darma Wanita, dan Pensiunan. Selain itu, disampaikan pula tali asih kepada Staf Seksi Angkutan dan Terminal Bidang Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishubkominfo, Suwito.




Bupati dan Jajaran pejabat Silaturahmi ke Kyai dan Alim Ulama Kabupaten Sleman

IMG_9064Sleman – Bupati dan Wakil Bupati Sleman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah mengadakan silaturahmi di tiga tempat kediaman Kyai dan Alim Ulama,  Selasa (19/7). Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengawali silaturahmi di kediaman KH Abdul Chaliq Muchtar di Perum Banteng, Sinduharjo, Ngaglik.

Pada kesempatan tersebut  Abdul Chaliq berpesan pada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Sleman perlu adanya revolusi dalam pembangunan. Menurutnya ada tiga revolusi yang diperlukan yaitu revolusi sistem regulasi untuk membangun pola pikir baru, kedua adalah revolusi Manajeman birokrasi antar lembaga untuk membangun pola sikap terpadu, dan ketiga adalah revolusi strategi eksekusi untuk membangun pola tindakan yang maju.

“Membangun Indonesia yang berkemajuan dengan cara membiasakan kebenaran, bukan dengan cara membenarkan kebiasaan,” ungkapnya.

Kunjungan silaturahmi kedua dilanjutkan di kediaman Ketua MUI Sleman, Drs KH Ma’mum M Muroi LML Klabanan Sinduharjo Ngaglik. Dalam Kesempatan tersebut KH Ma’mum mengungkapkan keprihatinanya pada kondisi kehalalan daging ayam potong dipasaran. KH Ma’mun berharap jajaran Pemkab Sleman melakukan sidak terkait dengan pemotongan ayam agar daging ayam yang beredar dipasaran dapat terjamin kehalalannya.

Terkait dengan masukan KH Ma’mun, Bupati  Sri Purnomo akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Dinas Pasar dan instansi terkait. Kunjungan silaturahmi ditutup di kediaman Alm KH Zamakhsyari Ponpes Mursyidulhadi Plosokuning, Minomartani. Rombongan diterima oleh istri  Alm KH Zamakhsyari beserta pengurus ponpes.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa maksud kunjungan silaturahmi dilakukan adalah agar  kedekatan jajaran pemerintah di Kabupaten Sleman dengan Kyai dan Alim Ulama di Sleman semakin terjalin dengan baik serta dapat meningkatkan Ukuwah Islamiyah. Silaturahmi yang dilakukan menurut Sri Purnomo dibagi menjadi du area yaitu area Sleman timur dan Sleman Barat.  Untuk area Sleman Barat dilaksanakan pada hari Kamis (20/7).