Penilaian Maturitas SPIP, Pemkab Sleman

Sleman – Penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pemerintah Kabupaten Sleman oleh BPKP telah selesai dilakukan pada Kamis (21/7) lalu. 

Penyelenggaraan SPIP di Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun 2015 menunjukkan bahwa tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP berada pada level “terdefinisi” (level 3) atau fase 4 dari 6 fase tingkat maturitas SPIP.

Pengukuran menghasilkan nilai maturitas SPIP sebesar “3,28”. Demikian disampaikan  Inspektur Inspektorat Kabupaten Sleman, Suyono SH dikantornya, Kamis (28/7).

Menurut Suyono bahwa penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP meliputi unsur-unsur Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan, yang dirinci menjadi 25 fokus penilaian maturitas.

Periode yang dinilai adalah penyelenggaraan SPIP sampai dengan Desember 2015. Sedangkan dasar hukum peniliaian penyelenggaraan maturitas SPIP adalah Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008.

“Penilain tingkat maturitas ini bertujuan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan SPIP sekaligus memberi rekomendasi bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan SPIP pemerintah daerah,” jelas Suyono.

“Level maturitas terdiri dari enam tingkat dari tingkat 0 (belum ada nilai) untuk pemerintah daerah yang belum sama sekali memiliki kebijakan dan prosedur yang diperlukan untuk melaksanakan praktek-praktek pengendalian intern”, tambahnya.

Pengendalian intern tingkat 1 (rintisan), tingkat 2 (berkembang), tingkat 3 (terdifinisi), tingkat 4 (terkelola dan terukur) hingga tingkat 5 (optimum) dimana instansi telah menerapkan pengendalian intern yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Lebih lanjut Suyono menambahkan bahwa karakteristik maturitas SPIP Kabupaten Sleman secara umum menunjukkan bahwa Pemerintah Kabuapten Sleman telah menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalilan atas sebagian besar kegiatan pokok unit organisasi.

Dan, telah mengomunikasikan kebijakan dan prosedur atas sebagian besar kegiatan pokok unit organisasi, telah melaksanakan kebijakan dan prosedur secara memadai atas sebagian besar kegiatan pokok unit organisasi Pemerintah dan mendokumentasikannya.

“Sebagai informasi tambahan, bahwa dari seluruh Indonesia, belum ada pemerintah daerah yang mencapai angka 4. Sebagai perbandingan, di Pemerintah Kota Yogyakarta skornya 3,399, Provinsi DIY 3,392,” tambah Suyono.




Jangan Takut Menghadapi Pensiun

Sleman – PURNA TUGAS atau pensiun pasti akan dialami oleh seorang pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah. Menyikapi masa pensiun ini bagi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada yang merasa gembira karena bisa menyelesaikan masa tugasnya dengan baik.

Namun ada juga yang merasa tidak siap menghadapi purna tugasnya. Seperti yang dialami Wasiyo (58) warga Jl Kaliurang km 13 Sleman merasa sangat bahagia dan bersyukur memasuki pensiun.

“Saya senang dan bersyukur sudah pensiun sejak 6 bulan lalu. Ternyata pensiun tidak seperti yang saya bayangkan tidak memiliki kegiatan,” kata Wasiyo mantan staf Humas Sleman usai menerima tali asih dari Korpri Kabupaten Sleman, Kamis (28/7).

Wasiyo mengaku karena alasan sakit-sakitan maka dirinya mengajukan pensiun dini. Meski seharusnya ia pensiun masih 2 tahun lagi.

Dikatakan Wasiyo setelah dirinya pensiun ternyata keluhan sakit yang dirasakannya selama aktif bekerja semakin membaik, meski masih rutin kontrol ke dokter. Kini setelah pensiun Wasiyo bisa menikmati kehidupan bermasyarakat.

“Saya sekarang bisa aktif mengikuti kegiatan di masyarakat dan lebih khusuk beribadah,” katanya.

Karena itu lanjutnya bagi PNS yang akan pensiun, Wasiyo memberikan tips jangan takut pensiun karena ternyata pensiun justru lebih enak terlepas dari beban rutinitas kerja setiap hari.

“Yang takut pensiun justru menolak takdir, sebab seorang PNS itu pasti akan pensiun dan akan digantikan yang lain,” tutur Wasiyo.

Terkait tali asih sebesar Rp 1 juta dari Pemkab Sleman, Wasiyo menyambutnya dengan senang hati. Karena meski sudah pensiun ternyata masih diperhatikan oleh Pemkab Sleman.

Hal senada juga disampaikan Endang Widowati SH mantan Kabag Tata Pemerintahan ini sejak Maret 2016 memasuki masa pensiun ternyata sangat bahagia.

“Saya memang sangat menantikan masa pensiun ini karena saya sekarang bisa aktif mengikuti kegiatan di masyarakat yang sebelumnya banyak saya tinggalkan,” tutur Endang.




Dewan Pengurus Korpri Berikan Tali Asih

Bupati Sleman Berikan Tali AsihSleman – Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sleman memberikan tali asih pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) anggota Korpri  yang sudah memasuki purna tugas. Sebanyak 283 anggota Korpri menerima tali asih dari Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sleman pada Kamis (28/7) di Pendopo Parasamya  Sleman. Tali Asih tersebut diberikan pada anggota Korpri yang purna tugas per 1 Januari-1 Juni 2016.

Wakil Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa penyerahan tali asih dilaksanakan 2 kali dalam setahun.  Adapun maksud dan tujuan dari program tali asih bagi anggota Korpri menurut Iswoyo adalah untuk memberikan penghargaan bagi anggota yang purna tugas.

“Sumber dana tali asih Korpri berasal dari iuran anggota secara rutin setiap bulan Rp ,- per anggota, mulai Februari 2013 sampai dengan Juni 2016 per anggota memberikan total iuran sebanyak Rp ,-. Sehingga total jumlah penerimaan tali asih Korpri ditambahkan dengan subsidi silang masing-masing anggota menerima sebesar Rp 1 juta,” jelas Iswoyo.

Iswoyo menambahkan bahwa dari 283 orang anggota yang mendapat tali asih Korpri terdiri dari 234 anggota Korpri yang purna tugas sesuai batas usia pensiun, 24 orang anggota yang pensiun dini, 24 orang anggota yang meninggal dunia sebelum memasuki batas usia pensiun, dan 1 orang anggota yang alih tugas/mutasi keluar daerah.

Program tali asih merupakan program usulan dari berbagai anggota KORPRI dalam rangka merespon adanya PP 32 tahun 2010 yang ditetapkan dalam Rapat Kerja Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Sleman pada bulan Desember 2012 dan telah dijadikan program prioritas bagi Dewan Pengurus Korpri sejak tahun 2013.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi pada anggota Korpri yang telah purna tugas. Dedikasi yang diberikan selama ini menurut Sri Purnomo merupakan sebuah kontribusi yangt besar dalam membangun negeri khususnya Kabupaten Sleman. Untuk itu Sri Purnomo berharap agar anggota yang masih aktif dapat meneruskan pengembangan Korpri  kedepan dengan lebih baik.